Makalah 34: Roh Ibu Alam Semesta Lokal

   
   Paragraph Numbers: On | Off
Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Buku Urantia

Makalah 34

Roh Ibu Alam Semesta Lokal

KETIKA sesosok Putra Pencipta dipersonalisasi oleh Bapa Semesta dan Putra Kekal, maka Roh Tanpa Batas mengindividualisasi suatu representasi yang baru dan unik dari dirinya sendiri untuk menyertai Putra Pencipta ini ke wilayah ruang angkasa, ke sana untuk menjadi pendampingnya, pertama, dalam pengorganisasian fisik, dan berikutnya, dalam penciptaan dan penatalayanan pada para makhluk ciptaan alam semesta yang baru dirancang itu.

Roh Kreatif bereaksi pada realitas fisik maupun rohani; demikian pula Putra Pencipta; sehingga mereka adalah rekan sederajat dan sekerja dalam administrasi suatu alam semesta lokal ruang dan waktu.

Roh-roh Putri ini adalah dari intisari Roh Tanpa Batas, tetapi mereka tidak dapat berfungsi dalam pekerjaan penciptaan fisik dan penatalayanan rohani secara bersamaan. Dalam penciptaan fisik, Putra Alam Semesta memberikan polanya, sedangkan Roh Semesta memulai materialisasi realitas-realitas fisiknya. Putra beroperasi dalam rancangan dayanya, tetapi Roh mengubah karya-karya energi ini menjadi substansi fisik. Meskipun agak sulit untuk melukiskan kehadiran alam semesta awal dari Roh Tanpa Batas ini sebagai sesosok pribadi, namun demikian, bagi Putra Pencipta rekan Rohnya itu adalah berpribadi dan telah selalu berfungsi sebagai individu yang jelas.

1. Personalisasi Roh Kreatif

Setelah penyelesaian organisasi fisik suatu gugus perbintangan dan keplanetan serta pembentukan sirkuit-sirkuit energi oleh pusat-pusat daya alam semesta super, setelah pekerjaan penciptaan pendahuluan ini oleh agen-agen Roh Tanpa Batas yang beroperasi melalui dan di bawah pimpinan fokalisasi kreatif alam semesta lokalnya (Roh Kreatif) maka dikeluarkanlah proklamasi sang Putra Mikhael bahwa untuk berikutnya kehidupan akan dirancang dalam alam semesta yang baru diorganisir itu. Pada saat Firdaus mengetahui deklarasi niat ini, di sana terjadilah suatu reaksi persetujuan dalam Trinitas Firdaus, diikuti oleh lenyapnya sinar rohani para Deitas untuk Roh Master alam semesta super di mana ciptaan baru ini sedang diorganisir. Sementara itu, para Roh Master yang lain datang mendekat ke tempat kediaman pusat para Deitas Firdaus ini, dan selanjutnya, ketika Roh Master yang dirangkul-Deitas ini muncul kembali dalam pengenalan sesama rekan-rekannya, terjadilah apa yang dikenal sebagai “letusan primer.” Ini adalah suatu kilatan rohani yang dahsyat, suatu fenomena yang dapat diamati sampai sejauh markas alam semesta super yang bersangkutan; dan bersamaan dengan manifestasi Trinitas yang sedikit dipahami ini, terjadilah suatu perubahan menyolok dalam sifat dari kehadiran dan kuasa roh kreatif dari Roh Tanpa Batas yang tinggal di alam semesta lokal yang bersangkutan. Sebagai tanggapan pada fenomena Firdaus ini maka segera mempersonalisasi, di hadapan Putra Pencipta itu juga, sesosok representasi pribadi Roh Tanpa Batas yang baru. Inilah dia Penatalayan Ilahi. Roh Kreatif yang diindividualisasi, penolong Putra Pencipta itu telah menjadi rekan kreatif pribadinya, yaitu Roh Ibu alam semesta lokal.

Dari dan melalui pemisahan pribadi baru dari Pencipta Bersama ini, keluarlah arus-arus yang mapan dan sirkuit-sirkuit yang resmi, kuasa roh dan pengaruh rohani yang ditujukan untuk merasuki semua dunia dan makhluk di alam semesta lokal itu. Dalam kenyataannya, kehadiran sosok yang baru dan berpribadi ini hanyalah suatu transformasi dari sang rekan sekerja Putra (Roh yang sudah ada sebelumnya dan yang kurang berpribadi itu), dalam pekerjaan pengorganisasian alam semesta fisik sebelumnya.

Inilah kisah tentang suatu drama yang menakjubkan hanya dalam beberapa kata, tetapi itu mewakili semua yang dapat diceritakan mengenai transaksi-transaksi yang sangat penting ini. Hal-hal itu seketika, tak terselami, dan tak dapat dipahami; rahasia teknik dan prosedur yang tinggal dalam pangkuan Trinitas Firdaus. Hanya satu hal saja yang kami pasti: Sebelumnya, kehadiran Roh dalam alam semesta lokal yang selama waktu penciptaan dan pengorganisasian yang murni fisik itu belum sempurna dibedakan dari rohnya Roh Tanpa Batas Firdaus; namun, setelah kemunculan lagi Roh Master pengawasnya dari rangkulan rahasia para Tuhan dan setelah kilatan energi rohani itu, manifestasi alam semesta lokal Roh Tanpa Batas itu tiba-tiba dan seluruhnya berubah menjadi keserupaan pribadi dengan Roh Master tersebut yang dalam hubungan transmutasi dengan Roh Tanpa Batas. Roh Ibu alam semesta dengan demikian memperoleh suatu sifat pribadi yang diwarnai oleh Roh Master dari alam semesta super wilayah kekuasaan astronomisnya.

Hadirat Roh Tanpa Batas yang dipersonalisasi (dipribadikan) ini, Roh Ibu Kreatif alam semesta lokal, dikenal di Satania sebagai Penatalayan Ilahi. Untuk semua maksud praktis dan tujuan rohani manifestasi Deitas ini adalah sosok individu ilahi, sosok pribadi roh. Dan seperti demikianlah ia dikenal dan dianggap oleh Putra Pencipta. Melalui lokalisasi dan personalisasi Sumber dan Pusat Ketiga di alam semesta lokal kita inilah bahwa Roh dapat selanjutnya menjadi demikian sepenuhnya tunduk pada Putra Pencipta sehingga mengenai Putra ini benarlah dikatakan, “Segala kuasa di sorga dan di bumi telah diberikan kepadanya.”

2. Kodrat Penatalayan Ilahi

Setelah mengalami metamorfosa kepribadian yang menyolok pada waktu penciptaan kehidupan, Penatalayan Ilahi sesudah itu berfungsi sebagai sosok yang berpribadi dan bekerjasama dengan cara yang sangat pribadi dengan Putra Pencipta dalam perencanaan dan pengelolaan urusan-urusan ciptaan lokal mereka yang luas itu. Bagi banyak jenis makhluk alam semesta, representasi dari Roh Tanpa Batas ini bahkan mungkin tidak tampak sepenuhnya berpribadi selama masa-masa sebelum penganugerahan diri Michael yang terakhir; namun setelah pengangkatan Putra Pencipta ke otoritas berdaulat Putra Master, Roh Ibu Kreatif menjadi demikian bertambah dalam kualitas-kualitas pribadinya sehingga menjadi dikenali secara pribadi oleh semua individu yang membuat kontak dengan dia.

Dari kerjasama yang paling awal dengan Putra Pencipta, Roh Semesta memiliki semua sifat pengendalian-fisik dari Roh Tanpa Batas, mencakup kemampuan penuh antigravitasi. Pada waktu pencapaian status berpribadi, Roh Alam Semesta melakukan pengendalian gravitasi batin yang sama penuh dan lengkapnya, dalam alam semesta lokal, seperti seandainya Roh Tanpa Batas sendiri yang hadir secara pribadi.

Dalam masing-masing alam semesta lokal, Penatalayan Ilahi berfungsi sesuai dengan kodrat dan karakteristik bawaan Roh Tanpa Batas seperti yang diwujudkan dalam salah satu Tujuh Roh Master Firdaus. Meskipun ada suatu keseragaman dasar karakter dalam diri semua Roh Alam Semesta, ada juga suatu keaneka-ragaman fungsi, yang ditentukan oleh asal usul mereka melalui salah satu Tujuh Roh Master. Perbedaan asal ini menyebabkan beragam teknik berfungsinya Roh Ibu alam semesta lokal dalam alam-alam semesta super yang berbeda. Namun dalam semua sifat rohani pokoknya, Roh-roh ini adalah identik, setara rohani dan sepenuhnya ilahi, terlepas dari perbedaan alam semesta super.

Roh Kreatif bertanggung jawab bersama dengan Putra Pencipta dalam menghasilkan makhluk-makhluk di dunia-dunia dan tidak pernah membiarkan Putra dalam semua upaya untuk menegakkan dan melestarikan ciptaan-ciptaan ini. Kehidupan itu dilayani dan dipelihara melalui agen Roh Kreatif. “Engkau mengirim roh-Mu, dan mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.”

Dalam penciptaan sebuah alam semesta makhluk cerdas, Roh Ibu Kreatif berfungsi pertama dalam wilayah kesempurnaan alam semesta, bekerjasama dengan Putra dalam menghasilkan Bintang Fajar yang Terang. Berikutnya keturunan dari Roh itu semakin mendekati golongan makhluk ciptaan di planet-planet, sebagaimana para Putra berjenjang menurun dari para Melkisedek sampai ke para Putra Material, yang benar-benar melakukan kontak dengan para manusia fana di alam-alam dunia. Dalam evolusi berikutnya makhluk-makhluk fana, para Putra Pembawa Kehidupan menyediakan tubuh fisik, membangunnya dari bahan baku diorganisir yang sudah ada di alam, sementara Roh Alam Semesta menyumbangkan “napas hidup.”

Meskipun segmen ketujuh alam semesta besar mungkin, dalam banyak hal, menjadi lambat dalam perkembangannya, namun para mahasiswa masalah-masalah kami yang berpikiran mendalam melihat ke depan kepada evolusi suatu ciptaan yang luar biasa seimbang-baik dalam zaman-zaman mendatang. Kami memperkirakan tingkat simetri yang tinggi di Orvonton ini disebabkan oleh Roh yang memimpin alam semesta super ini adalah kepala dari para Roh Master di tempat tinggi, sebagai kecerdasan roh yang merupakan penyatuan seimbang dan koordinasi sempurna dari sifat dan karakter seluruh tiga Deitas kekal. Kita lamban dan terkebelakang dibandingkan dengan sektor-sektor yang lain, namun di sana tak diragukan lagi telah menunggu kita suatu perkembangan yang transenden dan suatu pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya, pada suatu masa nanti dalam masa depan yang kekal.

3. Putra dan Roh dalam Waktu dan Ruang

Baik Putra Kekal maupun Roh Tanpa Batas itu tidak dibatasi atau dipengaruhi oleh waktu maupun ruang, tetapi tidak demikian dengan kebanyakan keturunan mereka.

Roh Tanpa Batas merasuki seluruh ruang dan mendiami lingkaran kekekalan. Sungguhpun demikian, dalam kontak pribadi mereka dengan anak-anak waktu, kepribadian-kepribadian dari Roh Tanpa Batas itu harus sering memperhitungkan unsur-unsur terkait waktu, meskipun tidaklah terlalu demikian dengan ruang. Banyak pelayanan batin mengabaikan ruang, tetapi menderita kelambatan waktu dalam menghasilkan koordinasi antara berbagai level realitas alam semesta. Sesosok Utusan Soliter itu hampir independen terhadap ruang kecuali bahwa waktu itu benar-benar dibutuhkan untuk bepergian dari satu lokasi ke lokasi yang lain; dan ada lagi entitas-entitas serupa yang tidak dikenal oleh kamu.

Dalam hak-hak prerogatif pribadi sesosok Roh Kreatif itu sepenuhnya dan seluruhnya independen terhadap ruang, tetapi tidak terhadap waktu. Tidak ada kehadiran pribadi yang dikhususkan dari Roh Alam Semesta tersebut, baik di markas konstelasi maupun sistem. Dia secara sama dan secara tersebar hadir di seluruh alam semesta lokalnya, dan oleh sebab itu, adalah sama secara harfiah dan pribadi hadir pada suatu dunia seperti di semua dunia yang lain.

Hanya mengenai unsur waktu, Roh Kreatif selalu terkendala dalam penatalayanan alam semestanya. Sesosok Putra Pencipta bertindak seketika di seluruh alam semestanya; tetapi Roh Kreatif harus berhitung dengan waktu dalam pelayanan batin semesta, kecuali selama dia secara sadar dan secara sengaja memanfaatkan hak prerogatif pribadinya Putra Alam Semesta. Dalam fungsi roh-murninya Roh Kreatif juga bertindak secara independen terhadap waktu demikian juga dalam kerjasamanya dengan fungsi misterius dari reflektivitas semesta itu.

Meskipun sirkuit gravitasi-roh dari Putra Kekal beroperasi secara independen baik terhadap waktu maupun ruang, namun semua fungsi Putra Pencipta itu tidak bebas dari batasan-batasan ruang. Jika transaksi-transaksi dunia evolusioner dikecualikan, para Putra Mikhael ini sepertinya dapat beroperasi secara relatif independen terhadap waktu. Sesosok Putra Pencipta tidak terkendala oleh waktu, tetapi dia dipengaruhi oleh ruang; dia secara pribadi tidak dapat berada di dua tempat pada waktu yang sama. Mikhael Nebadon bertindak secara bebas waktu di dalam alam semestanya sendiri dan melalui reflektivitas secara praktis seperti demikian dalam alam semesta super. Dia berkomunikasi secara bebas waktu dengan Putra Kekal secara langsung.

Penatalayan Ilahi adalah penolong yang penuh pengertian untuk Putra Pencipta, memungkinkan dia untuk mengatasi dan menutup keterbatasan-keterbatasan bawaan Putra mengenai ruang, karena jika keduanya ini berfungsi dalam persatuan administratif, mereka secara praktis independen terhadap ruang dan waktu di dalam batas-batas ciptaan lokal mereka. Sebab itu, seperti yang diamati secara praktis di seluruh suatu alam semesta lokal, Putra Pencipta dan Roh Kreatif biasanya berfungsi secara independen baik terhadap waktu maupun ruang karena selalu ada tersedia untuk masing-masing pembebasan waktu dan ruang dari yang satunya lagi.

Hanya sosok-sosok absolutlah yang independen terhadap waktu dan ruang dalam pengertian absolut. Mayoritas pribadi-pribadi bawahan dari Putra Kekal maupun Roh Tanpa Batas itu tunduk terhadap waktu maupun ruang.

Ketika sesosok Roh Kreatif menjadi “sadar ruang,” ia sedang bersiap untuk mengenali suatu “wilayah ruang” terbatas tertentu sebagai miliknya, suatu alam yang mana dia akan menjadi bebas ruang, dibedakan dengan semua ruang lain di mana dia akan dibatasi. Seseorang bebas memilih dan berbuat hanya dalam wilayah kesadaran orang itu.

4. Sirkuit-sirkuit Alam Semesta Lokal

Ada tiga sirkuit roh yang berbeda dalam alam semesta lokal Nebadon:

1. Roh anugerah dari Putra Pencipta, Sang Penghibur, Roh Kebenaran.

2. Sirkuit roh dari Penatalayan Ilahi, yaitu Roh Kudus.

3. Sirkuit pelayanan-kecerdasan, termasuk kegiatan-kegiatan yang kurang lebihnya dipersatukan namun berfungsi berbeda-beda, dari tujuh roh-batin ajudan.

Para Putra Pencipta dikaruniai dengan suatu roh untuk kehadiran alam semesta yang dalam banyak hal dapat disamakan dengan roh dari Tujuh Roh Master Firdaus. Ini adalah Roh Kebenaran yang dicurahkan ke atas sebuah dunia oleh sesosok Putra anugerah setelah dia menerima gelar rohani untuk dunia tersebut. Penghibur yang dianugerahkan ini adalah kekuatan rohani yang selalu menarik semua pencari kebenaran ke arah Dia yang adalah personifikasi kebenaran di dalam alam semesta lokal. Roh ini adalah suatu kemampuan bawaan dari Putra Pencipta, muncul dari kodrat ilahinya sama seperti sirkuit-sirkuit induk di alam semesta agung berasal dari kehadiran-kehadiran kepribadian para Deitas Firdaus.

Putra Pencipta bisa datang dan pergi; kehadiran pribadinya bisa ada di alam semesta atau tempat lain di mana saja; namun Roh Kebenaran masih berfungsi tanpa terganggu, karena kehadiran ilahi ini, meskipun berasal dari kepribadian Putra Pencipta, namun secara fungsional berpusat pada pribadi Penatalayan Ilahi.

Roh Ibu Semesta, meskipun demikian, tidak pernah meninggalkan dunia markas alam semesta lokal. Roh sang Putra Pencipta bisa dan memang berfungsi secara independen dari kehadiran pribadi sang Putra, tetapi tidaklah demikian dengan roh pribadi Roh Ibu Semesta. Roh Kudus dari Penatalayan Ilahi akan menjadi tidak berfungsi jika kehadiran pribadinya dipindahkan dari Salvington. Kehadiran rohnya sepertinya akan dipastikan di dunia markas alam semesta, dan fakta inilah yang memungkinkan roh Putra Pencipta untuk berfungsi secara independen terlepas di manapun tempat beradanya Putra. Roh Ibu Alam Semesta bertindak sebagai fokus dan pusat alam semesta untuk Roh Kebenaran demikian pula pengaruh pribadinya sendiri, yaitu Roh Kudus.

Putra-Bapa Pencipta dan Roh Ibu Kreatif keduanya menyumbangkan berbagai hal pada kemampuan batin anak-anak alam semesta lokal mereka. Namun Roh Kreatif tidak menganugerahkan batin sampai dia dikaruniai dengan hak prerogatif pribadi.

Golongan-golongan kepribadian super-evolusioner dalam suatu alam semesta lokal dikaruniai dengan tipe alam semesta lokal dari pola batin alam semesta super. Golongan-golongan kehidupan evolusioner manusia dan sub-manusia dikaruniai dengan tipe-tipe roh ajudan untuk pelayanan batin.

Tujuh roh-batin ajudan itu adalah ciptaan dari Penatalayan Ilahi suatu alam semesta lokal. Roh-roh-batin ini serupa dalam karakter tetapi berbeda-beda dalam kekuatan, dan semua sama-sama berbagi dari kodrat Roh Alam Semesta, meskipun mereka sulit dianggap sebagai pribadi-pribadi yang terpisah dari Pencipta Ibu mereka. Tujuh ajudan itu telah diberi nama berikut ini: roh hikmat, roh penyembahan, roh pertimbangan, rohpengetahuan, roh keberanian, roh pengertian, roh intuisi—untuk persepsi cepat.

Inilah “tujuh roh Allah,” “seperti obor-obor menyala-nyala di hadapan takhta itu,” yang dilihat nabi dalam simbol-simbol penglihatan. Namun dia tidak melihat tempat dua puluh empat sentinel penjaga di sekitar tujuh roh-batin ajudan ini. Catatan ini merupakan kebingungan mengenai dua penampakan, satu mengenai markas alam semesta dan yang lain mengenai ibukota sistem. Takhta-takhta dua puluh empat tua-tua adalah di Yerusem, markas sistem lokal dunia-dunia hunianmu.

Tetapi adalah tentang Salvington bahwa Yohanes menulis: “Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu”—itulah siaran-siaran alam semesta ke sistem-sistem lokal. Dia juga menyaksikan mengenai makhluk-makhluk pengendalian arah untuk alam semesta lokal, kompas-kompas hidup di dunia markas. Pengendalian arah di Nebadon ini dijalankan oleh empat makhluk pengendalian dari Salvington, yang beroperasi atas arus-arus alam semesta dan didukung dengan cakap oleh roh-batin yang berfungsi pertama, sang ajudan intuisi, roh “pengertian cepat.” Namun gambaran mengenai empat makhluk ini—yang disebut binatang—sedih sekali disalah-artikan; padahal mereka indah tanpa bandingan dan wujud sangat elok.

Empat arah penunjuk kompas itu universal dan melekat dalam kehidupan di Nebadon. Semua makhluk hidup memiliki unit-unit badani yang sensitif dan responsif terhadap arus-arus yang berhubungan dengan arah ini. Penciptaan makhluk ini diduplikasikan turun melalui alam semesta ke planet-planet individual, dan dalam rangkaian dengan gaya-gaya magnetik di dunia-dunia, mengaktivasikan kumpulan badan-badan mikroskopis dalam organisme hewan demikian rupa sehingga sel-sel penunjuk arah ini selalu menunjuk ke utara dan selatan. Dengan demikianlah perasaan orientasi arah selamanya ditetapkan dalam makhluk-makhluk hidup di alam semesta. Perasaan ini tidak sepenuhnya diperlukan sebagai milik sadar oleh umat manusia. Badan-badan ini diamati pertama kali di Urantia sekitar pada waktu narasi ini.

5. Pelayanan Roh

Penatalayan Ilahi bekerjasama dengan Putra Pencipta dalam formulasi kehidupan dan penciptaan golongan-golongan makhluk yang baru sampai pada waktu penganugerahan yang ketujuh, dan selanjutnya, setelah pengangkatan Putra ke kedaulatan penuh alam semesta, masih terus melanjutkan bekerjasama dengan Putra dan dengan roh anugerahnya Putra itu dalam pekerjaan lebih lanjut untuk pelayanan dunia dan kemajuan planet.

Di dunia-dunia yang dihuni Roh memulai pekerjaan untuk progresi evolusioner, memulai dengan bahan baku mati dari alam itu, pertama-tama mengaruniakan kehidupan tumbuhan, kemudian organisme hewan, lalu golongan pertama keberadaan manusia; dan tiap-tiap impartasi yang berurutan itu menyumbang ke pengungkapan lebih lanjut potensi evolusioner kehidupan planet dari tahap awal dan primitif sampai munculnya makhluk kehendak. Kerja dari Roh ini kebanyakan dilaksanakan melalui tujuh ajudan, roh-roh yang dijanjikan, batin-roh yang menyatukan dan mengkoordinasikan planet-planet berkembang, selalu dan secara bersatu memimpin ras-ras manusia menuju gagasan-gagasan yang lebih tinggi dan cita-cita rohani.

Manusia fana pertama kali mengalami pelayanan Roh dalam hubungannya dengan batin ketika batin hewani murni dari makhluk evolusioner itu mengembangkan kesanggupan penerimaan untuk roh ajudan penyembahan dan hikmat. Pelayanan dari ajudan keenam dan ketujuh ini menandakan bahwa evolusi batin melintasi ambang batas pelayanan rohani. Dan segera batin dengan fungsi penyembahan dan hikmat tersebut dimasukkan dalam sirkuit-sirkuit rohani dari Penatalayan Ilahi.

Ketika batin diperlengkapi demikian dengan pelayanan dari Roh Kudus, batin itu memiliki kesanggupan untuk (secara sadar dan tidak sadar) memilih kehadiran rohani Bapa Semesta—yaitu Pelaras Pikiran. Namun setelah sesosok Putra anugerah membebaskan Roh Kebenaran untuk pelayanan keplanetan bagi semua manusia, barulah semua batin yang normal secara otomatis disiapkan untuk penerimaan Pelaras Pikiran. Roh Kebenaran bekerja seperti satu dengan kehadiran roh dari Penatalayan Ilahi. Penghubung komunikasi roh rangkap dua ini melayang-layang di atas dunia-dunia, berusaha untuk mengajarkan kebenaran dan untuk secara rohani menerangi batin manusia, memberi inspirasi jiwa-jiwa makhluk-makhluk dari bangsa-bangsa yang menaik, dan untuk memimpin penduduk yang tinggal di planet-planet evolusioner agar senantiasa menuju sasaran Firdaus untuk takdir ilahi mereka.

Meskipun Roh Kebenaran itu dicurahkan ke atas semua manusia, roh sang Putra ini hampir sepenuhnya terbatas dalam fungsi dan kuasanya oleh penerimaan pribadi manusia itu tentang apa yang merupakan jumlah dan hakikat misi dari Putra anugerah. Roh Kudus itu sebagian independen dari sikap manusia dan sebagian dipengaruhi oleh keputusan dan kerjasama dari kehendak manusia. Meskipun demikian, pelayanan Roh Kudus akan menjadi makin efektif dalam pengudusan dan perohanian kehidupan batiniah manusia-manusia yang lebih sepenuhnya menaati pimpinan ilahi.

Sebagai individu-individu, kamu tidak secara pribadi memiliki suatu porsi atau entitas yang terpisah dari roh Putra-Bapa Pencipta atau Roh Ibu Kreatif; pelayanan-pelayanan ini tidak melakukan kontak dengan, tidak pula mendiami, pusat-pusat pemikiran dari batin individu itu seperti halnya Monitor Misteri. Pelaras Pikiran adalah individualisasi jelas dari realitas prapribadi Bapa Semesta, benar-benar mendiami batin manusia seperti suatu bagian dari batin itu sendiri, dan mereka selalu bekerja dalam harmoni sempurna dengan roh-roh gabungan dari Putra Pencipta dan Roh Kreatif.

Kehadiran Roh Kudus dari Putri Alam Semesta dari Roh Tanpa Batas, kehadiran Roh Kebenaran dari Putra Alam Semesta dari Putra Kekal, dan kehadiran roh-Pelaras dari Bapa Firdaus di dalam atau dengan seorang manusia evolusioner, menunjukkan kesimetrisan karunia dan pelayanan roh dan memungkinkan seorang manusia demikian untuk secara sadar menyadari fakta-iman mengenai dirinya sebagai anak Tuhan.

6. Roh dalam Manusia

Dengan bertambah majunya evolusi di sebuah planet hunian dan perohanian lebih lanjut penduduk-penduduknya, pengaruh rohani tambahan bisa diterima oleh pribadi-pribadi yang dewasa tersebut. Selagi manusia bergerak maju dalam pengendalian batin dan persepsi roh, berbagai pelayanan roh ini menjadi makin dan makin berkoordinasi dalam fungsi; mereka menjadi makin berbaur dengan penatalayanan menyeluruh dari Trinitas Firdaus.

Meskipun Keilahian mungkin jamak dalam manifestasinya, dalam pengalaman manusia, Ketuhanan itu tunggal, selalu esa. Pelayanan rohani juga tidak jamak dalam pengalaman manusia. Terlepas dari kejamakan (pluralitas) asal-mulanya, semua pengaruh roh itu satu dalam fungsi. Memang mereka adalah satu, sebagai pelayanan roh Tuhan Lipat Tujuh dalam dan kepada ciptaan-ciptaan alam semesta agung; dan sementara para makhluk bertumbuh dalam penghargaan tentang, dan penerimaan untuk, pelayanan yang mempersatukan dari roh ini, pelayanan itu menjadi dalam pengalaman mereka sebagai pelayanan dari Tuhan Mahatinggi.

Dari puncak kemuliaan kekal, Roh ilahi itu turun, melalui rangkaian tahapan yang panjang, untuk menjumpaimu sebagaimana kamu ada dan di mana engkau ada, dan kemudian, dalam kemitraan iman, dengan kasih merangkul jiwa dari asal fana itu dan untuk memulai penjejakan ulang yang yakin dan pasti kembali melalui langkah-langkah penurunan diri tadi, tanpa berhenti sampai jiwa-jiwa evolusi itu dengan selamat dimuliakan di puncak-puncak kebahagiaan, tempat dari mana sang Roh ilahi semula berangkat pada misi rahmat dan pelayanan ini.

Kekuatan-kekuatan rohani tak bisa salah dengan pasti mencari dan mencapai tingkat-tingkat semula mereka sendiri. Kareaa keluar dari Yang Kekal, mereka akan pasti kembali ke sana, membawa bersama mereka semua anak-anak waktu dan ruang yang telah mengikuti pimpinan dan pengajaran Pelaras yang mendiami mereka itu, mereka yang adalah benar-benar “dilahirkan dari Roh,” anak-anak imani Tuhan.

Roh ilahi adalah sumber pelayanan dan dorongan semangat berkelanjutan pada anak-anak manusia. Kuasa dan pencapaianmu itu “tetapi karena rahmat-Nya, oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh.” Kehidupan rohani, seperti halnya energi fisik, adalah dikonsumsi. Upaya rohani berakibat pada kelelahan rohani relatif. Seluruh pengalaman penaik itu nyata demikian pula bersifat rohani; sebab itu, benarlah apa yang ditulis, “Rohlah yang memberi hidup.” “Roh yang memberi hidup.”

Teori-teori mati dari doktrin agama yang paling tinggi sekalipun itu tak berdaya untuk mengubah karakter manusia atau mengendalikan kelakuan manusia. Apa yang dunia hari ini perlukan adalah kebenaran yang dikatakan pengajarmu di masa lalu: “bukan dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus.” Benih kebenaran teoretis itu mati, konsep moral tertinggi tanpa hasil, kecuali hanya dan hingga Roh ilahi itu memberi napas terhadap bentuk-bentuk kebenaran dan menghidupkan rumus-rumus kebajikan itu.

Mereka yang telah menerima dan mengenal Tuhan yang mendiami itu telah dilahirkan dari Roh. “Kamu adalah bait Allah, dan bahwa roh Allah diam di dalam kamu.” Tidaklah cukup bahwa roh itu dicurahkan ke atasmu; Roh ilahi itu harus mendominasi dan mengendalikan setiap tahap pengalaman manusia.

Kehadiran Roh ilahi, air hidup itulah, yang mencegah rasa haus ketidak-puasan manusia dan rasa lapar yang tak bisa dijelaskan dalam batin manusia yang tidak dirohanikan. Makhluk yang dimotivasi Roh itu “tidak pernah haus lagi, karena air rohani ini akan ada di dalam mereka, suatu mata air kepuasan yang memancar sampai hidup yang kekal.” Berbicara mengenai sukacita hidup dan kepuasan keberadaan duniawi, jiwa-jiwa yang diairi secara ilahi tersebut adalah hampir-hampir tidak tergantung pada lingkungan jasmani mereka. Mereka secara rohani diterangi dan disegarkan, secara moral dikuatkan dan dilengkapi.

Dalam setiap manusia ada suatu kodrat rangkap dua: warisan dari kecenderungan hewani dan dorongan tinggi dari karunia roh. Selama kehidupan pendek yang kamu hidupi di Urantia, dua dorongan yang berbeda dan berlawanan ini jarang dapat sepenuhnya diselaraskan; keduanya sulit diharmoniskan dan dipersatukan; tetapi dalam seluruh masa hidupmu Roh gabungan itu selalu melayani untuk mendukungmu agar semakin menundukkan daging lebih dan lebih lagi pada pimpinan Roh. Bahkan sekalipun kamu harus menjalani seluruh hidup jasmanimu, bahkan meskipun kamu tidak dapat lepas dari tubuh dan semua kebutuhannya, namun demikian, dalam niat dan cita-citamu makin diberdayakan untuk menundukkan kodrat hewani itu di bawah penguasaan Roh. Sungguh ada di dalammu suatu konspirasi kekuatan-kekuatan rohani, suatu konfederasi kuasa-kuasa ilahi, yang tujuan khususnya adalah untuk menghasilkan kelepasan akhirmu dari belenggu materi dan kendala-kendala terbatas.

Maksud dari semua penatalayanan ini adalah, “Supaya engkau dapat dikuatkan dengan kuasa oleh Roh-Nya dalam manusia batinmu.” Dan semua ini hanya merupakan langkah-langkah pendahuluan menuju pencapaian akhir untuk kesempurnaan iman dan layanan, pengalaman itu di mana engkau akan menjadi “dipenuhi dengan segala kepenuhan Allah,” “karena semua yang dipimpin oleh roh Allah adalah anak-anak Allah.”

Roh tidak pernah memaksa, tetapi hanya memimpin. Jika kamu adalah pembelajar yang mau, jika kamu ingin mencapai tingkat-tingkat roh dan menjangkau puncak-puncak ilahi, jika kamu dengan tulus berhasrat untuk meraih tujuan kekal, maka Roh ilahi akan dengan lembut dan penuh kasih memimpinmu sepanjang jalan keanakan dan kemajuan kerohanian. Setiap langkah yang kamu ambil haruslah langkah yang merupakan kesediaan, kerjasama yang cerdas dan gembira. Dominasi Roh tidak pernah dinodai oleh paksaan atau dicemari oleh keharusan.

Dan kalau kehidupan bimbingan roh demikian itu secara bebas dan cerdas diterima, maka secara berangsur-angsur berkembang di dalam batin manusia suatu kesadaran positif mengenai kontak ilahi dan keyakinan persekutuan roh; cepat atau lambat “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita (Pelaras), bahwa kita adalah anak-anak Allah.” Pelaras Pikiranmu sendiri telah memberitahukan padamu mengenai kekeluargaanmu dengan Tuhan sehingga catatan itu menjadi saksi bahwa Roh memberi kesaksian “bersama-sama rohmu,” bukan kepada rohmu.

Kesadaran mengenai penguasaan roh pada kehidupan seseorang itu segera diikuti oleh makin tampaknya ciri-ciri Roh dalam reaksi kehidupan manusia yang dipimpin roh itu, “karena buah-buah roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri.” Manusia yang dipimpin roh dan diterangi ilahi tersebut, meskipun mereka masih bekerja keras membanting tulang dan dalam kesetiaan manusiawi melakukan kewajiban-kewajiban tugas duniawi mereka, namun mereka telah mulai melihat cahaya-cahaya kehidupan kekal yang berkelip redup di pantai dunia lain yang amat jauh; mereka telah memulai untuk memahami realitas dari kebenaran yang memberi semangat dan menghiburkan itu, “Kerajaan Allah adalah bukan mengenai makanan dan minuman, namun mengenai kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus.” Dan di setiap cobaan dan di hadapan aniaya, jiwa-jiwa yang dilahirkan dari roh itu disokong oleh pengharapan yang melampaui semua ketakutan itu, karena kasih Tuhan dicurahkan dengan luas dalam semua hati manusia oleh kehadiran Roh ilahi itu.

7. Roh dan Daging

Daging, kodrat bawaan yang diturunkan dari ras-ras yang berasal dari hewan itu, tidak secara alami menghasilkan buah-buah dari Roh ilahi. Ketika kodrat manusia telah ditingkatkan oleh penambahan sifat dasar dari para Putra Material Tuhan, seperti halnya ras-ras Urantia dalam kadar tertentu dimajukan oleh penganugerahan diri Adam, maka jalan dipersiapkan lebih baik bagi Roh Kebenaran untuk bekerjasama dengan Pelaras yang diam di dalam untuk mengeluarkan panen indah buah-buah karakter dari roh. Jika kamu tidak menolak roh ini, maka sekalipun diperlukan kekekalan untuk menggenapi amanat, “dia akan memimpin engkau kepada seluruh kebenaran.”

Para manusia fana evolusioner yang mendiami dunia-dunia yang kemajuan rohaninya normal tidak mengalami konflik parah antara roh dan daging yang menjadi ciri ras-ras Urantia sekarang ini. Namun di planet yang paling ideal sekalipun, manusia pada masa pra-Adam harus mengedepankan usaha-usaha yang positif untuk naik dari jenjang kehidupan yang murni hewani naik melalui tingkat-tingkat berikutnya yang makin meningkat makna-makna intelektualnya dan lebih tinggi nilai-nilai rohaninya.

Manusia-manusia fana dalam dunia yang normal tidak mengalami peperangan terus menerus antara kodrat fisik dan rohani mereka. Mereka dihadapkan pada kebutuhan untuk mendaki naik dari tingkat eksistensi hewan menuju tataran kehidupan rohani yang lebih tinggi, namun kenaikan ini lebih seperti mengalami suatu pelatihan pendidikan kalau dibandingkan dengan konflik-konflik tajam orang-orang Urantia dalam wilayah kodrat jasmani dan rohani yang berbeda ini.

Bangsa-bangsa Urantia menderita dampak-dampak dari dua kali kehilangan bantuan dalam tugas untuk pencapaian rohani keplanetan progresif ini. Pergolakan Kaligastia menimpakan kekacauan seluruh dunia dan merampok semua generasi selanjutnya dari pendampingan moral yang akan disediakan oleh suatu masyarakat yang tertata rapi. Tetapi bencana yang lebih buruk lagi adalah kegagalan Adam karena hal itu membuat bangsa-bangsa tidak memperoleh jenis kodrat fisik yang lebih unggul yang akan lebih sesuai dengan aspirasi rohani.

Manusia-manusia Urantia terpaksa mengalami perjuangan yang demikian menyolok antara roh dan daging karena leluhur-leluhur jauh mereka tidak sepenuhnya di-Adamisasikan oleh penganugerahan Eden. Merupakan rencana ilahi bahwa ras-ras manusia Urantia seharusnya memiliki wujud fisik yang lebih tanggap terhadap roh secara alamiah.

Meskipun terjadi bencana ganda pada kodrat manusia dan lingkungannya ini, manusia masa kini akan tidak terlalu mengalami peperangan yang nyata antara daging dan roh ini jika mereka mau memasuki kerajaan roh, di dalam mana anak-anak imani Tuhan menikmati kelepasan relatif dari belenggu perbudakan daging melalui pelayanan pengabdian sepenuh hati yang menerangi dan membebaskan, yaitu pelayanan untuk melakukan kehendak Bapa di surga. Yesus menunjukkan pada umat manusia cara hidup manusia baru dengan mana manusia bisa sebagian besar lepas dari akibat mengerikan pemberontakan Kaligastia dan paling efektif menutupi kehilangan-kehilangan akibat kegagalan Adam. “Roh dari hidup Yesus Kristus telah membuat kita merdeka dari hukum hidup hewani dan cobaan dari yang jahat dan dosa.” “Inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”

Pria dan wanita yang mengenal Tuhan ini, yang telah dilahirkan oleh Roh, tidak mengalami konflik dengan kodrat fana mereka lebih banyak dibandingkan dengan penduduk dunia-dunia yang paling normal, planet-planet yang tidak pernah ternoda oleh dosa ataupun tersentuh oleh pemberontakan. Para anak-anak iman bekerja pada tingkatan-tingkatan intelektual dan hidup pada tataran-tataran rohani jauh di atas konflik-konflik yang dihasilkan dari nafsu-nafsu fisik yang tidak dikekang atau yang tidak alami. Nafsu hewani yang normal dan hasrat serta rangsangan alamiah dari kodrat fisik itu adalah tidak dalam konflik bahkan dengan pencapaian rohani yang paling tinggi, kecuali dalam pikiran orang-orang yang bodoh, salah diajar, atau orang-orang yang patut disayangkan karena terlalu teliti.

Setelah memulai berjalan pada jalan kehidupan kekal, setelah menyetujui penugasan dan menerima perintah-perintahmu untuk maju, janganlah takut terhadap bahaya-bahaya kelupaan manusiawi dan ketidak-tetapan manusia fana, jangan dipusingkan oleh kekuatiran mengenai kegagalan atau keruwetan yang membingungkan, jangan bimbang dan mempertanyakan status dan kedudukanmu, karena dalam setiap masa yang kelam, pada setiap jalan simpang dalam perjuangan maju, Roh Kebenaran akan selalu berbicara, berkata, “Inilah jalannya.”

[Disampaikan oleh sesosok Utusan Perkasa yang sementara ditugaskan untuk melayani di Urantia.]

Foundation Info

Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Urantia Foundation, 533 W. Diversey Parkway, Chicago, IL 60614, USA
Tel: +1-773-525-3319; Fax: +1-773-525-7739
© Urantia Foundation. All rights reserved