Makalah 93: Melkisedek Machiventa

   
   Paragraph Numbers: On | Off
Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Buku Urantia

Makalah 93

Melkisedek Machiventa

MELKISEDEK itu secara luas dikenal sebagai para Putra darurat, karena mereka terlibat dalam lingkup yang menakjubkan kegiatan-kegiatan di dunia-dunia alam semesta lokal. Ketika suatu masalah luar biasa muncul, atau ketika sesuatu yang tidak biasa akan dicobakan, cukup sering sesosok Melkisedek yang menerima penugasan. Kemampuan para Putra Melkisedek untuk berfungsi dalam keadaan darurat dan pada tingkatan yang sangat beragam di alam semesta, bahkan pada tingkat fisik dari manifestasi kepribadian, adalah ciri khas bagi ordo mereka. Hanya Pembawa Kehidupan yang berbagi pada semua tingkat jangkauan perubahan wujud untuk fungsi kepribadian ini.

Ordo Melkisedek keputraan alam semesta telah teramat sangat aktif di Urantia. Suatu korps dua belas bekerja dalam hubungannya dengan para Pembawa Kehidupan. Suatu korps dua belas kemudian juga menjadi penyelamat untuk duniamu tak lama setelah pembelotan Kaligastia dan terus berkuasa sampai saat Adam dan Hawa. Keduabelas Melkisedek ini kembali ke Urantia pada saat kegagalan Adam dan Hawa, dan mereka terus berlanjut setelahnya sebagai penyelamat (sementara) planet sampai pada hari ketika Yesus dari Nazaret, sebagai Anak Manusia, menjadi Pangeran Planet tituler untuk Urantia.

1. Penjelmaan Machiventa

Kebenaran yang diwahyukan terancam punah selama milenium-milenium setelah penyimpangan misi Adam di Urantia. Meskipun membuat kemajuan secara intelektual, ras-ras manusia perlahan-lahan mengalami kemunduran secara rohani. Sekitar 3000 S.M. konsep tentang Tuhan telah menjadi sangat kabur dalam benak manusia.

Dua belas Melkisedek penyelamat itu tahu akan mendekatnya penganugerahan Mikhael di planet mereka, tetapi mereka tidak tahu kapan itu akan segera terjadi; karena itu mereka berkumpul dalam pertemuan yang sungguh-sungguh dan mengajukan permohonan kepada Yang Paling Tinggi Edentia bahwa beberapa provisi (penyediaan bantuan) tertentu perlu dilakukan untuk mempertahankan terang kebenaran di Urantia. Permohonan ini ditolak dengan mandat bahwa “pelaksanaan urusan-urusan di Satania 606 sepenuhnya di tangan para kustodian Melkisedek.” Para penerima ini kemudian mengajukan banding kepada Bapa Melkisedek untuk bantuan tetapi hanya menerima kabar bahwa mereka harus terus menegakkan kebenaran dengan cara sesuai pilihan mereka sendiri “sampai kedatangan Putra anugerah,” yang “akan menyelamatkan jabatan-jabatan keplanetan dari kehilangan dan ketidak-pastian.”

Sebagai akibat karena telah dibiarkan berusaha sepenuhnya dengan sumber daya mereka sendiri itulah maka Melkisedek Machiventa, satu dari keduabelas penyelamat planet itu, menawarkan diri untuk melakukan apa yang telah dilakukan hanya enam kali dalam seluruh sejarah Nebadon: untuk menjadi pribadi di bumi sebagai manusia sementara di alam dunia, untuk memberikan dirinya sebagai Putra darurat untuk pelayanan dunia. Izin diberikan untuk petualangan ini oleh otoritas-otoritas Salvington, dan inkarnasi atau penjelmaan aktual Melkisedek Machiventa itu diwujudkan di dekat tempat yang akan menjadi kota Salem, di Palestina. Seluruh transaksi pematerialisasian Putra Melkisedek ini diselesaikan oleh para penyelamat planet dengan kerjasama dari para Pembawa Kehidupan, Pengendali Fisik Master tertentu, dan kepribadian selestial lainnya yang tinggal di Urantia.

2. Orang Bijak dari Salem

Saat itu, 1.973 tahun sebelum kelahiran Yesus, ketika Machiventa dianugerahkan ke atas ras-ras manusia Urantia. Kedatangannya tidak spektakuler; materialisasi dirinya itu tidak disaksikan oleh mata manusia. Ia pertama kali diamati oleh manusia fana pada hari penting itu ketika ia memasuki kemah Amdon, seorang gembala Kasdim keturunan bangsa Sumeria. Dan proklamasi misinya itu dicakup dalam pernyataan sederhana yang ia buat pada gembala ini, “Akulah Melkisedek, imam El Elyon, Yang Paling Tinggi, Tuhan yang Esa dan satu-satunya.”

Setelah sang gembala itu pulih dari keheranannya, dan setelah ia menghujani orang asing ini dengan banyak pertanyaan, ia meminta Melkisedek untuk makan dengan dia, dan ini adalah pertama kalinya dalam karier alam semesta panjangnya itu Machiventa makan makanan jasmani, makanan yang akan mendukung dia pada seluruh sembilan puluh empat tahun hidupnya sebagai sosok jasmani.

Dan malam itu, sementara mereka berbicara di bawah bintang-bintang, Melkisedek memulai misinya tentang pewahyuan kebenaran tentang realitas Tuhan ketika, dengan sapuan tangannya, ia berpaling ke Amdon, mengatakan, “El Elyon, yang Paling Tinggi, adalah pencipta ilahi bintang-bintang di cakrawala dan bahkan bumi ini dimana kita hidup, dan Ia juga Tuhan mahatinggi surga.”

Dalam beberapa tahun Melkisedek telah mengumpulkan di sekitar dirinya sekelompok siswa, murid, dan orang percaya yang membentuk inti dari masyarakat Salem yang kemudian. Ia segera dikenal di seluruh Palestina sebagai imam El Elyon, Yang Paling Tinggi, dan sebagai orang bijak dari Salem. Di antara beberapa suku di sekitarnya ia sering disebut sebagai syekh, atau raja Salem. Salem adalah tempat yang setelah perginya Melkisedek menjadi kota Yebus, selanjutnya disebut Yerusalem.

Dalam penampilan pribadinya, Melkisedek mirip campuran orang Nodit dan Sumeria saat itu, hampir 1,8 meter tingginya dan memiliki tampilan berwibawa. Ia berbicara bahasa Kasdim dan setengah lusin bahasa lainnya. Ia berpakaian mirip seperti yang dilakukan para imam Kanaan kecuali bahwa di dadanya ia mengenakan suatu lambang tiga lingkaran konsentris, simbol Satania untuk Trinitas Firdaus. Dalam perjalanan pelayanannya lencana tiga lingkaran konsentris ini menjadi dianggap begitu suci oleh pengikutnya sehingga mereka tidak pernah berani menggunakannya, dan simbol itu segera dilupakan dengan berlalunya beberapa generasi.

Meskipun Machiventa hidup menurut cara manusia di alam itu, ia tidak pernah menikah, ia juga tidak boleh meninggalkan keturunan di bumi. Tubuh fisiknya, meskipun menyerupai tubuh manusia laki-laki, pada kenyataannya adalah termasuk golongan badan-badan bikinan khusus yang digunakan oleh seratus anggota dimaterialisasikan dari stafnya Pangeran Kaligastia kecuali bahwa badan itu tidak membawa plasma kehidupan dari ras manusia manapun. Pohon kehidupan juga tidak tersedia di Urantia. Seandainya Machiventa tetap tinggal selama jangka waktu yang panjang di bumi, mekanisme fisiknya akan berangsur semakin menurun; demikianlah yang terjadi, ia menghentikan misi penganugerahannya dalam waktu sembilan puluh empat tahun, jauh sebelum tubuh jasmaninya mulai rusak.

Melkisedek yang dijelmakan ini menerima satu Pelaras Pikiran, yang mendiami kepribadian supramanusianya ini sebagai monitor waktu dan mentor untuk badan daging, sehingga mendapatkan pengalaman dan pengenalan praktis pada masalah-masalah Urantia dan teknik mendiami sesosok Putra dijelmakan yang memungkinkan roh dari Bapa ini berfungsi begitu hebatnya dalam batin manusia Anak Tuhan nantinya, Mikhael, ketika ia muncul di bumi dalam rupa daging fana. Ini adalah satu-satunya Pelaras Pikiran yang pernah berfungsi dalam dua batin di Urantia, namun kedua batin itu adalah ilahi serta juga manusiawi.

Selama inkarnasi dalam daging, Machiventa berada dalam kontak penuh dengan sebelas rekannya dari korps kustodian keplanetan, tetapi ia tidak bisa berkomunikasi dengan ordo kepribadian selestial yang lain. Selain dengan para penyelamat Melkisedek itu, ia tidak punya kontak lain lagi dengan kecerdasan-kecerdasan supramanusia yang lebih dari seorang manusia biasa.

3. Ajaran Melkisedek

Dengan berlalunya satu dekade, Melkisedek menyelenggarakan sekolah-sekolahnya di Salem, membentuk polanya sesuai sistem lama yang telah dikembangkan oleh para imam Set awal dari Eden kedua. Bahkan gagasan tentang sistem persepuluhan, yang diperkenalkan oleh Abraham yang belakangan jadi pengikutnya, juga berasal dari tradisi yang masih bertahan dari metode kaum Set kuno.

Melkisedek mengajarkan konsep Tuhan yang Esa, satu Tuhan yang semesta, namun ia membiarkan orang-orang untuk menghubungkan ajaran ini dengan Bapa Konstelasi Norlatiadek, yang ia sebut El Elyon—Yang Paling Tinggi. Melkisedek tetap sama sekali diam mengenai status Lucifer dan keadaan urusan-urusan di Yerusem. Lanaforge, Daulat Sistem, tidak berbuat banyak dengan Urantia sampai setelah selesainya penganugerahan Mikhael. Bagi mayoritas siswa Salem, Edentia adalah surga dan Yang Paling Tinggi adalah Tuhan.

Mengenai simbol tiga lingkaran konsentris, yang dipakai Melkisedek sebagai lambang penganugerahan dirinya, mayoritas rakyat mengartikannya sebagai lambang untuk tiga kerajaan manusia, malaikat, dan Tuhan. Dan mereka diizinkan untuk melanjutkan keyakinan itu; sangat sedikit dari pengikutnya yang tahu bahwa tiga lingkaran ini adalah simbol dari ketanpabatasan, kekekalan, dan kesemestaan Trinitas Firdaus untuk pemeliharaan dan pimpinan ilahi; bahkan Abraham lebih menganggap simbol ini sebagai mewakili tiga Yang Paling Tinggi dari Edentia, karena ia telah diajar bahwa tiga Yang Paling Tinggi ini berfungsi sebagai satu kesatuan. Sampai taraf yang Melkisedek ajarkan, konsep Trinitas yang disimbolkan dalam lambangnya ini, ia biasanya menghubungkannya dengan tiga penguasa Vorondadek di konstelasi Norlatiadek.

Kepada para pengikutnya yang biasa-biasa saja ia tidak berusaha untuk menyajikan pengajaran melebihi fakta tentang pemerintahan Yang Paling Tinggi di Edentia—Tuhan Urantia. Tetapi bagi beberapa orang, Melkisedek mengajarkan kebenaran lanjutan, yang mencakup pengelolaan dan penataan alam semesta lokal, sedangkan pada muridnya yang cemerlang Nordan orang Keni dan barisan siswanya yang sungguh-sungguh ia mengajarkan kebenaran-kebenaran tentang alam semesta super dan bahkan tentang Havona.

Para anggota keluarga Katro, dengan siapa Melkisedek hidup selama lebih dari tiga puluh tahun, tahu banyak tentang kebenaran yang lebih tinggi ini dan lama melestarikannya dalam keluarga mereka, bahkan sampai masa keturunan mereka yang terkenal, Musa, yang dengan demikian mendapat suatu tradisi yang meyakinkan dari hari-harinya Melkisedek diturunkan kepadanya mengenai hal ini, dari pihak ayahnya, serta melalui sumber-sumber lain dari pihak ibunya.

Melkisedek mengajari para pengikutnya sejauh kapasitas mereka semua untuk menerima dan menyerapnya. Bahkan banyak ide-ide keagamaan yang modern tentang surga dan bumi, tentang manusia, Tuhan, dan malaikat, tidaklah berbeda jauh dari ajaran-ajaran Melkisedek ini. Namun demikian guru besar ini menundukkan segalanya pada doktrin tentang satu Tuhan, satu Deitas alam semesta, Pencipta surgawi, Bapa yang ilahi. Penekanan ditempatkan pada ajaran ini dengan tujuan agar menarik bagi penghormatan manusia dan mempersiapkan jalan bagi kemunculan berikutnya Mikhael sebagai Putra dari Bapa Semesta yang sama ini.

Melkisedek mengajarkan bahwa pada beberapa waktu mendatang ada Putra Tuhan yang lain akan datang dalam daging seperti juga ia telah datang, tetapi bahwa ia akan lahir dari seorang perempuan; dan itulah sebabnya banyak guru kemudian yang menyatakan bahwa Yesus adalah seorang imam, atau penatalayan, “selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”

Dengan demikianlah Melkisedek mempersiapkan jalan dan menata panggung monoteistik kecenderungan dunia untuk suatu penganugerahan Putra Firdaus yang sesungguhnya dari Tuhan yang Esa, yang dengan begitu gamblang ia gambarkan sebagai Bapa segala sesuatu, dan yang ia sampaikan pada Abraham sebagai Tuhan yang mau menerima manusia dengan syarat-syarat iman pribadi yang sederhana. Dan Mikhael, ketika ia muncul di bumi, membenarkan semua yang Melkisedek telah ajarkan tentang Bapa Firdaus.

4. Agama Salem

Upacara-upacara ibadah Salem sangatlah sederhana. Setiap orang yang menandatangani atau menandai gulungan tablet tanah liat dari gerejanya Melkisedek itu berjanji untuk ingat, dan menganut, pada keyakinan berikut:

1. Aku percaya El Elyon, Tuhan Yang Paling Tinggi, satu-satunya Bapa Semesta dan Pencipta segala sesuatu.

2. Aku menerima perjanjian Melkisedek dengan Yang Paling Tinggi, yang membuat Tuhan berkenan pada imanku, bukan pada korban sembelihan dan korban bakaran.

3. Aku berjanji untuk mematuhi tujuh perintah Melkisedek dan untuk memberitakan kabar baik tentang perjanjian dengan Yang Paling Tinggi ini kepada semua orang.

Dan itulah seluruh akidah dari koloni Salem. Tetapi bahkan deklarasi iman yang singkat dan sederhana itu masih juga terlalu banyak sekaligus terlalu maju untuk orang-orang di hari-hari itu. Mereka hanya tidak bisa memahami ide untuk mendapat perkenanan ilahi tanpa apa-apa—hanya oleh percaya. Mereka terlalu dalam meyakini bahwa manusia lahir di bawah hutang kepada para dewa. Terlalu lama dan terlalu sungguh-sungguh mereka telah berkorban dan memberikan persembahan kepada para imam sehingga tidak dapat memahami kabar baik bahwa keselamatan, perkenanan ilahi, adalah karunia cuma-cuma untuk semua orang yang mau percaya pada perjanjian Melkisedek. Abraham memang percaya setengah hati, dan bahkan itupun “TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

Tujuh perintah yang dikabarkan oleh Melkisedek itu diberi pola mengikuti garis hukum tertinggi Dalamatia kuno dan sangat mirip dengan tujuh perintah yang diajarkan di Eden pertama dan kedua. Perintah-perintah dari agama Salem ini adalah:

1. Jangan kamu menyembah Tuhan lain selain Yang Paling Tinggi Pencipta langit dan bumi.

2. Jangan kamu ragu bahwa iman adalah satu-satunya persyaratan untuk keselamatan kekal.

3. Jangan mengucapkan kesaksian dusta.

4. Jangan membunuh.

5. Jangan mencuri.

6. Jangan berzinah.

7. Jangan menunjukkan rasa tidak hormat untuk orangtuamu dan para tua-tua.

Meskipun tidak ada korban yang diizinkan di dalam koloni, Melkisedek juga tahu betapa sulitnya untuk tiba-tiba mencabut kebiasaan yang sudah lama mapan dan sesuai dengan hal itu dengan bijaksana ia menawari orang-orang ini pengganti sakramen roti dan anggur untuk pengganti korban daging dan darah yang lama. Ada dalam catatan, “Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur.” Tetapi bahkan inovasi hati-hati inipun tidak semuanya berhasil; berbagai suku semua memelihara pusat-pusat tambahan di pinggiran Salem dimana mereka mempersembahkan korban dan persembahan bakaran. Bahkan Abraham kembali pada praktek barbar ini setelah kemenangannya atas Kedorlaomer; ia tidak merasa hatinya cukup nyaman sampai ia mempersembahkan korban yang sudah biasa dilakukan itu. Dan Melkisedek tidak pernah berhasil sepenuhnya memberantas kecenderungan untuk mengorbankan ini dari praktek keagamaan para pengikutnya, bahkan dari Abraham.

Seperti Yesus, Melkisedek menjaga ketat pemenuhan misi untuk penganugerahan dirinya. Ia tidak berusaha untuk mereformasi adat istiadat, untuk mengubah kebiasaan dunia, ataupun untuk menyebar-luaskan praktek kebersihan maju atau kebenaran ilmiah. Ia datang untuk mencapai dua tugas: untuk menjaga tetap hidup di bumi kebenaran tentang Tuhan, Tuhan yang Esa dan untuk mempersiapkan jalan bagi anugerah fana berikutnya dari sesosok Putra Firdaus dari Bapa Semesta itu.

Melkisedek mengajarkan kebenaran wahyu mendasar di Salem selama sembilan puluh empat tahun, dan selama waktu ini tiga kali pada kesempatan berbeda Abraham mengikuti sekolah Salem. Abraham akhirnya menjadi seorang pengikut ajaran Salem, menjadi salah satu murid paling cemerlang dan pendukung utama Melkisedek.

5. Pemilihan Abraham

Walaupun mungkin salah untuk berbicara tentang “orang pilihan,” namun tidak salah untuk mengacu pada Abraham sebagai orang yang dipilih. Melkisedek memang menaruh ke atas Abraham tanggung jawab menjaga supaya tetap hidup kebenaran tentang satu Tuhan yang berbeda dari keyakinan yang sedang berlaku terhadap banyak dewa-dewa.

Pemilihan Palestina sebagai tempat untuk kegiatan Machiventa adalah sebagian didasarkan atas keinginan untuk menjalin kontak dengan beberapa keluarga manusia yang mencakup potensi-potensi kepemimpinan. Pada saat inkarnasi Melkisedek ada banyak keluarga di bumi yang juga dipersiapkan dengan baik untuk menerima doktrin Salem seperti keluarga Abraham. Ada keluarga-keluarga yang sama-sama berkemampuan di antara orang kulit merah, orang kulit kuning, dan keturunan Andit di barat dan utara. Tetapi, sekali lagi, tak satupun dari daerah-daerah tersebut yang terletak begitu menguntungkan bagi kemunculan kemudian Mikhael di bumi selain dari pantai timur Laut Mediterania. Misi Melkisedek di Palestina dan kemunculan berikutnya Mikhael di kalangan orang-orang Ibrani tidak sedikit ditentukan oleh geografi, oleh fakta bahwa Palestina berlokasi di tengah-tengah mengacu pada perdagangan, perjalanan, dan peradaban dunia yang ada pada saat itu.

Selama beberapa waktu para Melkisedek penyelamat telah mengamati nenek moyang Abraham, dan mereka dengan yakin mengharapkan keturunan dalam generasi tertentu yang akan dicirikan oleh kecerdasan, inisiatif, kebijaksanaan, dan ketulusan. Anak-anak Terah, ayah Abraham, dalam setiap hal memenuhi harapan tersebut. Adanya kemungkinan kontak dengan anak-anak Terah yang serba bisa inilah yang banyak berpengaruh pada kemunculan Machiventa di Salem, ketimbang di Mesir, Cina, India, atau di kalangan suku-suku utara.

Terah dan seluruh keluarganya adalah pengikut setengah hati pada agama Salem, yang telah diberitakan di Kasdim (Chaldea); mereka kenal Melkisedek melalui pemberitaan Ovid, seorang guru Fenisia yang memberitakan doktrin Salem di Ur. Mereka meninggalkan Ur, berniat untuk pergi langsung ke Salem, namun Nahor, saudara Abraham, karena belum pernah melihat Melkisedek, menjadi ragu-ragu dan membujuk mereka untuk singgah di Haran. Makan waktu yang lama setelah mereka tiba di Palestina sebelum mereka bersedia untuk menghancurkan semua berhala rumah tangga yang mereka bawa; mereka lambat untuk meninggalkan banyak dewa Mesopotamia demi satu Tuhan Salem.

Beberapa minggu setelah kematian ayah Abraham, Terah, Melkisedek mengirim salah seorang muridnya, Jaram orang Het (Hittite), untuk menyampaikan undangan ini pada Abraham maupun Nahor: “Datanglah ke Salem, dimana kamu akan mendengar ajaran kami mengenai kebenaran Pencipta yang kekal, dan dalam keturunan kalian dua bersaudara yang mendapat pencerahan maka seluruh dunia akan diberkati.” Saat itu Nahor belum sepenuhnya menerima kabar baik Melkisedek; ia tetap tinggal dan membangun sebuah negara-kota kuat yang menyandang namanya; tetapi Lot, keponakan Abraham, memutuskan untuk pergi dengan pamannya ke Salem.

Setelah tiba di Salem, Abraham dan Lot memilih kubu perbukitan di dekat kota dimana mereka bisa membela diri terhadap banyak serangan kejutan dari para perampok dari utara. Pada saat ini orang Het, Asyur, Filistin, dan kelompok lain terus-menerus menyerang suku-suku Palestina tengah dan selatan. Dari kubu pertahanan mereka di perbukitan Abraham dan Lot sering berziarah ke Salem.

Tidak lama setelah mereka menetap di dekat Salem, Abraham dan Lot berangkat ke lembah Sungai Nil untuk memperoleh pasokan makanan karena saat itu terjadi kekeringan di Palestina. Selama kunjungan singkatnya di Mesir, Abraham menemukan seorang kerabat jauh di takhta Mesir, dan ia menjabat sebagai komandan dua ekspedisi militer yang sangat berhasil untuk raja ini. Selama bagian akhir dari kunjungannya ke Sungai Nil ia dan istrinya, Sarah, tinggal di istana, dan ketika meninggalkan Mesir, ia diberi bagian dari rampasan kampanye militernya.

Diperlukan tekad besar bagi Abraham untuk melepaskan kehormatan istana Mesir dan kembali ke pekerjaan yang lebih rohani yang disponsori oleh Machiventa. Namun Melkisedek dihormati pula di Mesir, dan ketika cerita lengkap itu disampaikan di depan Firaun, ia dengan kuat mendesak Abraham agar kembali ke pelaksanaan sumpahnya demi tujuan Salem.

Abraham memiliki ambisi menjadi raja, dan dalam perjalanan kembali dari Mesir ia menyampaikan di depan Lot rencananya untuk menaklukkan seluruh Kanaan dan membawa rakyatnya di bawah kekuasaan Salem. Lot lebih tertarik pada bisnis; maka, setelah perselisihan berikutnya, ia pergi ke Sodom untuk terlibat dalam perdagangan dan peternakan. Lot tidak menyukai kehidupan militer ataupun penggembala.

Setelah kembali bersama keluarganya ke Salem, Abraham mulai mematangkan proyek militernya. Ia segera diakui sebagai penguasa sipil untuk wilayah Salem dan telah membuat konfederasi di bawah kepemimpinannya tujuh suku yang berdekatan. Memang, dengan susah payah Melkisedek mencegah Abraham, yang menyala dengan semangat untuk pergi dan mengumpulkan suku-suku tetangga dengan pedang supaya mereka bisa lebih cepat dibawa kepada pengetahuan tentang kebenaran Salem.

Melkisedek menjaga hubungan damai dengan semua suku di sekitarnya; ia bukan militeristik dan tidak pernah diserang oleh pasukan manapun sementara mereka bergerak maju dan mundur. Ia sepenuhnya ingin agar Abraham merumuskan kebijakan defensif untuk Salem seperti yang kemudian diberlakukan, tetapi ia tidak mau menyetujui rancangan-rancangan ambisius muridnya untuk penaklukan; maka terjadilah pemisahan hubungan secara baik-baik, Abraham pergi ke Hebron untuk membangun ibukota militernya.

Abraham, karena hubungannya yang dekat dengan Melkisedek yang tersohor itu, memiliki keuntungan besar atas raja-raja kecil di sekitarnya; mereka semua menghormati Melkisedek dan terlampau takut pada Abraham. Abraham tahu akan ketakutan ini dan hanya menunggu kesempatan yang tepat untuk menyerang para tetangganya, dan alasan ini muncul ketika beberapa dari para penguasa itu berani menyerang milik keponakannya Lot, yang tinggal di Sodom. Setelah mendengar hal ini, Abraham, sebagai kepala tujuh suku konfederasinya, bergerak menuju musuh. Pengawalnya sendiri terdiri dari 318 orang memimpin pasukan, yang berjumlah lebih dari 4.000 orang, yang menyerang pada saat ini.

Ketika Melkisedek mendengar deklarasi perangnya Abraham, ia pergi untuk mencegahnya tapi hanya bertemu dengan mantan muridnya itu saat ia kembali sebagai pemenang dari pertempuran. Abraham bersikeras bahwa Tuhan Salem telah memberinya kemenangan atas musuh-musuhnya dan berkeras akan memberikan sepersepuluh dari rampasannya ke kas Salem. Sembilan puluh persen yang lainnya ia pindahkan ke ibukotanya di Hebron.

Setelah pertempuran Sidim ini, Abraham menjadi pemimpin konfederasi kedua terdiri dari sebelas suku dan tidak hanya membayar persepuluhan kepada Melkisedek tetapi mengawasi agar semua suku lain di sekitarnya juga melakukan hal yang sama. Hubungan diplomatiknya dengan raja Sodom, bersama-sama dengan rasa takut yang secara umum ia dianggap demikian, mengakibatkan raja Sodom dan yang lain bergabung dengan konfederasi militer Hebron, Abraham benar-benar sedang mendirikan sebuah negara yang kuat di Palestina.

6. Perjanjian Melkisedek dengan Abraham

Abraham mencita-citakan penaklukan seluruh Kanaan. Tekadnya hanya dilemahkan oleh fakta bahwa Melkisedek tidak mau merestui usaha tersebut. Namun Abraham telah hampir memutuskan untuk memulai penaklukan itu ketika ia mulai kuatir karena berpikir bahwa ia tidak punya anak laki-laki untuk menggantikannya sebagai penguasa kerajaan yang diusulkan ini. Ia mengatur satu pertemuan lagi dengan Melkisedek; dan dalam tanya jawab inilah imam dari Salem, Anak Tuhan yang kasat mata itu, meyakinkan Abraham agar meninggalkan rencananya untuk penaklukan secara jasmani dan pemerintahan duniawi yang sementara demi untuk mendukung konsep rohani tentang kerajaan surga.

Melkisedek menjelaskan kepada Abraham kesia-siaan bersaing melawan konfederasi Amori tetapi membuatnya sama jelasnya bahwa klan-klan terbelakang itu pastilah sedang bunuh diri melalui praktek-praktek mereka yang bodoh sehingga dalam beberapa generasi mereka akan begitu lemah sehingga keturunan Abraham, yang sementara itu sangat meningkat, bisa dengan mudah mengalahkan mereka.

Maka Melkisedek membuat perjanjian resmi dengan Abraham di Salem. Katanya kepada Abraham: “Lihatlah sekarang ke langit dan hitunglah bintang-bintang itu jika engkau mampu; sebanyak itulah nanti keturunanmu.” Dan percayalah Abraham kepada Melkisedek, “maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran..” Lalu Melkisedek menceritakan kepada Abraham kisah pendudukan masa depan Kanaan oleh keturunannya setelah mereka tinggal di Mesir.

Perjanjian Melkisedek dengan Abraham ini merupakan perjanjian Urantia besar antara keilahian dan kemanusiaan dimana Tuhan setuju untuk melakukan segala sesuatu; manusia hanya setuju untuk percaya janji-janji Tuhan dan mengikuti perintah-Nya. Sampai saat itu telah dipercayai bahwa keselamatan bisa diperoleh hanya oleh bekerja—korban dan persembahan; sekarang, Melkisedek membawa lagi ke Urantia kabar baik bahwa keselamatan, berkenan pada Tuhan, bisa diperoleh melalui iman. Namun injil iman yang sederhana kepada Tuhan ini masih terlalu maju; suku-suku Semit kemudian lebih suka kembali ke pengorbanan lama dan penebusan dosa melalui penumpahan darah.

Tak lama setelah peresmian perjanjian ini bahwa Ishak, anak Abraham, lahir sesuai dengan janji Melkisedek. Setelah kelahiran Ishak, Abraham mengambil sikap sangat khidmat terhadap perjanjiannya dengan Melkisedek, ia pergi ke Salem untuk membuat perjanjian itu dinyatakan secara tertulis. Pada penerimaan publik dan resmi terhadap perjanjian itulah ia mengubah namanya dari Abram menjadi Abraham.

Sebagian besar orang percaya Salem telah mempraktekkan sunat, meskipun hal itu tidak pernah diwajibkan oleh Melkisedek. Adapun Abraham telah selalu begitu menentang sunat sehingga pada kesempatan ini ia memutuskan untuk mengkhidmatkan acara itu dengan secara resmi menerima tatacara ini sebagai tanda peresmian perjanjian Salem.

Menyusul penyerahan nyata di depan publik ini ambisi pribadinya demi rencana yang lebih besar dari Melkisedek itu maka tiga sosok gaib menampakkan diri kepadanya di dataran Mamre. Ini adalah kemunculan fakta, meskipun dihubungkan dengan narasi buatan kemudian yang berkaitan dengan kehancuran alami Sodom dan Gomora. Dan legenda-legenda ini tentang kejadian-kejadian pada masa itu menunjukkan betapa mundurnya moral dan etika, bahkan pada waktu baru-baru ini saja.

Setelah perwujudan perjanjian yang khidmat itu, perbaikan hubungan antara Abraham dan Melkisedek itu selesai. Abraham menjabat lagi kepemimpinan sipil dan militer atas koloni Salem, yang pada puncaknya didukung lebih dari seratus ribu pembayar persepuluhan reguler yang terdaftar dalam persaudaraan Melkisedek. Abraham sangat memperbaiki tempat suci Salem dan menyediakan tenda-tenda baru untuk seluruh sekolah. Ia tidak hanya memperluas sistem persepuluhan tetapi juga menerapkan banyak metode peningkatan untuk mengelola urusan sekolah, selain memberikan sumbangan besar untuk penanganan yang lebih baik terhadap departemen propaganda misionaris. Ia juga berbuat banyak untuk membantu peningkatan ternak dan reorganisasi proyek usaha hasil susu Salem. Abraham adalah pebisnis yang cerdas dan efisien, seorang pria kaya raya pada masa itu; ia tidak terlalu saleh, tetapi ia benar-benar tulus, dan ia percaya pada Melkisedek Machiventa.

7. Para Misionaris Melkisedek

Melkisedek melanjutkan beberapa tahun lagi mengajar murid-muridnya dan melatih para misionaris Salem, yang menembus ke semua suku sekitarnya, terutama ke Mesir, Mesopotamia, dan Asia Kecil. Dan sementara dekade-dekade berlalu, guru-guru ini berangkat semakin lama semakin jauh dari Salem, dengan membawa kabar baiknya Machiventa tentang percaya dan iman kepada Tuhan.

Keturunan Adamson, yang berkelompok-kelompok sekitar tepi Danau Van, adalah pendengar yang baik untuk para guru Het dari kultus Salem itu. Dari yang dulunya pusat Andit ini, guru-guru diberangkatkan ke daerah-daerah jauh di Eropa maupun Asia. Para misionaris Salem menembus seluruh Eropa, bahkan sampai ke Kepulauan Inggris. Satu kelompok pergi melewati Kepulauan Faroes ke orang Andonit di Islandia, sementara yang lain menjelajahi Cina dan mencapai orang Jepang di pulau-pulau sebelah timur. Kehidupan dan pengalaman pria dan wanita yang berani keluar dari Salem, Mesopotamia, dan Danau Van untuk mencerahkan suku-suku belahan bumi Timur itu menyajikan babak yang heroik dalam sejarah bangsa manusia.

Namun demikian tugas itu begitu besar dan suku-suku itu begitu terbelakang sehingga hasil-hasilnya samar dan tidak jelas. Dari satu generasi ke generasi lain kabar baik Salem itu menemukan tempat di sana-sini, tetapi kecuali di Palestina, tidak pernah gagasan tentang satu Tuhan dapat meraih kesetiaan berlanjut dari sebuah suku atau ras penuh. Jauh sebelum kedatangan Yesus ajaran para misionaris awal Salem umumnya telah tenggelam dalam takhyul dan kepercayaan yang lebih tua dan lebih menyeluruh. Kabar baik Melkisedek yang asli telah hampir seluruhnya diserap dalam keyakinan pada Bunda Agung, (dewa) Matahari, dan kultus-kultus kuno lainnya.

Kamu yang saat ini menikmati keunggulan dari seni percetakan sedikit memahami betapa sulitnya untuk melestarikan kebenaran selama masa-masa lebih awal ini; betapa mudahnya melupakan suatu doktrin baru dari satu generasi ke generasi berikutnya. Selalu ada kecenderungan doktrin baru itu terserap ke dalam badan ajaran agama dan praktek sihir yang lebih tua. Pewahyuan baru selalu dicemari oleh keyakinan evolusioner yang lebih tua.

8. Kepergian Melkisedek

Tak lama setelah kehancuran Sodom dan Gomora itulah Machiventa memutuskan untuk mengakhiri penganugerahan darurat dirinya di Urantia. Keputusan Melkisedek untuk mengakhiri persinggahannya dalam badan daging itu dipengaruhi oleh banyak kondisi, yang terutama adalah kecenderungan yang meningkat dari suku sekitarnya, dan bahkan dari rekan-rekan terdekatnya, untuk menganggapnya sebagai setengah dewa, untuk memandang dia sebagai sosok adokodrati, yang memang demikianlah adanya; tetapi mereka mulai terlalu memuja dia dengan tidak sepatutnya dan dengan rasa takut yang sangat takhyul. Selain alasan-alasan tersebut, Melkisedek ingin meninggalkan tempat kegiatan duniawinya itu cukup lama sebelum kematian Abraham, untuk memastikan bahwa kebenaran tentang Tuhan yang esa dan satu-satunya itu akan tertanam kuat dalam benak para pengikutnya. Oleh sebab itu Machiventa suatu malam beristirahat masuk ke tendanya di Salem, setelah mengucapkan selamat malam kepada sahabat-sahabat manusianya, dan ketika mereka memanggilnya di pagi hari, ia tidak berada di sana, karena teman-temannya telah membawa dia.

9. Setelah Kepergian Melkisedek

Merupakan ujian yang besar bagi Abraham ketika Melkisedek tiba-tiba menghilang begitu saja. Meskipun ia telah sepenuhnya memperingatkan para pengikutnya bahwa ia suatu kali harus pergi seperti saat ia datang, mereka tetap tidak bisa menerima kehilangan pemimpin mereka yang ajaib. Organisasi besar yang dibangun di Salem itu hampir musnah, meskipun tradisi-tradisi dari masa ini menjadi dasar tradisi yang dibangun Musa ketika ia memimpin budak-budak Ibrani keluar dari Mesir.

Hilangnya Melkisedek menghasilkan kesedihan dalam hati Abraham yang tidak pernah sepenuhnya bisa ia atasi. Hebron telah ia tinggalkan saat ia menyerahkan ambisi membangun kerajaan duniawi; dan sekarang, setelah kehilangan rekannya dalam pembangunan kerajaan rohani, ia pergi dari Salem, pergi ke selatan untuk tinggal di dekat minat-minatnya di Gerar.

Abraham menjadi penakut dan pemalu segera setelah lenyapnya Melkisedek. Dia menyembunyikan identitasnya setelah tiba di Gerar, sehingga Abimelekh mengambil istrinya. (Tak lama setelah pernikahannya dengan Sarah, Abraham satu malam telah mendengar sebuah rancangan untuk membunuh dia dalam rangka untuk mendapatkan istrinya yang cemerlang itu. Ketakutan ini menjadi teror pada pemimpin yang biasanya perkasa dan berani ini; sepanjang hidupnya ia takut bahwa seseorang akan membunuhnya diam-diam untuk mendapatkan Sarah. Dan hal ini menjelaskan mengapa, pada tiga kesempatan terpisah, lelaki pemberani ini benar-benar jadi pengecut).

Tetapi Abraham tidak lama tergoyahkan dalam misinya sebagai penerus Melkisedek. Segera ia mendapat pengikut di antara orang Filistin dan orang-orangnya Abimelekh, membuat perjanjian dengan mereka, dan, pada gilirannya, ia menjadi tertular dengan banyak takhyul mereka, terutama oleh praktek mereka mengorbankan anak-anak sulung. Demikianlah Abraham kembali menjadi seorang pemimpin besar di Palestina. Ia dianggap terhormat oleh semua kelompok dan dihormati oleh semua raja. Ia adalah pemimpin rohani semua suku di sekitarnya, dan pengaruhnya berlanjut selama beberapa waktu setelah kematiannya. Selama tahun-tahun penutup hidupnya ia sekali lagi kembali ke Hebron, panggung kegiatan awalnya dan tempat dimana ia telah bekerjasama dengan Melkisedek. Tindakan terakhir Abraham adalah mengirim hamba-hamba terpercaya ke kota saudaranya, Nahor, di perbatasan Mesopotamia, untuk mendapatkan seorang perempuan dari bangsanya sendiri sebagai istri bagi anaknya Ishak. Sudah lama menjadi kebiasaan bangsanya Abraham untuk menikahi sepupu mereka. Maka Abraham meninggal dengan yakin dalam iman kepada Tuhan yang telah ia pelajari dari Melkisedek di sekolah-sekolah Salem yang menghilang itu.

Sulit bagi generasi berikutnya untuk memahami kisah Melkisedek; dalam waktu lima ratus tahun banyak yang menganggap seluruh cerita itu sebagai mitos. Ishak cukup baik memegang ajaran ayahnya dan memelihara kabar baik dari koloni Salem itu, namun sulit bagi Yakub anaknya untuk memahami pentingnya tradisi-tradisi ini. Yusuf anak Yakub percaya pada Melkisedek dan, terutama karena hal ini, dianggap oleh saudara-saudaranya sebagai pemimpi. Kehormatan Yusuf di Mesir terutama karena kenangan akan kakek buyutnya Abraham. Yusuf ditawari komando militer atas tentara Mesir, tetapi sebagai orang percaya yang teguh akan tradisi Melkisedek dan ajaran Abraham dan Ishak yang kemudian, ia memilih untuk melayani sebagai administrator sipil, karena percaya bahwa dengan demikian ia bisa bekerja lebih baik untuk pemajuan kerajaan surga.

Ajaran Melkisedek itu penuh dan lengkap, tetapi catatan dari hari-hari itu tampaknya mustahil dan fantastis bagi para imam Ibrani yang kemudian, meskipun banyak yang memiliki beberapa pemahaman tentang peristiwa-peristiwa ini, setidaknya sampai zaman pengeditan secara massal catatan-catatan Perjanjian Lama di Babel.

Apa yang digambarkan catatan Perjanjian Lama sebagai percakapan antara Abraham dan Tuhan itu pada kenyataannya adalah pembicaraan antara Abraham dan Melkisedek. Ahli-ahli kitab yang kemudian menganggap istilah Melkisedek itu sebagai sinonim dengan Tuhan. Catatan tentang begitu banyaknya kontak Abraham dan Sarah dengan “malaikat Tuhan” itu mengacu pada banyaknya perbincangan mereka dengan Melkisedek.

Kisah-kisah Ibrani tentang Ishak, Yakub, dan Yusuf itu jauh lebih bisa diandalkan daripada kisah-kisah tentang Abraham, meskipun juga mengandung banyak penyimpangan dari fakta, perubahan yang dibuat secara sengaja dan tidak sengaja pada saat pengumpulan catatan-catatan ini oleh para imam Ibrani selama pembuangan di Babel. Keturah bukan istri Abraham; seperti Hagar, ia hanya seorang selir. Semua hartanya Abraham pergi ke Ishak, putra Sarah, istri status. Abraham tidaklah setua seperti yang ditunjukkan catatan, dan istrinya jauh lebih muda. Usia-usia tersebut sengaja diubah untuk mendukung kelahiran Ishak yang belakangan dianggap ajaib itu.

Harga diri nasional orang-orang Yahudi itu sangat tertekan oleh pembuangan di Babel. Dalam reaksi mereka terhadap inferioritas nasional itu mereka beralih ke ekstrim lain egotisme kenegaraan dan kebangsaan, dimana mereka menyimpangkan dan mengubah tradisi-tradisi mereka dengan tujuan agar meninggikan diri mereka di atas semua ras sebagai umat pilihan Tuhan; dan karena itu mereka mengedit dengan cermat semua catatan mereka untuk tujuan mengangkat Abraham dan para pemimpin nasional lain mereka agar lebih tinggi di atas semua pribadi lain, tidak terkecuali Melkisedek itu sendiri. Oleh karena itu, ahli-ahli kitab Ibrani menghancurkan setiap catatan dari masa-masa penting ini yang bisa mereka temukan, melestarikan hanya kisah tentang pertemuan Abraham dan Melkisedek setelah pertempuran Sidim, yang mereka anggap mencerminkan kehormatan besar terhadap Abraham.

Dan dengan demikian, karena kehilangan pandangan tentang Melkisedek, mereka juga kehilangan ajaran Putra darurat ini mengenai misi rohani dari Putra anugerah yang dijanjikan; kehilangan pandangan akan sifat misi ini begitu sepenuhnya dan seluruhnya sehingga sangat sedikit dari keturunan mereka yang dapat atau bersedia mengenali dan menerima Mikhael ketika ia muncul di bumi dan di dalam daging sebagaimana Machiventa telah menubuatkanya.

Namun seorang penulis Kitab Ibrani memahami misi Melkisedek itu, sebab ada tertulis: “Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Tuhan, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.” Penulis ini menyebut Melkisedek sebagai sejenis dengan penganugerahan Mikhael kemudian, menegaskan bahwa Yesus adalah “imam selama-lamanya menurut peraturan Melkisedek.” Meskipun perbandingan ini tidak sepenuhnya menguntungkan, namun secara harfiah benar bahwa Kristus menerima gelar sementara untuk Urantia “atas perintah dari dua belas Melkisedek penyelamat” yang bertugas pada saat penganugerahan dirinya di dunia.

10. Status Sekarang Melkisedek Machiventa

Selama tahun-tahun inkarnasi Machiventa itu para penyelamat Melkisedek Urantia itu berfungsi sebagai sebelas. Ketika Machiventa menganggap bahwa misinya sebagai Putra darurat selesai, ia memberi sinyal tentang fakta ini kepada sebelas rekan-rekannya, dan mereka segera menyiapkan teknik supaya ia dilepaskan dari tubuh daging dan dengan aman dikembalikan ke status Melkisedek aslinya. Maka pada hari ketiga setelah kepergiannya dari Salem ia muncul di antara sebelas rekan-rekannya yang bertugas di Urantia dan melanjutkan kariernya yang terputus sebagai salah satu penyelamat planet Satania 606.

Machiventa menghentikan penganugerahan dirinya sebagai makhluk daging dan darah secara tiba-tiba dan begitu saja, sama seperti saat ia memulainya. Kedatangan maupun kepergiannya tidak disertai oleh pengumuman atau pertunjukan yang luar biasa; tidak ada panggilan hadir kebangkitan atau berakhirnya zaman dispensasi planet yang menandai penampilannya di Urantia; kedatangannya adalah penganugerahan diri darurat. Namun demikian Machiventa tidak mengakhiri kunjungannya dalam wujud manusia sampai ia telah dengan sepatutnya dilepaskan oleh Bapa Melkisedek dan telah diberitahu bahwa penganugerahan daruratnya telah menerima persetujuan dari kepala eksekutif Nebadon, Gabriel dari Salvington.

Machiventa Melkisedek terus menaruh minat besar dalam urusan-urusan keturunan orang-orang yang percaya ajaran-ajarannya ketika ia masih hidup dalam daging. Tetapi keturunan Abraham melalui Ishak yang saling menikah dengan orang-orang Keni itulah satu-satunya garis keturunan yang lama masih terus memelihara suatu konsep ajaran Salem yang jelas.

Melkisedek yang sama ini terus bekerjasama selama sembilan belas abad berikutnya dengan banyak nabi dan pelihat, dengan demikian berusaha untuk tetap menjaga tetap hidup kebenaran-kebenaran Salem sampai kepenuhan waktu untuk kemunculan Mikhael di bumi.

Machiventa terus menjadi penyelamat planet hingga masa kejayaan Mikhael di Urantia. Selanjutnya, ia digabungkan pada layanan Urantia di Yerusem sebagai salah satu dari dua puluh empat direktur, hanya baru saja ia telah diangkat ke posisi duta besar pribadi Putra Pencipta di Yerusem, menyandang predikat Wakil Pangeran Planet Urantia. Keyakinan kami adalah, selama Urantia tetap merupakan planet yang dihuni, Machiventa Melkisedek tidak akan sepenuhnya dikembalikan ke tugas ordo keputraannya tetapi akan tetap, berbicara dalam ukuran waktu, selamanya menjadi penatalayanplanet mewakili Mikhael Kristus.

Karena penganugerahan diri darurat yang ia lakukan di Urantia, tidaklah kelihatan dari catatan apa yang mungkin menjadi masa depan Machiventa. Bisa jadi korps Melkisedek Nebadon telah kehilangan secara permanen salah satu dari mereka. Putusan baru-baru ini yang diturunkan dari Yang Paling Tinggi dari Edentia, dan kemudian ditegaskan oleh Yang Purba Harinya dari Uversa, sangat kuat memberi kesan bahwa Melkisedek anugerah ini ditakdirkan untuk menduduki tempatnya Pangeran Planet yang jatuh, Kaligastia. Jika dugaan-dugaan kami dalam hal ini benar, maka mungkin sekali bahwa Melkisedek Machiventa akan mungkin muncul lagi secara pribadi di Urantia dan dalam beberapa cara yang diubah melanjutkan peran mantan Pangeran Planet yang diturunkan dari takhta itu, atau selain itu bisa muncul di bumi berfungsi sebagai wakil Pangeran Planet mewakili Kristus Mikhael, yang sekarang benar-benar memegang gelar Pangeran Planet Urantia. Meskipun jauh dari jelas bagi kami seperti apa takdir Machiventa jadinya, namun peristiwa-peristiwa yang baru-baru saja terjadi ini sangat memberi kesan bahwa dugaan sebelumnya di atas itu mungkin tidak jauh dari kebenaran.

Kami juga paham betul bagaimana, melalui kemenangannya di Urantia, Mikhael menjadi penerus Kaligastia maupun Adam; bagaimana ia menjadi Raja Damai planet dan Adam kedua. Dan sekarang kami menyaksikan penganugerahan jabatan Wakil Pangeran Planet Urantia kepada Melkisedek ini. Apakah dia juga akan merupakan Wakil Putra Material Urantia? Atau apakah ada kemungkinan bahwa suatu peristiwa yang tak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya akan terjadi, kembalinya suatu kali nanti Adam dan Hawa ke planet atau keturunan tertentu mereka sebagai wakil-wakil Mikhael dengan gelar-gelar wakil Adam kedua Urantia?

Dan semua spekulasi ini terkait dengan kepastian kemunculan masa depan Putra Magister maupun juga Guru Trinitas, dalam hubungannya dengan janji eksplisit dari Putra Pencipta untuk kembali lagi suatu kali nanti, membuat Urantia menjadi planet dengan ketidakpastian masa depan dan membuatnya satu dunia yang paling menarik dan membangkitkan minat di seluruh alam semesta Nebadon. Sepenuhnya mungkin pula bahwa, dalam suatu zaman masa depan ketika Urantia mendekati era terang dan hidup, setelah urusan-urusan pemberontakan Lucifer dan pemisahan diri Kaligastia telah pada akhirnya dihakimi, kita dapat menyaksikan hadirnya di Urantia, secara bersamaan, Machiventa, Adam, Hawa, dan Kristus Mikhael, demikian pula sesosok Putra Magister atau bahkan Putra-Putra Guru Trinitas.

Telah lama menjadi pendapat ordo kami bahwa kehadiran Machiventa di korps para direktur Urantia di Yerusem, dua puluh empat konselor itu, adalah bukti yang cukup untuk menjamin keyakinan bahwa ia ditakdirkan untuk mengikuti manusia Urantia melalui skema kemajuan dan kenaikan alam semesta, dan bahkan sampai ke Korps Firdaus Finalitas. Kami tahu bahwa Adam dan Hawa ditakdirkan seperti itu juga untuk menemani rekan-rekan bumi mereka pada petualangan Firdaus ketika Urantia telah dimapankan dalam terang dan hidup.

Kurang dari seribu tahun yang lalu Machiventa Melkisedek yang sama ini, yang pernah menjadi orang bijak Salem itu, secara tak terlihat hadir di Urantia selama periode seratus tahun, bertindak sebagai gubernur jenderal residen di planet ini; dan jika sistem pemerintahan urusan planet sekarang ini masih berlanjut, ia akan dijadwalkan kembali dalam jabatan yang sama dalam waktu sedikit lebih dari seribu tahun.

Inilah kisah Machiventa Melkisedek, salah satu yang paling unik dari semua karakter yang pernah menjadi terhubung dengan sejarah Urantia dan sesosok kepribadian yang mungkin ditakdirkan untuk memainkan peran penting dalam pengalaman masa depan duniamu yang tidak teratur dan yang tidak biasa itu.

[Disampaikan oleh sesosok Melkisedek dari Nebadon.]

Foundation Info

Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Urantia Foundation, 533 W. Diversey Parkway, Chicago, IL 60614, USA
Tel: +1-773-525-3319; Fax: +1-773-525-7739
© Urantia Foundation. All rights reserved