Makalah 181: Nasihat dan Peringatan Terakhir

   
   Red Jesus Text: On | Off    Paragraph Numbers: On | Off
Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Buku Urantia

Makalah 181

Nasihat dan Peringatan Terakhir

SETELAH penutup ceramah perpisahan kepada sebelas rasul, Yesus bercakap-cakap secara informal dengan mereka dan menceritakan lagi banyak pengalaman yang bersangkutan dengan mereka sebagai kelompok dan sebagai perorangan. Akhirnya mulai disadari orang-orang Galilea ini bahwa teman dan guru mereka itu akan meninggalkan mereka, dan harapan mereka memegang pada janji bahwa, setelah sesaat lagi, dia akan kembali bersama mereka, tetapi mereka cenderung lupa bahwa kunjungan kembali ini juga hanya untuk sesaat saja. Banyak dari para rasul dan murid-murid terkemuka benar-benar berpikir bahwa janji untuk kembali untuk sesaat pendek ini (selang waktu pendek antara kebangkitan dan kenaikan) menunjukkan bahwa Yesus hanya akan pergi untuk kunjungan singkat kepada Bapanya, setelah itu dia akan kembali untuk mendirikan kerajaan. Dan penafsiran terhadap ajarannya semacam itu sesuai dengan keyakinan yang terbentuk sebelumnya maupun dengan harapan fanatik mereka. Karena keyakinan sepanjang hidup dan harapan-harapan untuk penggenapan keinginan mereka sesuai seperti itu, maka tidak sulit bagi mereka untuk menemukan suatu penafsiran terhadap kata-kata Guru yang akan membenarkan kerinduan kuat mereka.

Setelah ceramah perpisahan itu dibahas dan mulai mengendap dalam benak mereka, Yesus kembali memanggil para rasul untuk berkumpul dan memulai penyampaian nasihat dan peringatan terakhirnya.

1. Kata-kata Penghiburan Terakhir

Setelah sebelas menempati tempat-tempat mereka, Yesus berdiri dan berbicara pada mereka: “Selama aku ada bersama kamu dalam daging, aku hanyalah dapat menjadi satu orang di tengah-tengah kamu atau di seluruh dunia ini. Tapi ketika aku telah dilepaskan dari badan yang bersifat fana ini, aku akan dapat kembali sebagai penghuni roh dalam masing-masing kamu dan semua orang lain yang percaya injil kerajaan ini. Dengan cara ini Anak Manusia akan menjadi penjelmaan rohani dalam jiwa semua orang percaya yang sejati.

“Setelah aku kembali untuk hidup di dalam kamu dan bekerja melalui kamu, aku bisa lebih baik memimpin kamu melalui kehidupan ini dan membimbing kamu melalui banyak tempat kediaman dalam kehidupan masa depan dalam langit segala langit. Hidup dalam ciptaan kekal-Nya Bapa itu bukanlah istirahat menganggur tak berujung dan kemudahan diri sendiri melainkan kemajuan tanpa henti dalam kasih karunia, kebenaran, dan kemuliaan. Masing-masing dari banyak, banyak sekali tempat persinggahan di rumah milik Bapaku itu adalah tempat perhentian sementara, suatu kehidupan yang dirancang untuk mempersiapkan kamu untuk hidup yang berikutnya lagi ke depan. Dan demikianlah anak-anak terang akan pergi dari kemuliaan kepada kemuliaan sampai mereka mencapai keadaan ilahi yang di dalamnya mereka disempurnakan secara rohani seperti Bapa adalah sempurna dalam segala hal.

“Jika kamu mau mengikuti aku ketika aku meninggalkan kamu, ajukan upayamu yang paling sungguh-sungguh untuk hidup sesuai dengan roh dari ajaran-ajaranku dan dengan ideal dari hidupku—yaitu melakukan kehendak Bapaku. Lakukan ini, bukannya mencoba untuk menirukan kehidupan alamiku dalam daging seperti yang telah aku telah, terpaksa, diharuskan untuk menjalaninya di dunia ini.

“Bapa mengutus aku ke dalam dunia ini, tetapi hanya beberapa dari kamu telah memilih sepenuhnya untuk menerima aku. Aku akan mencurahkan rohku ke atas semua manusia, tapi semua orang tidak akan memilih untuk menerima guru yang baru ini sebagai penuntun dan penasihat bagi jiwa. Tapi sebanyak yang menerimanya akan dicerahkan, dibersihkan, dan dihiburkan. Dan Roh Kebenaran ini di dalam mereka akan menjadi suatu mata air hidup yang memancar ke dalam kehidupan kekal.

“Dan sekarang, karena aku hendak meninggalkan kamu, aku akan mengucapkan kata-kata penghiburan. Damai aku tinggalkan bersama kamu; damaiku aku berikan kepada kamu. Aku membuat pemberian-pemberian ini tidak seperti yang dunia berikan—yaitu berdasarkan ukuran—tapi aku berikan setiap kamu semua yang kamu mau terima. Janganlah gelisah hatimu, janganlah juga takut. Aku telah mengalahkan dunia, dan dalam aku kamu semua akan menang melalui iman. Aku telah memperingatkan kamu bahwa Anak Manusia akan dibunuh, tapi aku memastikan kamu aku akan kembali sebelum aku pergi kepada Bapa, meskipun itu hanya sebentar. Dan setelah aku naik kepada Bapa, aku pastilah akan mengirim guru yang baru itu untuk bersama kamu dan tinggal di dalam hati-hati kamu itu. Dan ketika kamu melihat semuanya ini terjadi, janganlah kecil hati, melainkan percayalah, berhubung kamu tahu itu semua sebelumnya. Aku telah mengasihi kamu dengan perhatian yang besar, dan aku tidak akan meninggalkan kamu, tapi itu adalah kehendak Bapa. Saatku sudah tiba.

“Jangan ragukan setiap kebenaran ini bahkan setelah kamu tersebar kemana-mana oleh penganiayaan dan tertunduk oleh banyak dukacita. Ketika kamu merasa bahwa kamu sendirian di dunia ini, aku akan tahu mengenai kesendirian kamu, demikian pula ketika kamu tersebar masing-masing ke tempat kamu, meninggalkan Anak Manusia dalam tangan musuh-musuhnya, kamu akan mengetahui kesendirianku. Tapi aku tidak pernah sendiri; selalu ada Bapa bersamaku. Bahkan pada saat seperti itupun aku akan berdoa untuk kamu. Dan semua hal ini telah aku beritahukan agar kamu mungkin memiliki damai dan memilikinya lebih berlimpah. Dalam dunia ini kamu akan mendapat aniaya, tetapi tetap bergembiralah; aku telah berkemenangan di dunia dan menunjukkan kepada kamu jalan menuju sukacita kekal dan pelayanan selama-lamanya.”

Yesus memberikan damai kepada sesamanya, para pelaku kehendak Tuhan tetapi tidak menurut golongan sukacita dan kepuasan dari dunia materi ini. Para materialis dan fatalis yang tidak percaya hanya bisa berharap untuk menikmati hanya dua jenis damai dan penghiburan jiwa: Entah mereka harus menjadi orang stoic, yang dengan resolusi teguh bertekad untuk menghadapi yang tak terelakkan dan menanggung yang terburuk; atau mereka harus menjadi orang optimis, yang selalu kecanduan pada harapan itu yang memancar kekal dalam dada manusia, dengan sia-sia merindukan untuk damai yang tidak pernah benar-benar datang.

Sejumlah tertentu dari ajaran stoikisme maupun optimisme itu berguna dalam menjalani kehidupan di bumi, tetapi keduanya tidak berkaitan sedikitpun dengan kedamaian agung yang Anak Tuhan karuniakan ke atas saudara-saudaranya dalam daging. Damai yang Mikhael berikan pada anak-anaknya di bumi adalah damai itu juga yang mengisi jiwanya sendiri ketika dia sendiri menjalani kehidupan insani dalam daging dan di dunia ini juga. Damainya Yesus adalah sukacita dan kepuasan dari individu yang mengenal Tuhan yang telah mencapai kemenangan mempelajari sepenuhnya bagaimana melakukan kehendak Tuhan sementara menjalani kehidupan fana dalam daging. Damainya batin Yesus didasarkan pada suatu iman manusia yang mutlak dalam aktualitas pemeliharaan Bapa ilahi yang bijaksana dan simpatik. Yesus mendapat permasalahan di bumi, dia bahkan telah secara keliru disebut sebagai “orang yang penuh kesengsaraan,” tetapi dalam dan melalui semua pengalaman ini dia menikmati penghiburan dari keyakinan itu yang selalu memberinya kekuatan untuk terus melanjutkan tujuan hidupnya dalam kepastian penuh bahwa dia sedang melaksanakan kehendak Bapa.

Yesus bertekad, gigih, dan benar-benar mengabdi pada pemenuhan misinya, tapi dia bukan seorang stoa yang tak berperasaan dan kebal; dia selalu mencari aspek kegembiraan dari pengalaman hidupnya, tapi dia bukan seorang optimis yang buta dan menipu diri sendiri. Guru tahu semua yang akan menimpa dirinya, dan dia tidak takut. Setelah dia menganugerahkan damai ini kepada masing-masing pengikutnya, dia secara konsisten bisa berkata, “Janganlah gelisah hatimu, janganlah juga takut.”

Damai dari Yesus, sebab itu, adalah kedamaian dan kepastian seorang anak yang sepenuhnya percaya bahwa kariernya untuk waktu dan kekekalan itu secara aman dan sepenuhnya berada dalam pemeliharaan dan penjagaan Bapa roh yang mahabijaksana, mahakasih, dan mahakuasa. Dan inilah, memang, suatu damai yang melewati pemahaman pikiran manusia fana, tetapi yang dapat dinikmati hingga penuh oleh hati manusia yang percaya.

2. Nasihat-nasihat Pribadi Perpisahan

Guru telah selesai memberikan petunjuk perpisahannya dan menyampaikan nasihat terakhirnya kepada para rasul sebagai sebuah kelompok. Dia kemudian beralih untuk mengucapkan selamat tinggal secara perorangan dan memberikan kepada masing-masing sepatah kata untuk nasihat pribadi, bersama-sama dengan berkat perpisahannya. Para rasul masih duduk seputar meja seperti ketika mereka pertama kali duduk untuk ikut dalam Perjamuan Terakhir, dan sementara Guru pergi seputar meja berbicara kepada mereka, setiap orang bangkit berdiri ketika Yesus berbicara kepadanya.

Kepada Yohanes, Yesus berkata: “Kamu, Yohanes, adalah yang paling muda dari saudara-saudaraku. Kamu telah sangat dekat dengan aku, dan meskipun aku mengasihi kamu semua dengan kasih yang sama dengan yang seorang bapa limpahkan pada anak-anaknya, kamu ditunjuk oleh Andreas sebagai satu dari tiga yang harus selalu berada di dekatku. Selain ini, kamu telah bertindak demi aku dan harus terus bertindak demikian dalam banyak urusan mengenai keluargaku di bumi. Dan aku pergi kepada Bapa, Yohanes, dengan keyakinan penuh bahwa kamu akan terus mengawasi mereka yang adalah milikku dalam daging. Pastikan bahwa kebingungan mereka saat ini mengenai misiku sama sekali tidak mencegah kamu mengulurkan kepada mereka semua simpati, nasihat, dan bantuan sama seperti kamu tahu aku lakukan jika aku tetap berada dalam daging. Dan ketika mereka semua datang melihat terang dan masuk sepenuhnya ke dalam kerajaan, meskipun kamu semua akan menyambut mereka dengan gembira, aku bersandar pada kamu, Yohanes, untuk menyambut mereka demi aku.

“Dan sekarang, sementara aku masuk pada jam-jam penutupan pekerjaan bumiku, tetaplah dekat agar aku dapat meninggalkan pesan apapun kepadamu mengenai keluargaku. Berkenaan dengan pekerjaan yang ditaruh dalam tanganku oleh Bapa, hal itu sekarang selesai kecuali kematianku dalam daging, dan aku siap untuk minum cawan yang terakhir ini. Tapi karena tanggung jawab yang diserahkan kepadaku oleh ayah bumiku, Yusuf, meskipun aku mengurusi hal-hal ini selama hidupku, aku sekarang harus bergantung kepada kamu untuk bertindak mewakili aku dalam semua urusan ini. Dan aku telah memilih kamu untuk melakukan hal ini demi aku, Yohanes, karena kamu adalah yang termuda dan karena itu akan sangat mungkin hidup lebih lama daripada rasul-rasul yang lain ini.

“Pernah kami memanggil kamu dan saudaramu anak-anak guruh. Kamu mulai bersama kita berpikiran keras dan tidak toleran, tetapi kamu telah berubah banyak sejak kamu inginkan aku memanggil api turun ke atas kepala orang-orang tidak percaya yang bodoh dan ceroboh itu. Dan kamu masih harus berubah lebih lagi. Kamu harus menjadi rasul dari perintah baru yang aku malam ini telah berikan kepadamu. Abdikan hidupmu untuk mengajari saudara-saudara kamu bagaimana untuk saling mengasihi, seperti aku telah mengasihi kamu.”

Saat Yohanes Zebedeus berdiri di sana dalam ruang atas, air mata bergulir turun di pipinya, ia menatap wajah Guru dan berkata: “Dan begitulah akan aku lakukan, Guruku, tapi bagaimana aku bisa belajar mengasihi saudara-saudaraku lebih lagi?” Lalu jawab Yesus: “Kamu akan belajar lebih mengasihi saudara-saudaramu kalau kamu pertama-tama belajar untuk lebih lagi mengasihi Bapa mereka di surga, dan setelah kamu menjadi benar-benar lebih tertarik pada kesejahteraan mereka dalam waktu dan dalam kekekalan. Dan semua minat manusia seperti itu dipupuk oleh simpati yang memahami, pelayanan tanpa pamrih, dan pengampunan yang tak habis-habisnya. Jangan ada orang yang akan merendahkan kemudaanmu, tapi aku menasihatkan kamu selalu memberikan pertimbangan sepantasnya pada fakta bahwa usia seringkali mewakili pengalaman, dan bahwa tidak ada dalam urusan manusia yang dapat menggantikan tempat pengalaman nyata. Berusahalah untuk hidup damai dengan semua orang, khususnya teman-temanmu dalam persaudaraan kerajaan surgawi. Dan, Yohanes, selalu ingat, jangan bertengkar dengan jiwa-jiwa yang kamu mau menangkan untuk kerajaan.”

Kemudian Guru, melewati seputar tempatnya sendiri, berhenti sejenak di sisi tempatnya Yudas Iskariot. Para rasul agak heran karena Yudas belum kembali sebelum ini, dan mereka sangat ingin tahu makna wajah sedih Yesus saat dia berdiri di sisi tempat kosong si pengkhianat itu. Tapi tak ada dari mereka, kecuali mungkin Andreas, yang menyimpan pikiran sedikitpun bahwa bendahara mereka telah pergi untuk mengkhianati Gurunya, seperti yang Yesus telah isyaratkan kepada mereka sebelumnya pada petang hari dan selama perjamuan. Begitu banyak yang telah berlangsung sehingga, pada waktu itu, mereka sama sekali sudah melupakan pengumuman Guru bahwa salah seorang dari mereka akan mengkhianatinya.

Yesus kemudian pergi ke Simon Zelot, yang berdiri dan mendengarkan nasihat ini: “Kamu adalah anak sejati dari Abraham yang sejati, tapi sungguh lama aku telah mencoba untuk membuat kamu menjadi seorang anak dari kerajaan surgawi ini. Aku mengasihimu dan begitu juga semua saudara-saudaramu. Aku tahu bahwa kamu mengasihiku, Simon, dan bahwa kamu juga mengasihi kerajaan, tetapi kamu masih tetap ingin membuat kerajaan ini datang sesuai dengan keinginanmu. Aku tahu betul bahwa kamu pada akhirnya akan memahami sifat dan makna rohani dari injilku, dan bahwa kamu akan melakukan pekerjaan berani dalam pekabarannya, tapi aku cemas mengenai apa yang bisa terjadi pada kamu ketika aku pergi. Aku akan bersukacita jika tahu bahwa kamu tidak akan goyah; aku akan menjadi senang jika aku dapat mengetahui bahwa, setelah aku pergi kepada Bapa, kamu tidak akan berhenti menjadi rasulku, dan bahwa kamu akan dengan memuaskan mengembalikan dirimu sebagai duta kerajaan surgawi.”

Yesus baru saja berhenti berbicara kepada Simon Zelot ketika patriot yang berapi-api itu, sambil mengeringkan matanya, menjawab: "Guru, jangan kuatir untuk kesetiaanku. Aku telah meninggalkan segala sesuatu agar aku bisa mengabdikan hidupku untuk pendirian kerajaanmu di bumi ini, dan aku tidak akan goyah. Aku telah selamat dari setiap kekecewaan sejauh ini, dan aku tidak akan meninggalkan engkau."

Dan kemudian, sambil meletakkan tangannya di bahu Simon, Yesus berkata: "Sungguh menyegarkan mendengar kamu bicara seperti itu, terutama pada saat seperti ini, tapi, temanku yang baik, kamu masih belum tahu apa yang kamu bicarakan. Tidak sesaatpun aku meragukan kesetiaanmu, pengabdianmu; aku tahu kamu tidak akan ragu untuk pergi dalam pertempuran dan mati bagi aku, seperti semua yang lain ini juga” (dan mereka semua dengan kuat mengangguk setuju), “tapi itu tidak akan diminta dari kamu. Aku telah berulang kali memberitahukanmu bahwa kerajaanku itu bukan dari dunia ini, dan bahwa murid-muridku tidak akan bertempur untuk menghasilkan pendiriannya. Aku telah mengatakan kepadamu hal ini berkali-kali, Simon, tapi kamu menolak untuk menghadapi kebenaran. Aku tidak kuatir mengenai loyalitasmu kepadaku dan kepada kerajaan, tapi apa yang akan kamu lakukan ketika aku pergi dan kamu akhirnya terbangun pada kenyataan bahwa kamu telah gagal untuk menangkap makna dari ajaranku, dan bahwa kamu harus menyesuaikan kesalah-pahamanmu pada kenyataan tentang tatanan urusan-urusan rohani yang berbeda dalam kerajaan?"

Simon ingin berbicara lebih jauh, tetapi Yesus mengangkat tangannya, dan sambil menghentikannya, lalu melanjutkan dengan mengatakan: “Tak satu pun dari rasul-rasulku yang lebih tulus dan jujur di hati daripada kamu, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang akan begitu kecewa dan patah semangat seperti kamu, setelah kepergianku. Dalam semua kekecewaanmu rohku akan tinggal bersama kamu, dan mereka ini, saudara-saudaramu, tidak akan meninggalkan kamu. Jangan lupa apa yang telah kuajarkan kepadamu mengenai hubungan kewarganegaraan di bumi dengan keanakan dalam kerajaan rohaninya Bapa. Renungkan baik-baik semua yang telah kukatakan kepada kamu tentang memberikan kepada Kaisar apa yang milik Kaisar dan kepada Tuhan apa yang milik Tuhan. Abdikan hidupmu, Simon, untuk menunjukkan bagaimana memuaskannya manusia fana bisa memenuhi perintahku mengenai pengakuan bersamaan antara tugas duniawi terhadap kuasa-kuasa pemerintahan dan layanan rohani dalam persaudaraan kerajaan. Jika kamu mau diajar oleh Roh Kebenaran, tidak akan pernah ada konflik antara kewajiban kewarganegaraan di bumi dan keanakan di surga kecuali penguasa-penguasa duniawi berani untuk menuntut dari kamu pemujaan dan penyembahan yang adalah hanya milik Tuhan.

“Dan sekarang, Simon, ketika kamu akhirnya melihat semua ini, dan setelah kamu membebaskan diri dari depresimu dan telah pergi memberitakan injil ini dalam kuasa yang besar, jangan pernah lupa bahwa aku ada bersamamu bahkan melalui semua masa kekecewaanmu, dan bahwa aku akan terus ada bersama kamu sampai pada akhirnya. Kamu akan selalu menjadi rasulku, dan setelah kamu menjadi bersedia untuk melihat melalui mata roh dan lebih sepenuhnya menyerahkan kehendakmu pada kehendak Bapa di surga, maka kamu akan kembali pada pekerjaan sebagai utusanku, dan tidak ada yang akan mengambil dari kamu kewenangan yang telah aku karuniakan atas kamu, karena lambatnya kamu memahami kebenaran yang aku telah ajarkan padamu. Jadi, Simon, sekali lagi aku memperingatkan kamu bahwa siapa yang bertarung dengan pedang akan binasa oleh pedang, sedangkan mereka yang bekerja dalam roh mencapai hidup selama-lamanya dalam kerajaan yang akan datang, dengan sukacita dan damai dalam kerajaan yang sekarang ada. Dan ketika pekerjaan yang diberikan ke dalam tanganmu itu selesai di bumi, kamu, Simon, akan duduk bersama aku dalam kerajaanku di atas sana. Kamu akan benar-benar melihat kerajaan yang kamu telah rindukan, tapi tidak dalam kehidupan yang ini. Teruslah percaya kepadaku dan pada apa yang telah aku ungkapkan kepadamu, dan kamu akan menerima karunia hidup yang kekal.”

Setelah Yesus selesai berbicara kepada Simon Zelot, dia melangkah ke Matius Lewi dan berkata: “Tidak lagi akan diserahkan ke atas kamu untuk mengisi kas kelompok kerasulan. Segera, sangat segera, kamu akan semua tercerai-berai; kamu tidak akan diizinkan untuk menikmati hubungan yang menghibur dan mendukung bahkan dari satupun saudara-saudaramu. Saat kamu maju memberitakan injil kerajaan ini, kamu akan harus menemukan bagi dirimu rekan-rekan yang baru. Aku telah mengutus kamu keluar berdua-dua selama masa-masa pelatihanmu, tapi bahwa sekarang aku akan meninggalkan kamu, setelah kamu pulih dari goncangan, kamu akan pergi sendirian, dan sampai ke ujung bumi, memberitakan kabar baik ini: Bahwa manusia yang dihidupkan oleh iman itu adalah anak-anak Tuhan.”

Kemudian berbicaralah Matius: “Tapi, Guru, siapa yang akan mengutus kami, dan bagaimana kami akan tahu ke mana harus pergi? Apakah Andreas yang akan menunjukkan kepada kami jalannya?” Yesus menjawab: “Tidak, Lewi, Andreas tidak akan lagi memimpin kamu dalam pemberitaan injil. Dia akan, memang, terus sebagai teman dan penasihat kamu sampai hari itu ketika sang guru baru itu datang, dan kemudian Roh Kebenaran akan memimpin masing-masing kamu pergi kemana-mana untuk bekerja bagi perluasan kerajaan. Banyak perubahan telah terjadi atas kamu sejak hari itu di kantor bea cukai ketika kamu pertama kali berangkat untuk mengikuti aku; tetapi banyak lagi yang harus terjadi sebelum kamu akan dapat melihat visi tentang suatu persaudaraan yang di dalamnya orang kafir duduk bersama orang Yahudi dalam hubungan persaudaraan. Tapi lanjutkanlah dengan doronganmu untuk memenangkan saudara-saudara Yahudimu sampai kamu sepenuhnya puas dan kemudian berpalinglah dengan kuasa kepada orang-orang kafir. Satu hal yang kamu dapat pastikan, Lewi: kamu telah memenangi kepercayaan dan kasih sayang dari saudara-saudaramu; mereka semua mengasihimu.” (Dan semua sepuluh mereka menunjukkan persetujuan mereka pada kata-kata Guru).

“Lewi, aku tahu banyak tentang kecemasan, pengorbanan, dan jerih lelahmu untuk menjaga kas terisi ulang yang mana saudara-saudaramu tidak tahu, dan aku bersukacita bahwa, meskipun dia yang membawa tas uang itu tidak hadir, duta pemungut cukai itu ada di sini pada pertemuan perpisahanku dengan utusan-utusan kerajaan. Aku berdoa agar kamu bisa melihat makna ajaranku dengan mata dari roh. Dan ketika guru yang baru itu datang ke dalam hatimu, ikuti terus sementara dia akan memimpin kamu dan biarlah saudara-saudaramu melihat -- bahkan seluruh dunia -- apa yang dapat Bapa lakukan untuk seorang pengumpul pajak yang dibenci yang berani mengikuti Anak Manusia dan percaya injil kerajaan. Bahkan dari pertama, Lewi, aku mengasihimu sama seperti aku kepada orang-orang Galilea yang lain ini. Maka ketahuilah baik-baik bahwa baik Bapa maupun Anak tidak pilih kasih, pastikan bahwa kamu tidak membeda-bedakan antara mereka yang menjadi orang percaya kepada injil melalui pelayanan kamu. Jadi, Matius, abdikanlah seluruh layanan hidup masa depanmu untuk menunjukkan semua orang bahwa Tuhan itu tidak pilih kasih; bahwa, dalam pandangan Tuhan dan dalam persekutuan kerajaan, semua manusia itu setara, semua orang percaya adalah anak-anak Tuhan.”

Kemudian Yesus melangkah ke Yakobus Zebedeus, yang berdiri dengan diam saat Guru berbicara kepadanya, berkata: “Yakobus, ketika kamu dan adikmu suatu kali datang kepadaku mencari keutamaan dalam kehormatan kerajaan, dan aku katakan bahwa kehormatan seperti itu adalah Bapa yang anugerahkan, aku bertanya apakah kamu mampu meminum cawanku, dan kamu berdua menjawab bahwa kamu mampu. Bahkan jika kamu saat itu tidak mampu, dan jika kamu sekarang tidak mampu, kamu akan segera disiapkan untuk layanan tersebut oleh pengalaman yang kamu akan segera lewati. Oleh perilaku tersebut kamu membuat marah saudara-saudaramu pada waktu itu. Jika mereka belum sepenuhnya memaafkanmu, mereka akan memaafkanmu ketika mereka melihat kamu minum cawanku. Apakah pelayananmu itu akan panjang atau pendek, kuasailah jiwamu dalam kesabaran. Ketika guru baru itu datang, biarlah dia mengajarkanmu sikap tenang belas kasihan dan toleransi simpatik yang lahir dari keyakinan mendalam kepadaku dan dari penyerahan yang sempurna pada kehendak Bapa. Abdikan hidupmu untuk demonstrasi gabungan kasih sayang manusiawi dengan martabat ilahi dari murid yang kenal Tuhan dan yang percaya Anak. Dan semua orang yang hidup demikian akan mewahyukan injil bahkan dengan cara kematian mereka. Kamu dan saudaramu Yohanes akan pergi jalan yang berbeda, dan salah satu dari kamu boleh duduk dengan aku dalam kerajaan kekal itu jauh sebelum yang satunya. Akan banyak membantu kamu jika kamu mau belajar bahwa hikmat sejati itu mencakup kebijaksanaan demikian pula keberanian. Kamu harus belajar kebijaksanaan untuk berjalan bersama dengan keagresifan kamu. Akan datang saat-saat tertinggi ketika murid-muridku tidak akan ragu untuk menyerahkan nyawa mereka bagi injil ini, tetapi dalam semua keadaan yang biasa akan jauh lebih baik untuk menenangkan amarah orang-orang yang tidak percaya supaya kamu dapat hidup dan terus memberitakan kabar gembira itu. Sejauh hal itu tergantung pada kuasamu, hiduplah lama di bumi sehingga hidupmu bertahun-tahun itu dapat berbuah jiwa-jiwa yang dimenangkan untuk kerajaan surga.”

Setelah Guru selesai berbicara dengan Yakobus Zebedeus, dia melangkah keliling ke ujung meja dimana Andreas duduk dan, sambil melihat mata pembantunya yang setia itu, mengatakan: “Andreas, kamu telah dengan setia mewakili aku sebagai penjabat kepala duta-duta kerajaan surgawi. Meskipun kamu kadang-kadang ragu dan pada waktu-waktu lain menunjukkan sifat segan yang berbahaya, namun, kamu selalu dengan tulus adil dan jelas wajar dalam berurusan dengan rekan-rekanmu. Sejak pentahbisan kamu dan saudara-saudaramu sebagai utusan kerajaan, kamu telah mengatur sendiri dalam semua urusan administrasi kelompok kecuali bahwa aku menunjuk kamu sebagai penjabat kepala orang-orang pilihan ini. Tidak ada dalam urusan duniawi lainnya aku telah bertindak untuk menyuruh atau untuk mempengaruhi keputusanmu. Dan ini aku lakukan dalam rangka untuk menyediakan kepemimpinan dalam pengaturan semua pertemuan kelompok kamu berikutnya. Dalam alam semestaku dan dalam alam segala alam-alam semesta Bapaku, para anak-saudara kita diurusi sebagai individu dalam semua hubungan rohani mereka, tetapi dalam semua hubungan kelompok kita selalu menyediakan kepemimpinan yang jelas. Kerajaan kita adalah wilayah yang tertib, dan dimana dua atau lebih makhluk yang memiliki kehendak bertindak dalam kerjasama, ada selalu disediakan wewenang untuk kepemimpinan.

“Dan sekarang, Andreas, karena kamu adalah kepala untuk saudara-saudaramu oleh wewenang dari penunjukanku, dan karena kamu telah menjabat seperti itu sebagai perwakilan pribadiku, dan karena aku hendak meninggalkan kamu dan pergi kepada Bapaku, aku membebaskan kamu dari semua tanggung jawab dalam hal urusan duniawi dan administrasi ini. Mulai sekarang kamu tidak boleh menjalankan kewenangan hukum atas saudara-saudaramu, kecuali apa yang telah kamu peroleh dalam kapasitasmu sebagai pemimpin rohani, dan yang sebab itu saudara-saudaramu dengan sukarela mengakuinya. Dari jam ini kamu tidak boleh menjalankan wewenang atas saudara-saudaramu kecuali mereka mengembalikan kewenangan tersebut kepada kamu oleh tindakan mereka membuat peraturan yang jelas setelah aku pergi kepada Bapa. Namun pelepasan dari tanggung jawab sebagai kepala pengelolaan kelompok ini tidak dengan cara apapun mengurangi tanggung jawab moral kamu untuk melakukan segalanya dalam kemampuanmu untuk mempertahankan saudara-saudaramu agar tetap bersama-sama dengan tangan yang kukuh dan penuh kasih selama waktu ujian yang tepat di depan, hari-hari yang harus berada antara keberangkatanku secara jasmani dan pengiriman guru baru itu yang akan hidup dalam hatimu, dan yang pada akhirnya akan membawa kamu ke dalam seluruh kebenaran. Sementara aku bersiap untuk meninggalkan kamu, aku akan membebaskan kamu dari semua tanggung jawab pengelolaan yang permulaan dan wewenangnya berasal dari kehadiranku sebagai seorang di antara kamu. Mulai saat ini aku akan memberlakukan hanya wewenang rohani atas kamu dan antara kamu.

"Jika saudara-saudara kamu ingin mempertahankan kamu sebagai penasihat mereka, aku menyuruh agar kamu akan, dalam segala hal yang duniawi dan rohani, untuk melakukan yang terbaik untuk meningkatkan kedamaian dan keharmonisan antara berbagai kelompok orang percaya injil yang tulus. Abdikan sisa hidupmu untuk meningkatkan sisi-sisi praktis dari kasih persaudaraan di antara saudara-saudaramu. Jadilah baik hati kepada saudara-saudaraku dalam daging ketika mereka menjadi sepenuhnya percaya injil ini; tunjukkan pengabdian penuh kasih dan tidak memihak kepada orang-orang Yunani di Barat dan kepada Abner di Timur. Meskipun ini, rasul-rasulku, akan segera tersebar ke empat penjuru bumi, untuk memberitakan kabar baik tentang keselamatan sebagai anak Tuhan, kamu perlu mempertahankan mereka bersama-sama selama waktu cobaan yang tepat di depan, masa ujian berat yang selama itu kamu harus belajar untuk percaya injil ini tanpa kehadiran pribadiku sementara kamu sabar menunggu kedatangan guru baru, Roh Kebenaran itu. Dan begitulah, Andreas, meskipun mungkin bukan bagian kamu untuk melakukan karya-karya besar seperti yang terlihat oleh manusia, jadilah puas menjadi guru dan penasihat orang-orang yang melakukan hal-hal tersebut. Lanjutkan pekerjaanmu di bumi sampai akhir, dan kemudian kamu akan meneruskan pelayanan ini dalam kerajaan kekal, karena bukankah banyak kali telah kukatakan bahwa aku memiliki domba-domba lain yang bukan dari kawanan ini?”

Yesus kemudian pindah ke si kembar Alfeus, dan sambil berdiri di antara mereka, mengatakan: “Anak-anakku yang kecil, kamu adalah satu dari tiga kelompok bersaudara yang memilih untuk mengikuti aku. Semua kamu berenam telah berbuat baik untuk bekerja dengan tenang dengan saudara kandung kamu sendiri, tetapi tidak ada yang melakukannya lebih baik daripada kamu. Masa-masa sulit ada di depan kita. Kamu mungkin tidak memahami semua yang akan menimpa kamu dan saudara-saudara kamu, tetapi jangan pernah ragu bahwa kamu pernah dipanggil pada pekerjaan kerajaan. Untuk sementara waktu tidak akan ada orang banyak untuk dikelola, tapi jangan tawar hati; ketika pekerjaan hidup kamu selesai, aku akan menerima kamu di tempat tinggi, dimana dalam kemuliaan kamu akan menceritakan tentang keselamatan kamu kepada kawanan malaikat dan kepada banyak para Putra tinggi Tuhan. Abdikan hidupmu untuk peningkatan pekerjaan sehari-hari. Tunjukkan semua manusia di bumi dan malaikat di surga bagaimana riang dan bersemangatnya manusia fana bisa, setelah dipanggil untuk bekerja selama satu masa dalam layanan khusus Tuhan, kembali ke pekerjaan dari hari-hari sebelumnya. Jika, untuk saat ini, pekerjaan kamu dalam urusan kerajaan yang kasat mata telah selesai, kamu harus kembali ke pekerjaan kamu sebelumnya dengan pencerahan baru dari pengalaman sebagai anak Tuhan dan dengan kesadaran dimuliakan bahwa, kepada siapa yang mengenal Tuhan, tidak ada hal yang dianggap kerja biasa atau pekerjaan sekuler. Bagi kamu yang telah bekerja dengan aku, segala hal telah menjadi sakral, dan semua kerja duniawi telah menjadi layanan bahkan kepada Tuhan sang Bapa. Dan ketika kamu mendengar berita tentang perbuatan-perbuatan mantan rekan-rekan kerasulan kamu, bersukacitalah dengan mereka dan lanjutkan pekerjaan kamu sehari-hari sebagai orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan dan melayani sementara mereka menunggu. Kamu telah menjadi rasulku, dan selalu akan tetap demikian, dan aku akan mengingat kamu dalam kerajaan yang akan datang.”

Kemudian Yesus beralih ke Filipus, yang, sambil bangkit berdiri, mendengar pesan ini dari Gurunya: “Filipus, kamu telah mengajukan padaku banyak pertanyaan bodoh, tapi aku telah melakukan yang terbaik yang aku bisa untuk menjawabnya satu persatu, dan sekarang aku akan menjawab yang terakhir dari pertanyaan-pertanyaan tersebut yang muncul dalam benak kamu yang paling jujur tapi tidak rohani itu. Setiap waktu aku datang mendekat ke arah kamu, kamu telah mengatakan kepada dirimu sendiri, 'Apa yang harus aku lakukan jika Guru pergi dan meninggalkan kita sendirian dalam dunia?' O, kamu yang kecil iman! Namun demikian kamu hampir sama seperti banyak dari saudara-saudaramu. Kamu telah menjadi pengurus yang baik, Filipus. Kamu gagal hanya beberapa kali, dan satu dari kegagalan itu kita manfaatkan untuk menunjukkan kemuliaan Bapa. Jabatan kepengurusan kamu akan hampir usai. Kamu harus segera lebih sepenuhnya melakukan pekerjaan untuk apa kamu dipanggil—yaitu pemberitaan injil kerajaan ini. Filipus, kamu selalu ingin diperlihatkan, dan sangat segera akan kamu lihat hal-hal besar. Jauh lebih baik bahwa kamu akan melihat semua ini oleh iman, tetapi karena kamu tulus bahkan dalam kecenderungan pandangan jasmani kamu, kamu akan hidup untuk melihat kata-kataku digenapi. Dan kemudian, ketika kamu diberkati dengan visi rohani, majulah ke pekerjaan kamu, abdikan hidup kamu untuk tujuan memimpin manusia untuk mencari Tuhan dan untuk mencari kenyataan kekal dengan mata iman rohani dan bukan dengan mata pikiran jasmani. Ingatlah, Filipus, kamu memiliki misi besar di bumi, karena dunia ini penuh dengan orang-orang yang melihat kehidupan persis seperti kecenderungan kamu. Kamu memiliki pekerjaan besar untuk dilakukan, dan ketika itu selesai dalam iman, kamu akan datang kepadaku dalam kerajaanku, dan aku akan sangat senang memperlihatkan kepada kamu apa yang mata belum lihat, telinga dengar, atau yang pikiran manusia bayangkan. Sementara itu, jadilah seperti seorang anak kecil dalam kerajaan roh dan izinkan aku, sebagai roh dari guru baru itu, untuk memimpin kamu maju dalam kerajaan rohani. Dan dengan cara ini aku akan dapat berbuat banyak untuk kamu yang aku tidak bisa capai ketika aku berjalan dengan kamu sebagai seorang manusia di alam ini. Dan selalu ingat, Filipus, siapa yang telah melihat aku telah melihat Bapa.”

Lalu beralihlah Guru ke Natanael. Saat Natanael berdiri, Yesus memintanya untuk duduk dan sambil duduk di sisinya, mengatakan: “Natanael, kamu telah belajar untuk hidup di atas prasangka dan mempraktekkan peningkatan toleransi sejak kamu menjadi rasulku. Tapi ada banyak lagi untuk kamu pelajari. Kamu telah menjadi berkat bagi rekan-rekan kamu dalam hal bahwa mereka selalu diingatkan oleh ketulusanmu yang konsisten. Setelah aku pergi, mungkin keterus-teranganmu itulah yang akan mengganggu kamu sehingga tidak bisa berjalan bersama dengan baik dengan saudara-saudaramu, yang lama maupun yang baru. Kamu harus belajar bahwa ekspresi pikiran yang baik pun harus diatur agar sesuai dengan status kecerdasan dan perkembangan rohani pendengarnya. Ketulusan itu paling berguna dalam pekerjaan kerajaan ketika dikawinkan dengan kebijaksanaan.

“Jika kamu mau belajar untuk bekerja dengan saudara-saudaramu, kamu mungkin mencapai hal-hal yang lebih permanen, tetapi jika kamu menemukan dirimu keluar mencari orang-orang yang berpikir seperti yang kamu lakukan, dalam kejadian itu abdikan hidupmu untuk membuktikan bahwa murid yang kenal Tuhan dapat menjadi seorang pembangun kerajaan bahkan ketika sendirian di dunia dan sepenuhnya terasing dari rekan-rekan seimannya. Aku tahu kamu akan setia sampai akhir, dan aku akan suatu hari menyambut kamu ke layanan yang diperluas di kerajaanku di tempat tinggi.”

Kemudian Natanael berbicara, mengajukan Yesus pertanyaan ini: “Aku telah memperhatikan pengajaranmu sejak pertama kali engkau memanggil aku pada layanan kerajaan ini, tapi jujur saja aku tidak bisa memahami arti penuh semua yang engkau beritahukan kepada kami. Aku tidak tahu apa yang diharapkan selanjutnya, dan aku pikir sebagian besar dari saudara-saudaraku juga kebingungan, tapi mereka ragu-ragu untuk mengakui kebingungan mereka. Dapatkah engkau menolong aku?” Yesus, sambil meletakkan tangannya di bahu Natanael, mengatakan: “Temanku, tidak aneh bahwa kamu akan menjumpai kebingungan dalam upayamu untuk menangkap makna ajaran rohaniku karena kamu begitu terhambat oleh praanggapan dari tradisi Yahudimu dan begitu dibingungkan oleh kecenderungan terus-menerusmu untuk menafsirkan injilku sesuai dengan ajaran-ajaran dari ahli-ahli kitab dan orang-orang Farisi.

“Aku telah banyak mengajarimu oleh perkataan, dan aku telah menjalani hidup di antara kamu. Aku telah melakukan semua yang bisa dilakukan untuk menerangi pikiranmu dan membebaskan jiwamu, dan apa yang kamu tidak bisa dapatkan dari ajaranku dan hidupku, kamu sekarang harus bersiap untuk memperolehnya di tangan tuan semua guru itu—yaitu pengalaman nyata. Dan dalam semua pengalaman baru ini yang sekarang menanti kamu, aku akan pergi mendahului kamu dan Roh Kebenaran akan ada bersama kamu. Jangan takut; apa yang sekarang kamu gagal pahami, sang guru baru itu, setelah ia datang, akan mengungkapkan kepadamu sepanjang sisa hidupmu di bumi dan terus melalui pelatihanmu dalam zaman-zaman yang kekal.”

Kemudian Guru, berpaling kepada semua mereka, mengatakan: “Janganlah kecewa kalau kamu gagal untuk menangkap makna penuh dari injil. Kamu hanyalah manusia yang terbatas, insan fana, dan apa yang telah aku ajarkan itu tanpa batas, ilahi, dan kekal. Bersabarlah dan tetap bersemangat karena masih ada zaman-zaman kekal di depan kamu untuk melanjutkan pencapaian maju pengalaman untuk menjadi sempurna, seperti Bapamu yang di Firdaus adalah sempurna.”

Kemudian Yesus pindah kepada Tomas, yang, sambil bangkit berdiri, mendengar dia berkata: “Tomas, kamu sering kurang iman; namun demikian, setelah kamu melewati masa-masa kebimbanganmu, kamu tidak pernah kurang keberanian. Aku tahu betul bahwa nabi-nabi palsu dan guru-guru tiruan itu tidak akan menipu kamu. Setelah aku pergi, saudara-saudaramu akan lebih menghargai cara kritis kamu dalam memandang ajaran-ajaran baru. Dan ketika kamu semua tersebar sampai ke ujung bumi dalam masa-masa yang akan datang, ingatlah bahwa kamu masih duta utusanku. Abdikan hidupmu untuk pekerjaan besar menunjukkan bagaimana pikiran jasmani kritis manusia dapat menang atas kecenderungan tidak berbuat apa-apa dari keraguan intelektual, ketika diperhadapkan dengan penampilan manifestasi kebenaran menjalani hidup ketika hal itu bekerja dalam pengalaman pria dan wanita yang lahir dari roh yang menghasilkan buah-buah dari roh dalam hidup mereka, dan yang saling mengasihi satu sama lain, seperti aku pun telah mengasihi kamu. Tomas, aku senang kamu bergabung dengan kami, dan aku tahu, setelah masa singkat kebingungan, kamu akan melanjutkan lagi dalam pelayanan kerajaan. Keraguanmu telah membuat galau saudara-saudaramu, tetapi hal-hal itu tidak pernah mengganggu aku. Aku mempercayaimu, dan aku akan pergi mendahului kamu bahkan sampai ke bagian yang paling jauh dari bumi.”

Kemudian Guru beralih ke Simon Petrus, yang berdiri sementara Yesus berbicara kepadanya: “Petrus, aku tahu kamu mengasihi aku, dan bahwa kamu akan mengabdikan hidupmu untuk pemberitaan umum injil kerajaan ini kepada orang Yahudi dan kafir, tapi aku tertekan karena tahun-tahunmu bekerjasama dekat dengan aku itu belum berbuat banyak untuk membantu kamu agar berpikir dulu sebelum kamu berbicara. Pengalaman apa yang harus kamu lewati sebelum kamu mau belajar untuk menjaga bibirmu? Berapa banyak masalah yang telah kamu buat bagi kita karena bicaramu yang tidak dipikir, oleh kepercayaan dirimu yang lancang! Dan kamu ditakdirkan untuk membuat lebih banyak masalah lagi bagi dirimu sendiri jika kamu tidak menguasai kelemahan ini. Kamu tahu bahwa saudara-saudaramu mengasihimu meskipun kelemahan ini, dan kamu juga harus paham bahwa kekurangan ini sama sekali tidak merusak kasih sayangku kepadamu, tetapi hal itu mengurangi kebergunaan kamu dan tidak berhenti membuat masalah bagi kamu. Tapi kamu tentu akan menerima bantuan besar dari pengalaman yang kamu akan lewati malam ini juga. Dan apa yang sekarang aku katakan pada kamu, Simon Petrus, aku demikian juga katakan kepada semua saudara-saudaramu yang di sini berkumpul: Malam ini kamu semua akan berada dalam bahaya besar jatuh tersandung karena aku. Kamu tahu ada tertulis, 'Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai-berai.’ Ketika aku tidak hadir, ada bahaya besar bahwa beberapa dari kamu akan jatuh pada keraguan dan tersandung karena apa yang menimpaku. Tapi aku berjanji padamu sekarang bahwa aku akan datang kembali kepada kamu sesaat lagi, dan bahwa aku kemudian akan pergi mendahului kamu ke Galilea.”

Maka kata Petrus, sambil menempatkan tangannya di bahu Yesus: “Tidak masalah jika semua saudaraku akan jatuh pada keraguan karena engkau, aku berjanji bahwa aku tidak akan jatuh karena apapun yang engkau mungkin lakukan. Aku akan pergi dengan engkau dan, jika perlu, mati untuk engkau.”

Saat Petrus berdiri di sana di depan Gurunya, gemetar seluruh badannya oleh emosi yang kuat dan meluap dengan kasih sejati baginya Yesus menatap langsung ke matanya yang basah itu sambil berkata: “Petrus, sesungguhnya, aku berkata kepadamu, malam ini ayam tidak akan berkokok sebelum kamu menyangkal aku tiga atau empat kali. Dan dengan begitu apa yang kamu gagal pelajari dari hubungan damai dengan aku, kamu akan pelajari melalui banyak kesulitan dan banyak kesedihan. Dan setelah kamu benar-benar belajar pelajaran yang diperlukan ini, kamu akan menguatkan saudara-saudaramu dan melanjutkan menjalani hidup yang diabdikan untuk memberitakan injil ini, meskipun kamu mungkin masuk ke dalam penjara dan, mungkin, mengikuti aku dalam membayar harga tertinggi untuk pelayanan kasih dalam pembangunan kerajaan-Nya Bapa.

“Tapi ingatlah janjiku: Ketika aku dibangkitkan, aku akan menunggu bersama kamu untuk sementara sebelum aku pergi kepada Bapa. Dan bahkan malam ini aku akan membuat permohonan kepada Bapa agar Dia menguatkan masing-masing kamu untuk menghadapi apa yang sekarang kamu harus lewati begitu segera. Aku mengasihi kamu semua dengan kasih seperti Bapa mengasihi aku, dan oleh karenanya haruslah kamu selanjutnya saling mengasihi satu sama lain, seperti aku pun telah mengasihi kamu.”

Dan kemudian, setelah mereka menyanyikan sebuah mazmur, mereka berangkat ke perkemahan di Bukit Zaitun.

Foundation Info

Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Urantia Foundation, 533 W. Diversey Parkway, Chicago, IL 60614, USA
Tel: +1-773-525-3319; Fax: +1-773-525-7739
© Urantia Foundation. All rights reserved