Makalah 154: Hari-hari Terakhir di Kapernaum

   
   Paragraph Numbers: On | Off
Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Buku Urantia

Makalah 154

Hari-hari Terakhir di Kapernaum

PADA HARI Sabtu malam yang penuh peristiwa, tanggal 30 April, ketika Yesus sedang mengatakan kata-kata penghiburan dan keberanian untuk para muridnya yang murung dan bingung itu, di Tiberias sebuah sidang sedang diadakan antara Herodes Antipas dan sekelompok utusan khusus mewakili Sanhedrin Yerusalem. Para Farisi ini mendesak Herodes untuk menangkap Yesus; mereka melakukan yang terbaik untuk meyakinkannya bahwa Yesus menghasut rakyat untuk pertikaian dan bahkan untuk pemberontakan. Tetapi Herodes menolak untuk mengambil tindakan terhadap dia sebagai pelaku pelanggaran politik. Para penasihat Herodes telah dengan benar melaporkan episode seberang danau ketika orang berusaha untuk menjadikan Yesus raja dan bagaimana dia menolak usulan itu.

Salah satu keluarga kerajaan Herodes, Khuza, yang istrinya termasuk korps wanita yang melayani, telah memberitahu kepada Herodes bahwa Yesus tidak mengusulkan untuk mencampuri urusan pemerintahan duniawi; bahwa dia hanya berurusan dengan pembentukan persaudaraan rohani pengikutnya, persaudaraan yang dia sebut kerajaan surga. Herodes percaya laporan Khuza, sedemikian rupa sehingga ia menolak untuk mencampuri kegiatan Yesus. Herodes juga dipengaruhi saat ini, dalam sikapnya terhadap Yesus, oleh ketakutan takhyulnya tentang Yohanes Pembaptis. Herodes adalah salah satu dari orang-orang Yahudi yang murtad, yang meskipun ia tidak percaya apapun, namun ia takut segalanya. Ia memiliki hati nurani yang buruk karena telah menjatuhkan hukuman mati pada Yohanes, dan ia tidak ingin terjerat dalam intrik-intrik melawan Yesus ini. Ia tahu banyak kasus penyakit yang tampaknya telah disembuhkan oleh Yesus, dan dia menganggap Yesus sebagai seorang nabi atau seorang fanatik agama yang relatif tidak berbahaya.

Ketika orang-orang Yahudi mengancam akan melaporkan kepada Kaisar bahwa ia melindungi seorang tokoh pengkhianat, Herodes memerintahkan mereka keluar dari ruang sidangnya. Dengan demikian perkara itu didiamkan selama satu minggu, selama waktu itu Yesus mempersiapkan para pengikutnya untuk penyebaran yang segera terjadi.

1. Satu Minggu Pertimbangan

Dari 1 Mei sampai 7 Mei Yesus mengadakan pertimbangan mendalam dengan para pengikutnya di rumah Zebedeus. Hanya para murid yang teruji dan terpercaya yang diizinkan masuk dalam pertemuan-pertemuan ini. Pada saat ini hanya ada sekitar seratus murid yang memiliki keberanian moral untuk menantang permusuhan orang-orang Farisi dan secara terbuka menyatakan kesetiaan mereka pada Yesus. Dengan kelompok ini ia mengadakan sesi pagi, siang, dan malam. Kelompok-kelompok kecil para penanya berkumpul setiap sore di tepi laut, dimana beberapa dari para penginjil atau rasul berceramah pada mereka. Kelompok-kelompok ini jarang berjumlah lebih dari lima puluh.

Hari Jumat pada minggu ini tindakan resmi diambil oleh penguasa sinagog Kapernaum untuk menutup rumah Allah itu terhadap Yesus dan semua pengikutnya. Tindakan ini diambil atas hasutan dari orang-orang Farisi Yerusalem. Yairus mengundurkan diri sebagai pemimpin kepala dan secara terbuka menggabungkan dirinya dengan Yesus.

Pertemuan pantai yang terakhir diselenggarakan pada hari Sabat sore, 7 Mei. Yesus berbicara kepada kurang dari seratus lima puluh orang yang telah berkumpul pada waktu itu. Sabtu malam ini menandai saat surut terendah dalam gelombang perhatian populer bagi Yesus dan ajarannya. Sejak saat itu terjadi pertumbuhan yang stabil, lambat, tetapi lebih sehat dan dapat diandalkan dalam sentimen yang menguntungkan; suatu pengikutan baru dibangun, yang didasarkan lebih baik pada iman rohani dan pengalaman keagamaan yang benar. Kini sudah berakhir secara pasti, tahap transisi campuran dan kompromi antara konsep materialistik kerajaan yang dipercaya pengikut-pengikut Guru dan konsep-konsep yang lebih idealis dan spiritual yang diajarkan oleh Yesus. Mulai sekarang ada proklamasi lebih terbuka dari injil kerajaan dalam lingkupnya yang lebih besar dan dalam implikasi-implikasi rohaninya yang sangat luas.

2. Satu Minggu Istirahat

Minggu, 8 Mei, 29 M., di Yerusalem, Sanhedrin mengesahkan dekret yang menutup sinagog-sinagog Palestina terhadap Yesus dan para pengikutnya. Ini adalah perampasan kekuasaan yang baru dan belum pernah terjadi sebelumnya oleh Sanhedrin Yerusalem. Sampai saat itu setiap sinagog telah berada dan berfungsi sebagai jemaah ibadah yang mandiri dan berada di bawah kekuasaan dan kepemimpinan dewan pengurusnya sendiri. Hanya sinagog-sinagog di Yerusalem yang selama ini tunduk pada otoritas Sanhedrin. Tindakan sewenang-wenang dari Sanhedrin ini diikuti oleh pengunduran diri lima anggotanya. Seratus orang utusan segera dikirim untuk menyampaikan dan menegakkan keputusan ini. Dalam waktu yang singkat dua minggu itu setiap sinagog di Palestina telah patuh pada manifesto Sanhedrin ini kecuali sinagog di Hebron. Para pemimpin sinagog Hebron menolak mengakui hak Sanhedrin untuk melaksanakan kekuasaan hukum atas sidang mereka. Penolakan untuk menyetujui dekret Yerusalem ini didasarkan pada pendapat mereka akan otonomi jemaah daripada berdasarkan simpati dengan gerakan Yesus. Tak lama kemudian sinagog Hebron dihanguskan oleh api.

Minggu pagi yang sama ini, Yesus mengumumkan satu minggu liburan, mendesak semua muridnya untuk kembali ke rumah atau teman-teman mereka untuk menenangkan jiwa mereka yang resah dan mengucapkan kata-kata semangat pada orang-orang yang mereka cintai. Dia berkata: “Pergilah ke beberapa tempatmu untuk bermain atau menangkap ikan sementara kalian berdoa untuk perluasan kerajaan.”

Minggu istirahat ini memungkinkan Yesus untuk mengunjungi banyak keluarga dan kelompok sekitar tepian danau. Dia juga pergi menangkap ikan dengan Daud Zebedeus pada beberapa kesempatan, dan sementara dia pergi sendirian pada sebagian besar waktunya, selalu ada mengintai di dekatnya dua atau tiga utusan Daud yang paling terpercaya, yang tentulah mendapat perintah dari kepala mereka mengenai pengamanan Yesus. Tidak ada pengajaran publik dalam bentuk apapun selama seminggu istirahat ini.

Ini adalah minggu ketika Natanael dan Yakobus Zebedeus menderita lebih dari penyakit ringan. Selama tiga hari dan malam mereka terserang parah oleh gangguan pencernaan yang menyakitkan. Pada malam ketiga Yesus menyuruh Salome, ibu Yakobus, untuk beristirahat, sementara dia melayani para rasulnya yang sakit. Tentu saja Yesus bisa langsung menyembuhkan kedua orang ini, tetapi itu bukan metode Anak ataupun Bapa dalam menangani kesulitan dan penderitaan sehari-hari anak-anak manusia di dunia-dunia evolusi waktu dan ruang. Tidak pernah sekalipun, dalam seluruh kehidupannya secara jasmani yang penuh peristiwa, Yesus melakukan suatu jenis pertolongan supranatural apapun untuk setiap anggota keluarga buminya atau demi kepentingan salah seorang dari pengikut langsungnya.

Kesulitan-kesulitan alam semesta harus dijumpai dan hambatan-hambatan keplanetan harus dihadapi sebagai bagian dari pengalaman pelatihan yang disediakan untuk pertumbuhan dan pengembangan, kesempurnaan yang progresif, untuk jiwa-jiwa manusia fana yang berevolusi itu. Spiritualisasi (perohanian) jiwa manusia itu membutuhkan pengalaman mendalam dengan solusi kependidikan untuk berbagai masalah alam semesta yang nyata. Kodrat hewani dan bentuk makhluk kehendak yang lebih rendah tidak maju dengan memuaskan dalam kemudahan lingkungan. Situasi-situasi yang bermasalah, digabung dengan rangsangan untuk pengerahan tenaga, bekerjasama untuk menghasilkan kegiatan-kegiatan pikiran, jiwa, dan roh tertentu yang menyumbang hebat pada pencapaian tujuan-tujuan yang layak menuju kemajuan fana dan pada pencapaian tingkat-tingkat takdir roh yang lebih tinggi.

3. Konferensi Tiberias Kedua

Pada tanggal 16 Mei diselenggarakan konferensi kedua di Tiberias antara pihak-pihak berwenang di Yerusalem dan Herodes Antipas. Hadir di situ pemimpin-pemimpin agama maupun politik dari Yerusalem. Para pemimpin Yahudi mampu melaporkan kepada Herodes bahwa praktis semua sinagog di Galilea maupun Yudea telah tertutup bagi ajaran Yesus. Sebuah upaya baru dibuat agar Herodes menahan Yesus, namun ia menolak untuk mengikuti permintaan mereka. Namun demikian, pada tanggal 18 Mei, Herodes setuju dengan rencana yang memungkinkan otoritas-otoritas Sanhedrin menangkap dia dan membawanya ke Yerusalem untuk diadili atas tuduhan keagamaan, asalkan penguasa Romawi di Yudea sependapat dengan rencana tersebut. Sementara itu, musuh-musuh Yesus dengan rajin menyebarkan desas-desus di seluruh Galilea bahwa Herodes telah menjadi bermusuhan pada Yesus, dan bahwa ia bermaksud untuk membasmi semua orang yang percaya pada ajaran-ajarannya.

Pada hari Sabtu malam, 21 Mei, kabar mencapai Tiberias bahwa otoritas-otoritas sipil di Yerusalem tidak keberatan pada perjanjian antara Herodes dan orang-orang Farisi agar Yesus ditangkap dan dibawa ke Yerusalem untuk diadili di hadapan Sanhedrin atas tuduhan menghina hukum-hukum suci negara Yahudi. Oleh karena itu, tepat sebelum tengah malam pada hari itu, Herodes menandatangani dekret yang memberi wewenang petugas Sanhedrin untuk menangkap Yesus dalam wilayahnya Herodes dan dengan paksa membawanya ke Yerusalem untuk diadili. Tekanan kuat dari banyak pihak dilakukan ke atas Herodes sebelum ia setuju untuk memberikan izin ini, dan ia juga tahu bahwa Yesus tidak bisa mengharapkan persidangan yang adil di hadapan musuh-musuh bebuyutannya di Yerusalem.

4. Sabtu Malam di Kapernaum

Pada hari Sabtu malam yang sama ini, di Kapernaum sekelompok lima puluh warga terkemuka bertemu di sinagog untuk membahas pertanyaan sangat penting: “Apa yang harus kita perbuat terhadap Yesus?” Mereka berbicara dan berdebat sampai lewat tengah malam, tetapi mereka tidak bisa menemukan suatu landasan bersama untuk kesepakatan. Selain dari beberapa orang yang cenderung pada keyakinan bahwa Yesus mungkin adalah Mesias, setidaknya seorang suci, atau mungkin seorang nabi, pertemuan itu terbagi menjadi empat kelompok hampir sama yang mempertahankan empat pandangan tentang Yesus berikut ini:

1. Bahwa dia adalah seorang fanatik agama yang sesat dan tidak berbahaya.

2. Bahwa dia adalah seorang penghasut berbahaya dan penuh tipu daya yang mungkin membangkitkan pemberontakan.

3. Bahwa dia bersekutu dengan setan-setan, bahwa ia bahkan mungkin seorang pemuka iblis.

4. Bahwa dia tidak waras, bahwa dia gila, mentalnya tidak seimbang.

Ada banyak pembicaraan tentang doktrin-doktrin pemberitaan Yesus yang membingungkan bagi rakyat biasa; musuh-musuhnya meyakini bahwa ajarannya tidak praktis, bahwa semuanya akan hancur berkeping-keping jika semua orang membuat upaya jujur ​untuk hidup sesuai dengan gagasan-gagasannya. Dan orang-orang dari banyak generasi berikutnya telah mengatakan hal yang sama. Banyak orang yang cerdas dan yang bermaksud baik, bahkan di zaman yang lebih tercerahkan pada waktu pewahyuan-pewahyuan ini, yang percaya bahwa peradaban modern tidak mungkin dibangun di atas ajaran-ajaran Yesus—dan mereka setengah benar. Tetapi semua peragu tersebut lupa bahwa peradaban yang jauh lebih baik bisa dibangun di atas ajaran-ajarannya, dan suatu hari nanti akan terjadi. Dunia ini tidak pernah serius mencoba untuk melaksanakan ajaran-ajaran Yesus pada skala besar, walaupun upaya-upaya setengah hati sering dibuat untuk mengikuti doktrin-doktrin yang disebut Kekristenan itu.

5. Minggu Pagi yang Penuh Peristiwa

Tanggal 22 Mei adalah hari penuh peristiwa dalam kehidupan Yesus. Pada hari Minggu pagi ini, sebelum fajar, seorang utusan Daud tiba amat terburu-buru dari Tiberias, membawa berita bahwa Herodes telah, atau hendak memberikan wewenang, untuk penangkapan Yesus oleh petugas-petugas dari Sanhedrin. Penerimaan berita tentang bahaya yang mendekat ini menyebabkan Daud Zebedeus membangunkan para utusannya dan mengirimkan mereka ke semua kelompok murid lokal, memanggil mereka untuk sidang darurat pada jam tujuh pagi itu. Ketika saudari tiri Yudas (adik Yesus) mendengar laporan mengkhawatirkan ini, dia bergegas mengirim berita kepada semua keluarga Yesus yang tinggal berdekatan, memanggil mereka agar segera berkumpul di rumah Zebedeus. Dan sebagai tanggapan pada panggilan terburu-buru ini, segeralah berkumpul Maria, Yakobus, Yusuf, Yudas, dan Rut.

Pada pertemuan pagi-pagi ini Yesus menyampaikan petunjuk perpisahannya kepada para murid yang berkumpul; yaitu, dia mengucapkan selamat berpisah untuk sementara saat itu, mengetahui dengan baik bahwa mereka akan segera tersebar dari Kapernaum. Dia mengarahkan mereka semua untuk mencari Tuhan untuk bimbingan dan melanjutkan pekerjaan kerajaan terlepas dari apapun akibatnya. Para penginjil akan bekerja sesuai yang mereka pandang tepat sampai saat mereka mungkin dipanggil. Dia memilih dua belas dari para penginjil untuk menemaninya; dua belas rasul dia minta agar tetap bersamanya apapun yang terjadi. Dua belas wanita dia minta untuk tetap berada di rumah Zebedeus dan di rumah Petrus sampai dia akan mengundang mereka.

Yesus setuju agar Daud Zebedeus melanjutkan layanan kurir di seluruh negeri, dan pada waktu mengucapkan perpisahan pada Guru setelah itu, Daud mengatakan: “Pergilah ke pekerjaanmu, Guru. Jangan biarkan para fanatik itu menangkap engkau, dan jangan pernah ragu bahwa para utusan akan mengikuti engkau. Orang-orangku tidak akan pernah kehilangan kontak denganmu, dan melalui mereka, engkau akan mengetahui tentang kerajaan di bagian-bagian lain, dan melalui mereka kami semua akan tahu tentang dirimu. Tidak ada yang akan terjadi padaku yang akan mengganggu layanan ini, karena aku telah menunjuk pemimpin pertama dan kedua, bahkan ketiga. Aku bukan seorang guru atau pengkhotbah, tetapi aku sepenuh hati melakukan hal ini, dan tidak ada yang bisa menghentikanku.”

Sekitar pukul 7:30 pagi itu Yesus memulai kata-kata perpisahan untuk hampir seratus orang percaya yang penuh sesak di dalam ruangan untuk mendengarnya. Ini adalah acara serius untuk semua yang hadir, tetapi Yesus kelihatan ceria tidak biasanya; dia sekali lagi seperti dirinya yang normal. Keseriusan berminggu-minggu telah hilang, dan dia memberi inspirasi semua mereka dengan kata-kata iman, pengharapan, dan keberanian.

6. Keluarga Yesus Tiba

Saat itu sekitar pukul delapan pada hari Minggu pagi ini ketika lima anggota keluarga bumi Yesus tiba di tempat kejadian menanggapi panggilan mendesak dari saudari iparnya Yudas. Dari semua keluarga kandungnya, hanya satu, Rut, yang percaya sepenuh hati dan terus menerus akan keilahian misinya di bumi. Yudas dan Yakobus, dan bahkan Yusuf, masih mempertahankan banyak kepercayaan mereka pada Yesus, tetapi mereka telah membiarkan harga diri mengganggu penilaian yang lebih baik dan kecenderungan rohani sebenarnya mereka. Maria demikian pula terbelah antara cinta dan takut, antara kasih ibu dan harga diri keluarga. Meskipun ia diusik oleh keraguan, ia tidak bisa sama sekali melupakan kunjungan Gabriel sebelum Yesus dilahirkan. Orang-orang Farisi telah berusaha untuk membujuk Maria bahwa Yesus itu lupa ingatan, gila. Mereka mendesak dia untuk pergi dengan anak-anaknya dan berusaha menghalanginya dari upaya lebih lanjut untuk pengajaran publik. Mereka meyakinkan Maria bahwa segera kesehatan Yesus akan hancur, dan bahwa hanya kehinaan dan aib yang bisa datang atas seluruh keluarga sebagai akibat dari membiarkan dia untuk terus melanjutkan. Jadi, ketika berita itu datang dari ipar Yudas, mereka berlima semua langsung berangkat ke rumah Zebedeus, setelah bersama-sama di rumah Maria, dimana mereka telah bertemu dengan orang-orang Farisi pada malam sebelumnya. Mereka telah berbicara dengan para pemimpin Yerusalem hingga larut malam, dan semuanya lebih atau kurang diyakinkan bahwa Yesus bertingkah aneh, bahwa dia telah bertindak aneh selama beberapa waktu. Meskipun Rut tidak bisa menjelaskan semua perilaku Yesus, ia bertahan bahwa Yesus selalu memperlakukan keluarganya dengan adil dan tidak setuju pada rencana mencoba membujuk Yesus agar tidak melakukan pekerjaan lebih lanjut.

Pada perjalanan ke rumah Zebedeus mereka memperbincangkan hal-hal ini lagi dan setuju di antara mereka sendiri untuk mencoba membujuk Yesus agar pulang ke rumah bersama mereka, karena, kata Maria: “Aku tahu aku dapat mempengaruhi anakku jika saja ia mau pulang dan mendengarkanku.” Yakobus dan Yudas telah mendengar rumor mengenai rencana untuk menangkap Yesus dan membawanya ke Yerusalem untuk diadili. Mereka juga menguatirkan keselamatan mereka sendiri. Selama Yesus adalah tokoh populer di mata publik, keluarganya membiarkan hal-hal itu terus berlangsung, tetapi sekarang orang-orang Kapernaum dan para pemimpin di Yerusalem tiba-tiba berbalik melawan dia, maka mereka mulai dengan sungguh merasakan tekanan dari anggapan tercela untuk posisi mereka yang memalukan.

Mereka telah berharap untuk bertemu dengan Yesus, membawanya ke samping, dan mendesaknya untuk pulang bersama mereka. Mereka telah berpikir untuk meyakinkannya bahwa mereka akan melupakan bahwa dia mengabaikan mereka—mereka akan memaafkan dan melupakan—jika saja ia mau menghentikan kebodohan mencoba untuk mengkhotbahkan agama baru yang hanya bisa membawa masalah pada dirinya sendiri dan aib ke atas keluarganya. Terhadap semua ini Rut hanya mengatakan: “Aku akan memberitahu kakakku bahwa aku pikir dia adalah manusia dari Allah, dan bahwa aku berharap dia bersedia untuk mati sebelum ia membiarkan orang-orang Farisi jahat itu menghentikan pemberitaannya.” Yusuf berjanji untuk menjaga Rut tetap diam sementara yang lain berbicara dengan Yesus.

Ketika mereka mencapai rumah Zebedeus, Yesus sedang berada di tengah-tengah penyampaian kata-kata perpisahannya kepada murid-murid. Mereka berusaha untuk bisa masuk ke dalam rumah, tapi rumah itu penuh sesak hingga meluap. Akhirnya mereka menempatkan diri mereka di teras belakang dan menyampaikan kabar yang disampaikan dari mulut ke mulut kepada Yesus, sehingga akhirnya kabar itu dibisikkan kepadanya oleh Simon Petrus, yang menghentikan pembicaraannya untuk tujuan tersebut, dan yang mengatakan: “Lihatlah, ibumu dan saudara-saudaramu ada di luar, dan mereka sangat ingin berbicara denganmu.” Adapun tidak disadari oleh ibunya betapa pentingnya pemberian pesan perpisahan ini kepada para pengikutnya, juga ibunya tidak tahu bahwa pidatonya itu kemungkinan akan diakhiri setiap saat oleh kedatangan para penangkapnya. Maria benar-benar berpikir, setelah sekian lama sepertinya renggang hubungan, mengingat fakta bahwa dia dan saudara-saudaranya sebenarnya telah menunjukkan kemurahan dengan benar-benar datang kepadanya, bahwa Yesus akan berhenti berbicara dan datang kepada mereka saat itu juga dia menerima kabar mereka sedang menunggu.

Hal ini hanya satu dari contoh-contoh bagaimana keluarga buminya tidak bisa memahami bahwa dia harus berada dalam urusan Bapanya. Maka Maria dan saudara-saudaranya sangat terluka ketika, walaupun dia berhenti berbicara sejenak untuk menerima pesan, bukannya dia bergegas keluar untuk menyambut mereka, mereka mendengar suara merdunya berkata dengan volume lebih keras: “Katakanlah kepada ibuku dan saudara-saudaraku bahwa mereka seharusnya tidak usah kuatir akan aku. Bapa yang mengutusku ke dalam dunia tidak akan meninggalkan aku; tidak juga bahaya apapun akan datang ke atas keluargaku. Minta mereka tetap teguh dan menaruh percaya mereka pada Bapa dari kerajaan itu. Tapi, sekalipun demikian, siapakah ibuku dan siapakah saudara-saudaraku?” Dan sambil mengulurkan tangannya ke seluruh pengikutnya yang berkumpul di dalam ruangan, dia berkata: “Aku tidak punya ibu; aku tidak punya saudara. Lihatlah ibuku dan lihatlah saudara-saudariku! Karena barangsiapa melakukan kehendak Bapaku yang ada di surga, orang yang sama itu adalah ibuku, saudaraku laki-laki, dan saudaraku perempuan.”

Dan ketika Maria mendengar kata-kata ini, ia pingsan dalam pelukan Yudas. Mereka membawanya keluar ke taman untuk menyadarkannya kembali sementara Yesus mengucapkan kata-kata penutup dari pesan perpisahannya. Dia kemudian akan keluar untuk berbicara dengan ibunya dan saudara-saudaranya, tetapi seorang utusan tiba dengan tergesa-gesa dari Tiberias membawa kabar bahwa para petugas Sanhedrin sedang dalam perjalanan mereka dengan wewenang untuk menangkap Yesus dan membawanya ke Yerusalem. Andreas menerima pesan ini dan, memotong perkataan Yesus, mengatakan hal itu kepadanya.

Andreas tidak ingat bahwa Daud telah memasang sekitar dua puluh lima penjaga di seputar rumah Zebedeus, dan bahwa tidak ada yang bisa mengambil mereka dengan tiba-tiba; jadi ia bertanya kepada Yesus apa yang harus dilakukan. Guru berdiri di sana dalam keheningan sementara ibunya, setelah mendengar kata-kata “aku tidak punya ibu” itu sedang pulih dari kekagetannya di taman. Tepat pada saat ini seorang wanita dalam ruangan berdiri dan berseru, “Diberkatilah rahim yang mengandung engkau dan diberkatilah dada yang menyusui engkau.” Yesus berpaling sejenak dari percakapannya dengan Andreas untuk menjawab wanita ini dengan mengatakan, “Tidak, yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang berani memeliharanya.”

Maria dan saudara-saudara Yesus berpikir bahwa Yesus tidak memahami mereka, bahwa dia telah kehilangan minat akan mereka, namun sedikit menyadari bahwa merekalah yang gagal untuk memahami Yesus. Yesus sepenuhnya memahami bagaimana sulitnya bagi manusia untuk memutuskan hubungan dengan masa lalu mereka. Dia tahu bagaimana insan manusia itu terpengaruh oleh kefasihan bicara pengkhotbah, dan bagaimana hati nurani menanggapi pada daya penarik seruan emosional sebagaimana halnya pikiran pada logika dan akal sehat, tapi dia juga tahu bagaimana jauh lebih sulitnya untuk meyakinkan orang agar memutuskan ikatan dengan masa lalunya.

Selamanya benar bahwa semua orang yang mungkin berpikir bahwa mereka itu salah dipahami atau tidak dihargai memiliki dalam diri Yesus seorang teman untuk bersimpati dan penasihat yang mengerti. Dia telah memperingatkan para rasulnya bahwa musuh manusia mungkin adalah anggota rumah tangganya sendiri, tetapi dia baru saja menyadari betapa dekat prediksi ini akan berlaku pada pengalamannya sendiri. Yesus tidak meninggalkan keluarga buminya untuk melakukan pekerjaan Bapanya—tapi merekalah yang meninggalkan dia. Belakangan, setelah kematian dan kebangkitan Guru, ketika Yakobus adiknya itu menjadi terkait dengan gerakan Kristen mula-mula, ia menderita tak terkira sebagai akibat dari kegagalannya untuk menikmati hubungan lebih awal ini dengan Yesus dan murid-muridnya.

Pada waktu melewati peristiwa-peristiwa ini, Yesus memilih untuk dibimbing oleh pengetahuan terbatas dari pikiran manusiawinya. Dia ingin menjalani pengalaman dengan rekan-rekannya sebagai manusia biasa saja. Dan ada dalam pikiran manusiawi Yesus untuk melihat keluarganya sebelum dia pergi. Dia tidak ingin berhenti di tengah-tengah ceramahnya dan dengan demikian membuat pertemuan pertama mereka setelah sekian lama terpisah itu menjadi urusan publik. Dia berniat untuk menyelesaikan pidatonya dan kemudian bercakap-cakap dengan mereka sebelum pergi, tetapi rencana ini digagalkan oleh konspirasi peristiwa yang segera mengikuti.

Tergesa-gesanya pelarian mereka ditambah oleh kedatangan serombongan utusan Daud di pintu masuk belakang rumah Zebedeus. Keributan yang dihasilkan oleh orang-orang ini menakutkan para rasul yang berpikir bahwa para pendatang baru itu mungkin adalah yang akan menangkap mereka, dan karena takut segera ditangkap, mereka bergegas melalui pintu depan ke kapal yang menunggu. Dan semua ini menjelaskan mengapa Yesus tidak melihat keluarganya menunggu di teras belakang.

Namun demikian Yesus berkata kepada Daud Zebedeus saat memasuki kapal dalam pelarian tergesa-gesa itu: “Beritahukan ibuku dan saudara-saudaraku bahwa aku menghargai kedatangan mereka, dan bahwa aku berniat untuk berjumpa mereka. Nasihati mereka untuk tidak mencari kesalahan dalam diriku melainkan untuk mencari pengetahuan tentang kehendak Allah dan untuk keikhlasan dan keberanian agar melakukan kehendak itu.”

7. Pelarian Tergesa-gesa

Demikianlah pada hari Minggu pagi ini, tanggal dua puluh dua Mei, pada tahun 29 M, Yesus, dengan dua belas rasul dan dua belas penginjilnya, melarikan diri dengan tergesa-gesa dari petugas Sanhedrin yang sedang dalam perjalanan mereka ke Betsaida dengan wewenang dari Herodes Antipas untuk menangkapnya dan membawanya ke Yerusalem agar diadili atas tuduhan penghujatan dan pelanggaran-pelanggaran lain terhadap hukum suci orang Yahudi. Hampir jam setengah sembilan pada pagi hari yang indah ini ketika rombongan dua puluh lima ini mengawaki dayung dan bertolak ke pantai timur Danau Galilea.

Mengikuti kapal Guru ada satu kapal lain yang lebih kecil, yang berisi enam utusan Daud, yang diperintahkan untuk menjaga kontak dengan Yesus dan rekan-rekannya dan memastikan agar informasi tentang keberadaan dan keselamatan mereka secara teratur dikirimkan ke rumah Zebedeus di Betsaida, yang telah berfungsi sebagai markas untuk pekerjaan kerajaan selama beberapa waktu. Tetapi Yesus tidak pernah lagi punya membuat kediamannya di rumah Zebedeus. Mulai dari saat itu, dalam seluruh sisa kehidupan di buminya, Guru benar-benar “tidak punya tempat dimana untuk meletakkan kepalanya.” Tidak lagi dia miliki bahkan yang mirip suatu kediaman menetap sekalipun.

Mereka mendayung ke dekat desa Kheresa, menempatkan kapal mereka dalam penjagaan teman-teman, dan memulai pengembaraan tahun terakhir yang penuh peristiwa dalam kehidupan Guru di bumi ini. Untuk sementara waktu mereka tetap dalam wilayah Filipus, pergi dari Kheresa ke utara ke Kaisarea-Filipi, dari situ berjalan melintas ke pantai Fenisia.

Kerumunan orang bertahan seputar rumah Zebedeus mengawasi dua kapal ini berlayar ke seberang danau menuju pantai timur, dan mereka berangkat dengan baik ketika petugas Yerusalem menyerbu dan mulai mencari Yesus. Mereka menolak untuk percaya bahwa dia telah lolos dari mereka, dan sementara Yesus dan rombongannya sedang melakukan perjalanan ke utara melalui Batanea, orang-orang Farisi dan para asisten mereka menghabiskan hampir seminggu penuh sia-sia mencari dia di lingkungan sekitar Kapernaum.

Keluarga Yesus kembali ke rumah mereka di Kapernaum dan menghabiskan hampir seminggu bercakap-cakap, berdebat, dan berdoa. Mereka penuh dengan kebingungan dan kekuatiran. Mereka masih tidak tenang dalam pikiran sampai Kamis sore, ketika Rut kembali dari kunjungan ke rumah Zebedeus, dimana ia mendengar dari Daud bahwa kakak-ayahnya itu selamat dan dalam kesehatan yang baik serta sedang berjalan menuju pantai Fenisia.

Foundation Info

Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Urantia Foundation, 533 W. Diversey Parkway, Chicago, IL 60614, USA
Tel: +1-773-525-3319; Fax: +1-773-525-7739
© Urantia Foundation. All rights reserved