Makalah 66: Pangeran Planet Urantia

   
   Paragraph Numbers: On | Off
Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Buku Urantia

Makalah 66

Pangeran Planet Urantia

KEDATANGAN sesosok Putra Lanonandek di suatu dunia yang rata-rata menandakan bahwa kehendak, yaitu kemampuan untuk memilih jalan keselamatan kekal, telah berkembang dalam batin manusia primitif. Namun di Urantia sang Pangeran Planet tiba hampir setengah juta tahun setelah kemunculan kehendak manusia.

Sekitar 500.000 tahun silam dan berbarengan dengan kemunculan enam ras berwarna atau ras Sangik, Kaligastia, sang Pangeran Planet, tiba di Urantia. Pada waktu Pangeran tiba, di bumi sudah ada setengah milyar manusia primitif, dan mereka tersebar rata di seluruh Eropa, Asia dan Afrika. Markasnya Pangeran didirikan di Mesopotamia, terletak kira-kira di tengah-tengah populasi bumi.

1. Pangeran Kaligastia

Kaligastia adalah sesosok Putra Lanonandek, nomor 9.344 dari ordo sekunder. Ia berpengalaman dalam administrasi urusan-urusan alam semesta lokal secara umum dan, selama masa-masa berikutnya, secara khusus dengan manajemen sistem lokal Satania.

Sebelum Lucifer bertahta di Satania, Kaligastia telah diperbantukan ke dewan para penasihat Pembawa Kehidupan di Yerusem. Lucifer menaikkan Kaligastia ke suatu jabatan pada staf pribadinya, dan ia dengan memuaskan mengisi lima tugas kehormatan dan kepercayaan berturut-turut.

Kaligastia sejak sangat awal mencari penempatan tugas sebagai Pangeran Planet, namun berulang-ulang, ketika permohonannya disampaikan untuk persetujuan dalam dewan-dewan konstelasi, selalu saja para Bapa Konstelasi tidak setuju. Kaligastia tampak sangat berhasrat untuk dapat diutus sebagai penguasa planet di sebuah dunia desimal atau dunia modifikasi kehidupan. Petisinya telah beberapa kali ditolak sebelum akhirnya ia ditugaskan ke Urantia.

Kaligastia berangkat dari Yerusem ke dunia yang dikuasakan kepadanya dengan sederetan catatan sejarah mengagumkan tentang loyalitas dan pengabdiannya bagi kemakmuran alam semesta tempat asal dan kunjungannya, walaupun ada watak resah yang khas tertentu sekaligus kecenderungan untuk tidak setuju dengan tata aturan yang sudah mapan dalam beberapa perkara kecil.

Aku hadir di Yerusem ketika Kaligastia yang cemerlang itu berangkat dari ibukota sistem. Tidak ada pangeran planet lainnya yang pernah diberangkatkan untuk suatu karier kepemimpinan dunia dengan pengalaman persiapan yang lebih kaya atau dengan prospek lebih cerah daripada Kaligastia, pada hari yang sungguh bersejarah itu, setengah juta tahun silam. Ada satu hal yang pasti: Ketika aku melaksanakan tugasku untuk menyusun narasi seputar peristiwa tersebut untuk siaran-siaran alam semesta lokal, tidak pernah terbersit dalam pikiranku sedikitpun bahwa Lanonandek yang mulia ini dalam waktu sedemikian singkat akan mengkhianati kepercayaan sucinya untuk kepengurusan planet, dan demikian parah mencemarkan nama baik dari ordonya, ordo keputraan alam semesta yang dijunjung tinggi itu. Aku benar-benar mengganggap Urantia sebagai berada di antara lima atau enam planet yang paling beruntung di seluruh Satania karena memiliki sosok yang begitu berpengalaman, cemerlang, dan pikiran yang orisinal pada tampuk kepemimpinan urusan-urusan dunia. Aku saat itu tidak paham bahwa Kaligastia diam-diam sedang jatuh cinta kepada dirinya sendiri; aku saat itu tidak bisa memahami sepenuhnya seluk-beluk keangkuhan kepribadian.

2. Staf Pangeran

Pangeran Planet Urantia dalam misinya tidak diutus sendirian, namun didampingi oleh korps asisten dan pembantu administratif yang biasa.

Sebagai kepala rombongan ini adalah Daligastia, asisten-rekan dari Pangeran Planet. Daligastia adalah juga sesosok Putra Lanonandek sekunder, dengan nomor 319.407 dari ordo itu. Ia berpangkat asisten pada saat penugasannya sebagai rekan-sekerja Kaligastia.

Staf planet mencakup sejumlah besar malaikat kooperator dan sekawanan makhluk selestial lain yang ditugasi untuk memajukan kepentingan dan mengangkat kesejahteraan ras manusia. Namun dari sudut pandangmu yang menarik perhatian dari semuanya tentu adalah anggota-anggota korporeal (jasmani) dari stafnya Pangeran—yang kadang-kadang disebut sebagai Kaligastia seratus.

Seratus anggota staf Pangeran yang telah dimaterialisasi-ulang ini dipilih oleh Kaligastia dari 785.000 lebih warga penaik di Yerusem, yang menjadi relawan untuk pemberangkatan pada petualangan Urantia. Masing-masing dari seratus relawan terpilih itu berasal dari planet-planet yang berbeda, dan tidak ada yang berasal dari Urantia.

Para relawan penduduk Yerusem ini dibawa oleh pengangkut serafik langsung dari ibukota sistem ke Urantia, dan setibanya di sini mereka tetap diserafimkan hingga mereka dapat dilengkapi dengan wujud-wujud kepribadian yang bersifat rangkap dua yang khusus diperuntukkan bagi layanan planet, yaitu tubuh-tubuh harfiah yang terdiri dari darah dan daging namun juga diselaraskan pada sirkuit-sirkuit kehidupan sistem.

Beberapa saat sebelum kedatangan seratus warga Yerusem ini, dua Pembawa Kehidupan yang mengawasi dan bermukim di Urantia, yang sebelumnya telah menyempurnakan rancangan mereka, mengajukan petisi ke Yerusem dan Edentia untuk diizinkan mentransplantasi plasma kehidupan dari seratus orang terpilih dari stok genetik Andon dan Fonta yang masih selamat ke dalam tubuh material yang akan dikenakan oleh seratus anggota jasmani stafnya Pangeran itu. Permohonan tersebut dikabulkan di Yerusem dan disetujui di Edentia.

Sesuai dengan hal itu, lima puluh laki-laki dan lima puluh perempuan dari garis keturunan Andon dan Fonta, yang mewakili kelangsungan hidup galur-galur (strains) terbaik dari ras yang unik tersebut, dipilih oleh Pembawa-Pembawa Kehidupan. Dengan satu atau dua perkecualian para penyumbang untuk pemajuan ras tersebut saling tidak kenal satu sama lain. Mereka dikumpulkan dari tempat-tempat yang amat berjauhan oleh arahan Pelaras Pikiran dan bimbingan serafim yang dikoordinasikan pada ambang gerbang masuk markas planet sang Pangeran. Di sini seratus subjek manusia itu diserahkan ke tangan komisi relawan yang sangat terampil dari alam semesta Avalon, yang mengatur proses ekstraksi material dari suatu bagian dari plasma kehidupan turunan-turunan Andon ini. Material yang hidup ini kemudian ditransfer ke tubuh-tubuh jasmani yang dibuat untuk dipakai oleh seratus anggota penduduk Yerusem dari stafnya Pangeran tersebut. Sementara itu, warga-warga yang baru tiba dari ibukota sistem tersebut tetap dipertahankan tidur dalam angkutan serafim.

Transaksi-transaksi ini, bersama dengan penciptaan harfiah tubuh-tubuh khusus bagi Kaligastia seratus itu, menjadi asal berbagai legenda, yang kemudian banyak dikacaukan dengan tradisi-tradisi berikutnya mengenai pelantikan Adam dan Hawa di planet ini.

Seluruh transaksi personalisasi ulang itu, mulai dari saat kedatangan para pengangkut serafik yang memuat seratus relawan dari Yerusem itu, hingga pada waktu mereka semua siuman, sebagai sosok makhluk lipat tiga di bumi, makan waktu tepat sepuluh hari.

3. Dalamatia—Kota Sang Pangeran

Markas-markas Pangeran Planet terletak di wilayah Teluk Persia pada hari-hari itu, dalam sebuah distrik yang berhubungan dengan Mesopotamia nantinya.

Iklim dan bentang darat di Mesopotamia pada masa-masa itu dalam semua hal mendukung bagi pekerjaan stafnya Pangeran dan para asisten mereka, kondisi pada waktu itu memang sangat berlainan dari kondisi pada beberapa waktu setelahnya. Memang dibutuhkan kondisi lingkungan alam yang mendukung seperti itu sebagai bagian dari lingkungan alami yang dirancang untuk membujuk orang-orang Urantia primitif agar membuat kemajuan-kemajuan awal dalam budaya dan peradaban. Satu tugas besar pada era-era itu adalah mengubah manusia dari pemburu menjadi penggembala, dengan harapan bahwa nantinya manusia akan bisa berkembang menjadi petani yang cinta damai dan hidup menetap di rumah.

Markas Pangeran Planet di Urantia adalah khas seperti stasiun-stasiun seperti itu pada umumnya di sebuah dunia yang masih muda dan berkembang. Inti dari pemukiman Pangeran adalah suatu kota yang sangat sederhana namun indah, yang terlingkungi tembok setinggi dua belas meter. Pusat kebudayaan dunia ini dinamai Dalamatia sebagai penghormatan pada Daligastia.

Kota ini diatur dalam sepuluh subdivisi dengan gedung-gedung markas untuk sepuluh dewan staf jasmani ditempatkan di pusat-pusat subdivisi-subdivisi ini, Paling tengah di dalam kota ada tempat suci untuk Bapa yang tidak kelihatan. Markas-markas pemerintahan Pangeran dan rekan-rekan sekerjanya tersusun dalam dua belas ruang yang langsung dikelompokkan sekitar tempat suci itu sendiri.

Bangunan-bangunan Dalamatia semua satu lantai kecuali markas dewan, yang berlantai dua, dan tempat suci sentral untuk Bapa segala alam, yang berukuran kecil namun tiga lantai tingginya.

Kota itu mewakili praktek-praktek terbaik dalam pemilihan bahan bangunan pada masa itu, yaitu batu bata. Sangat sedikit batu atau kayu yang digunakan. Pembangunan rumah dan arsitektur desa di kalangan penduduk sekitarnya amat diperbaiki oleh teladan Dalamatia ini.

Dekat markasnya Pangeran bermukim semua warna dan tingkatan umat manusia. Dan dari suku-suku yang berdekatan inilah direkrut siswa-siswa pertama untuk sekolah-sekolah Pangeran. Meskipun sekolah-sekolah permulaan di Dalamatia ini masih kasar, tetapi menyediakan semua yang dapat dilakukan bagi para pria dan wanita di zaman yang masih primitif itu.

Staf jasmani Pangeran terus mengumpulkan individu-individu yang unggul dari antara suku-suku sekitar dan, setelah melatih dan mencerahkan para siswa ini, mengirim mereka kembali untuk menjadi guru dan pemimpin untuk rakyat mereka masing-masing.

4. Hari-hari Awal Staf Seratus

Kedatangan stafnya Pangeran telah menciptakan kesan yang teramat mendalam. Walaupun dibutuhkan waktu hampir seribu tahun agar berita tersiar kemana-mana, suku-suku yang dekat markas Mesopotamia amat terpengaruh oleh ajaran dan teladan dari seratus pendatang baru di Urantia itu. Banyak sekali mitologimu berikutnya yang berkembang dari legenda-legenda campur aduk dari masa-masa awal ini ketika para anggota staf Pangeran ini dipersonalisasi ulang di Urantia sebagai manusia-manusia super.

Hambatan serius terhadap pengaruh baik dari guru-guru yang berasal dari luar planet tersebut adalah kecenderungan manusia untuk menganggap mereka sebagai dewa-dewa. Namun selain dari teknik kemunculan mereka di bumi, Kaligastia seratus itu—50 laki-laki dan 50 perempuan—tidak mempergunakan metode-metode adikodrati atau manipulasi supramanusiawi.

Tapi para staf jasmani itu memang tetap supramanusia. Mereka memulai misi mereka di Urantia ebagai sosok makhluk lipat tiga yang luar biasa:

1. Mereka berwujud korporeal (jasmani) dan relatif bersifat manusiawi, sebab mereka merupakan plasma kehidupan sebenarnya dari salah satu ras manusia Urantia, yaitu plasma kehidupan Andon.

Seratus anggota staf Pangeran ini dibagi merata menurut jenis kelamin dan sesuai dengan status manusia fana mereka sebelumnya. Setiap pribadi dari kelompok ini mampu menjadi orang tua-bersama untuk suatu golongan makhluk jasmani baru tertentu, namun mereka sudah diberi petunjuk dengan hati-hati untuk beralih menjadi orang tua hanya pada kondisi-kondisi tertentu. Sudah menjadi kebiasaan bagi staf korporeal Pangeran Planet untuk memperanakkan generasi penerus mereka sebelum mereka purna bakti dari tugas keplanetan khusus. Biasanya ini terjadi pada, atau sesaat setelah kedatangan Adam dan Hawa Planet.

Sosok-sosok spesial ini dengan demikian hanya sedikit atau sama sekali tidak bisa mengira seperti apa jenis makhluk jasmani yang akan dihasilkan dari penyatuan seksual mereka. Dan mereka memang tidak pernah tahu; sebelum tiba masa untuk tahap demikian dalam pelaksanaan pekerjaan mereka di dunia, seluruh pemerintahan telah dikacaukan oleh pemberontakan, dan mereka yang kemudian berfungsi dalam peran sebagai orang tua telah terisolasi dari arus-arus kehidupan dari sistem.

Dalam warna kulit dan bahasanya, para anggota staf Kaligastia yang dimaterialkan ini mengikuti ras Andonit. Mereka makan seperti halnya manusia biasa di alam, tetapi dengan satu perbedaan: tubuh-tubuh jasmaniah yang dicipta ulang itu akan sepenuhnya dipuaskan oleh diet tanpa-daging. Inilah salah satu pertimbangan yang menentukan tempat tinggal mereka dalam suatu kawasan hangat yang berlimpah buah-buahan dan kacang-kacangan. Praktek mengkonsumsi diet non-daging itu bermula dari masa-masa Kaligastia seratus, sebab kebiasaan ini menyebar ke mana-mana dekat dan jauh mempengaruhi kebiasaan makan banyak suku di sekitarnya, kelompok-kelompok yang berasal dari ras-ras evolusioner yang tadinya hanya makan daging.

2. Seratus orang itu adalah sosok jasmani namun supramanusia, karena telah disusun ulang di Urantia sebagai pria dan wanita unik dari golongan yang tinggi dan spesial.

Kelompok ini, walaupun memiliki hak kewargaan provisional (sementara) di Yerusem, hingga saat itu masih belum dilebur dengan para Pelaras Pikiran mereka; dan ketika mereka merelakan diri dan diterima untuk layanan keplanetan dalam kerjasama dengan ordo-ordo keputraan yang menurun, para Pelaras mereka dipisahkan dari mereka. Namun penduduk Yerusem ini adalah sosok-sosok supramanusia—mereka memiliki jiwa-jiwa untuk pertumbuhan menaik. Selama menjalani kehidupan fana dalam daging, jiwa masih dalam keadaan embrionik; jiwa itu dilahirkan (dibangkitkan) dalam kehidupan morontia dan mengalami pertumbuhan melalui dunia-dunia morontia berturut-turut. Dan jiwa-jiwa Kaligastia seratus itu telah diperluas melalui pengalaman progresif di tujuh dunia mansion hingga beroleh status kewargaan di Yerusem.

Sesuai dengan instruksi yang mereka terima, para staf ini tidak terlibat dalam reproduksi seksual, namun mereka memang dengan susah payah mempelajari susunan diri pribadi mereka, dan mereka dengan cermat memeriksa setiap fase hubungan yang dapat dibayangkan antara intelektual (batin) dan morontia (jiwa). Pada tahun yang ketiga puluh tiga kunjungan mereka di Dalamatia, jauh sebelum pembangunan tembok selesai, bahwa kelompok orang Dan (Danit) yang nomor dua dan nomor tujuh tanpa sengaja menemukan sebuah fenomena yang menyertai hubungan diri-diri morontia mereka (yang dianggap non-seksual dan non-material itu); dan hasil dari petualangan ini terbukti menjadi makhluk-makhluk tengah primer yang pertama. Sosok makhluk baru ini sepenuhnya dapat dilihat oleh para staf planet dan rekan-rekan selestial mereka, namun tidak kelihatan pada laki-laki dan perempuan dari berbagai suku manusia biasa. Berdasarkan wewenang dari Pangeran Planet, seluruh staf korporeal itu melakukan produksi makhluk-makhluk yang sama, dan semuanya berhasil, dengan mengikuti petunjuk pasangan Danit pelopornya. Maka staf Pangeran akhirnya menjadikan dalam keberadaan korps asli sejumlah 50.000 makhluk tengah primer.

Makhluk-makhluk jenis-tengahan ini berperan besar dalam melaksanakan urusan-urusan markas dunia. Mereka tidak tampak bagi manusia biasa, namun para pengunjung primitif di Dalamatia diajari tentang keberadaan makhluk semi roh yang tidak kelihatan ini. Selama berabad-abad para makhluk tengah itu dianggap sebagai keseluruhan dunia roh oleh manusia primitif yang masih berkembang ini.

3. Kaligastia seratus itu secara pribadi adalah baka, atau tidak mati. Ada beredar dalam wujud jasmani mereka komplemen-komplemen antidotal dari arus-arus kehidupan sistem; dan kalau saja mereka tidak kehilangan kontak dengan sirkuit-sirkuit kehidupan akibat dari pemberontakan, mereka tentu akan tetap hidup tanpa batas waktu hingga kedatangan Putra Tuhan yang berikutnya, atau hingga saat suatu kali mereka dilepaskan untuk melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda ke Havona dan Firdaus.

Komplemen-komplemen antidotal dari arus-arus kehidupan Satania ini bersumber dari buah dari pohon kehidupan, yaitu suatu perdu dari Edentia yang dikirim ke Urantia oleh Yang Paling Tinggi Norlatiadek pada waktu kedatangan Kaligastia. Pada masa-masa Dalamatia pohon ini tumbuh di halaman tengah tempat suci-Nya Bapa yang tidak kelihatan itu, dan buah dari pohon kehidupan itulah yang memampukan makhluk-makhluk staf Pangeran yang jasmani dan semestinya fana itu untuk bisa hidup tanpa batas waktu, selama mereka bisa mendapatkan buah itu.

Walaupun bagi ras-ras manusia yang berevolusi tidak ada gunanya, makanan super ini cukup manjur untuk memberi hidup berkesinambungan kepada Kaligastia seratus dan juga kepada seratus orang Andonit dimodifikasi yang terkait dengan mereka.

Perlu dijelaskan dalam hubungan ini bahwa, pada waktu seratus orang Andonit itu menyumbangkan plasma nuftah manusia mereka kepada para anggota staf Pangeran, para Pembawa Kehidupan memasukkan ke dalam tubuh fana mereka komplemen dari sirkuit-sirkuit sistem; dan dengan demikian mereka dimampukan untuk hidup bersama-sama dengan para staf, abad demi abad, menentang kematian fisik.

Pada akhirnya keseratus orang Andonit itu diberitahu tentang sumbangan mereka bagi wujud-wujud baru para atasan mereka, dan seratus anak-anak dari suku-suku Andon ini kemudian diberi tempat di markas pusat, sebagai pembantu pribadi untuk staf korporeal Pangeran.

5. Pengaturan Kaligastia Seratus

Kelompok seratus itu diorganisir untuk tugas dalam sepuluh dewan otonom, yang masing-masing terdiri dari sepuluh anggota. Ketika dua atau lebih dari dewan sepuluh ini berkumpul dalam sesi gabungan, pertemuan kerjasama tersebut dipimpin oleh Daligastia. Sepuluh kelompok ini tersusun sebagai berikut:

1. Dewan urusan pangan dan kesejahteraan jasmani. Kelompok ini diketuai oleh Ang. Makanan, air, pakaian, and peningkatan jasmani untuk spesies manusia dibantu oleh korps yang cakap ini. Mereka mengajarkan cara menggali sumur, pengelolaan mata air, dan irigasi. Mereka mengajar orang-orang yang berasal dari daerah tinggi dan dari utara tentang metode yang lebih baik untuk menyamak kulit untuk penggunaan seperti pakaian, dan penenunan diperkenalkan belakangan oleh guru-guru seni dan ilmu pengetahuan itu.

Kemajuan besar dicapai dalam metode penyimpanan pangan. Makanan diawetkan dengan memasak, mengeringkan dan mengasap; makanan itulah harta milik yang paling mula-mula. Manusia diajar bagaimana cara menghindari bencana kelaparan, yang secara berkala membinasakan sebagian besar penduduk dunia.

2. Dewan penjinakan dan pemanfaatan hewan. Kelompok ini bertugas menyeleksi dan membiakkan jenis-jenis hewan tertentu yang paling sesuai untuk membantu manusia dalam menopang beban dan mengangkut diri mereka, untuk memasok bahan pangan, dan pada perkembangannya juga untuk budidaya tanah. Korps yang terampil ini dipimpin oleh Bon.

Beberapa jenis hewan yang berguna, yang sekarang sudah punah, dijinakkan bersama dengan beberapa jenis satwa lain yang masih terus dipelihara manusia sebagai hewan peliharaan hingga sekarang. Manusia telah lama hidup memelihara anjing, dan manusia biru pada waktu itu telah berhasil menjinakkan gajah. Sapi telah demikian diperbaiki dengan cara perkembang-biakan yang berhati-hati sehingga menjadi sumber makanan yang berharga; mentega dan keju menjadi produk yang biasa untuk menu manusia. Manusia diajar untuk memanfaatkan lembu, untuk memikul beban, namun kuda belum dijinakkan sampai masa belakangan. Para anggota korps ini mengajarkan untuk pertama kalinya kepada manusia penggunaan roda untuk memudahkan daya tarik.

Pada masa-masa ini pula merpati kurir dipergunakan pertama kalinya, merpati bisa dibawa pada perjalanan jauh untuk tujuan mengirim pesan atau minta pertolongan. Kelompok Bon berhasil melatih burung fandor besar sebagai burung penumpang, namun burung ini punah lebih dari tiga puluh ribu tahun silam.

3. Penasihat untuk urusan penaklukan hewan-hewan pemangsa. Tidak cukup manusia purba hanya mencoba menjinakkan hewan-hewan tertentu, namun ia juga harus belajar cara untuk melindungi dirinya dari serangan oleh yang lainnya dari dunia satwa yang bermusuhan. Kelompok ini dikepalai oleh Dan.

Tujuan dari dinding kota kuno adalah untuk melindungi terhadap serangan satwa liar dan juga untuk mencegah serangan mendadak dari manusia yang bermusuhan. Mereka yang hidup tanpa dinding dan yang berada di hutan bergantung pada tempat tinggal di pepohonan, gubuk batu, dan pemeliharaan api unggun di malam hari. Maka sangatlah wajar jika para pengajar ini menghabiskan banyak waktu untuk mengajar para murid mereka dalam perbaikan pemukiman manusia. Dengan memakai teknik yang diperbaiki dan juga penggunaan perangkap, kemajuan besar dicapai dalam hal penaklukan hewan.

4. Fakultas penyebar-luasan dan pelestarian pengetahuan. Kelompok ini mengorganisir dan memimpin upaya-upaya murni pendidikan pada zaman purbakala itu. Ketua kelompok ini adalah Fad. Metode pendidikan Fad mencakup pengawasan kerja yang disertai dengan pemberian petunjuk untuk perbaikan metode kerja. Fad merumuskan abjad pertama dan memperkenalkan sistem tulis-menulis. Abjad ini terdiri dari dua puluh lima huruf. Untuk bahan tulis-menulis para manusia purba ini memakai kulit kayu, tablet lempung, batu tulis, semacam lembar gulungan yang terbuat dari kulit hewan yang dipalu, dan sejenis bahan mirip kertas kasar yang dibuat dari sarang tawon. Perpustakaan Dalamatia, yang hancur segera setelah ketidak-pedulian Kaligastia, terdiri lebih dari dua juta catatan terpisah dan dikenal sebagai “rumah Fad.”

Manusia biru cenderung suka menulis dengan abjad dan mereka membuat kemajuan terbesar dalam jalur tersebut. Manusia merah lebih menyukai menulis dengan gambar, sementara ras kuning cenderung menggunakan simbol untuk kata-kata dan gagasan, sangat mirip dengan yang mereka pakai sekarang. Namun abjad dan masih banyak lagi yang belakangan lenyap oleh kekacauan yang menyertai pemberontakan. Pembelotan Kaligastia menghancurkan pengharapan dunia untuk suatu bahasa universal, setidaknya untuk waktu yang sangat lama.

5. Komisi industri dan perdagangan. Dewan ini bertugas membina industri di dalam suku-suku dan menggalakkan perdagangan antara berbagai kelompok yang damai. Pemimpinnya adalah Nod. Setiap bentuk metode manufaktur primitif dianjurkan oleh korps ini. Mereka secara langsung memberikan sumbangan bagi peningkatan standar hidup dengan menciptakan banyak komoditas baru untuk menarik kesukaan manusia primitif. Mereka sangat memperluas perdagangan berkat perbaikan garam yang diproduksi oleh dewan ilmu pengetahuan dan seni.

Di antara kelompok-kelompok tercerahkan yang dididik di sekolah Dalamatia inilah kredit perdagangan untuk pertama kalinya dipraktekkan. Dari sebuah pusat pertukaran kredit mereka memperoleh token yang diterima sebagai pengganti benda-benda nyata yang dibarter. Dunia belum memperbaiki metode bisnis semacam ini selama ratusan ribu tahun.

6. Dewan agama yang diwahyukan. Badan ini tergolong lambat berfungsinya. Peradaban Urantia secara harfiah ditempa di antara landasan kebutuhan dan palu ketakutan. Namun kelompok ini berhasil membuat kemajuan besar dalam upaya mereka untuk menggantikan takut pada ciptaan (penyembahan arwah) menjadi takut pada Pencipta, sebelum usaha mereka terhenti oleh kekacauan yang menyertai gejolak pemberontakan. Kepala dewan ini adalah Hap.

Tidak ada staf Pangeran yang hendak menyampaikan wahyu untuk merumitkan evolusi; mereka menyampaikan pewahyuan hanya sebagai klimaks jika orang-orang sudah lelah menggunakan kekuatan-kekuatan evolusi. Namun Hap memang menuruti keinginan para penduduk kota untuk pendirian suatu bentuk ibadah keagamaan. Kelompoknya mengajarkan kepada penduduk Dalamatia tujuh lantunan penyembahan dan juga memberikan mereka kalimat-pujian harian dan pada akhirnya mengajari mereka tentang “Doa Bapa,” yang berbunyi:

“Bapa segalanya, yang Putra-Mu kami hormati, tiliklah keberadaan kami dengan berkenan. Lepaskan kami dari takut terhadap semua kecuali kepada-Mu. Buatlah kami untuk dapat menyenangkan para guru ilahi kami dan untuk selamanya taruhlah kebenaran di bibir kami. Lepaskanlah kami dari kekerasan dan kemarahan; berilah kami hormat kepada tua-tua kami dan apa yang dimiliki sesama kami. Berilah kami pada musim ini padang rumput hijau dan ternak yang gemuk-gemuk sehingga kami kami bersuka. Kami berdoa agar segera datang sang pemulia yang dijanjikan, dan kami akan melaksanakan kehendak-Mu di dunia ini seperti yang orang lain lakukan di dunia-dunia yang akan datang.”

Meskipun para staf Pangeran dibatasi pada sarana-sarana alami dan metode-metode biasa untuk perbaikan ras, mereka memegang janji tentang karunia Adam yaitu suatu ras yang baru sebagai sasaran untuk tujuan pertumbuhan evolusioner berikutnya pada waktu pencapaian puncak perkembangan biologis.

7. Penjaga kesehatan dan kehidupan. Dewan ini berurusan dengan pengenalan sanitasi dan promosi higiene (kebersihan) primitif dan dipimpin oleh Lut.

Para anggotanya mengajarkan berbagai hal, yang raib selama kekacauan pada masa-masa berikutnya, yang tidak pernah ditemukan kembali hingga abad 20. Mereka mengajari manusia bahwa memasak, merebus dan memanggang, adalah sarana untuk menghindari penyakit; juga bahwa memasak itu sangat mengurangi angka kematian bayi dan membantu bayi disapih lebih awal.

Banyak ajaran awal yang disampaikan para penjaga kesehatan dari Lut itu tetap bertahan turun-temurun di kalangan suku-suku di bumi hingga hari-harinya Musa, walaupun banyak ajaran yang sudah rancu dan sangat berubah.

Tantangan terbesar dalam upaya mengajarkan kebersihan di antara orang-orang yang berkecerdasan rendah ini adalah fakta bahwa penyebab sebenarnya banyak penyakit itu terlalu kecil untuk dilihat dengan mata biasa, dan juga karena mereka semua menganggap api dengan hormat takhyul. Dibutuhkan waktu ribuan tahun untuk membujuk mereka agar membakar sampah. Sementara itu mereka dianjurkan untuk mengubur sampah yang membusuk. Kemajuan besar dalam bidang sanitasi dari zaman ini bermula dari penyebaran pengetahuan mengenai sifat sinar matahari yang memberi kesehatan dan menghancurkan penyakit.

Sebelum kedatangan Pangeran, mandi adalah suatu upacara keagamaan yang khusus. Sungguh sulit untuk meyakinkan manusia primitif agar membasuh badan mereka sebagai praktek kesehatan. Lut akhirnya membujuk para guru agama agar menyertakan pembersihan dengan air sebagai bagian dari upacara penyucian diri untuk dipraktekkan dalam hubungan dengan ibadah tengah hari, sekali seminggu, dalam penyembahan pada Bapa segala alam.

Para penjaga kesehatan ini juga berupaya untuk memperkenalkan jabat tangan sebagai pengganti untuk kebiasaan saling bertukar air liur atau meminum darah, sebagai meterai persahabatan pribadi dan sebagai tanda kesetiaan kelompok. Namun ketika keluar dari bawah tekanan paksaan dari ajaran pemimpin-pemimpin atasan mereka, orang-orang primitif ini tidak lambat kembali lagi pada mantan kebiasaan bodoh dan takhyul mereka yang merusak kesehatan dan membiakkan penyakit itu.

8. Dewan keplanetan urusan seni dan ilmu pengetahuan. Korps ini berbuat banyak untuk memperbaiki teknik industri manusia purba dan untuk meningkatkan konsep mereka tentang keindahan. Pemimpin mereka adalah Mek.

Seni dan sains ilmu pengetahuan berada pada titik rendah di seluruh dunia, namun dasar-dasar fisika dan kimia diajarkan kepada orang Dalamatia. Kerajinan tembikar dimajukan, seni dekorasi semua diperbaiki, dan ideal-ideal tentang keindahan manusia sangat ditingkatkan. Namun musik hanya sedikit membuat kemajuan hingga kedatangan ras ungu.

Para manusia primitif ini tidak bersedia untuk melakukan uji-coba dengan daya uap air, walaupun para pengajar mereka berkali-kali mendorong mereka; mereka tidak pernah dapat mengatasi ketakutan besar mereka terhadap daya ledak uap air yang terkungkung. Namun akhirnya mereka bisa dibujuk untuk bekerja dengan logam dan api, walaupun sepotong logam yang merah membara adalah objek yang sangat menakutkan bagi manusia purba.

Mek melakukan banyak hal untuk memajukan kebudayaan keturunan Andon dan untuk memperbaiki seni manusia ras biru. Suatu paduan antara ras biru dengan keturunan Andon menghasilkan jenis yang berbakat seni tinggi, dan banyak dari mereka yang menjadi ahli patung. Mereka tidak mengerjakan batu atau marmer, akan tetapi karya lempung mereka, yang dikeraskan dengan dibakar, menghiasi taman-taman Dalamatia.

Kemajuan besar dibuat dalam seni rumah tangga, namun sebagian besar lenyap selama masa pemberontakan yang berlangsung lama dan gelap itu, dan barulah pada masa modern ditemukan kembali.

9. Para gubernur untuk urusan hubungan suku. Kelompok ini dipercayai untuk mengemban tugas menghantarkan sistem kemasyarakatan manusia agar naik ke tingkat kenegaraan. Kepalanya adalah Tut.

Para pemimpin ini mempunyai andil besar untuk mewujudkan perkawinan antarsuku. Mereka mendukung pacaran dan perkawinan setelah pertimbangan semestinya dan kesempatan penuh untuk berkenalan. Tarian perang militer murni dihaluskan dan dipakai untuk tujuan-tujuan sosial yang berharga. Banyak permainan kompetitif yang diperkenalkan, namun ternyata rakyat kuno ini yang adalah orang-orang yang serius; suku-suku purba ini sedikit dianugerahi selera humor. Hanya sedikit praktek-praktek ini yang masih bertahan melewati keruntuhan akibat pemberontakan planet yang kemudian.

Tut dan rekan-rekannya bekerja keras untuk mendorong hubungan-hubungan kelompok yang bersifat damai, untuk mengatur dan memanusiawikan peperangan, untuk mengkoordinasikan hubungan antarsuku dan untuk memperbaiki pemerintahan kesukuan. Di daerah sekitar Dalamatia berkembanglah suatu budaya yang lebih maju, dan perbaikan hubungan sosial ini sangat membantu untuk mempengaruhi suku-suku lain yang lebih jauh. Namun pola peradaban yang berlaku di markas Pangeran sangat berlainan dari pola kemasyarakatan barbar yang berkembang di mana-mana, sama seperti tata masyarakat abad kedua puluh di Capetown, Afrika Selatan, adalah sepenuhnya tidak sama dengan budaya kasar yang dimiliki Orang Semak (Bushmen) yang berperawakan kecil di sebelah utaranya.

10. Mahkamah tertinggi untuk koordinasi suku dan kerjasama ras. Dewan tertinggi ini dipimpin oleh Van dan merupakan pengadilan banding bagi sembilan komisi khusus lainnya, yang masing-masing bertugas membidangi urusan kemanusiaan tertentu. Dewan ini mempunyai fungsi yang luas, sebab dipercayai untuk menangani segala urusan duniawi yang secara spesifik belum ditugaskan pada kelompok lainnya. Korps pilihan ini telah direstui oleh para Bapa Konstelasi Edentia sebelum mereka diberi wewenang untuk mengemban fungsi sebagai mahkamah pengadilan tertinggi Urantia.

6. Pemerintahan sang Pangeran

Taraf kebudayaan sebuah dunia diukur berdasarkan warisan sosial dari penduduk aslinya, dan tingkat ekspansi budaya itu secara keseluruhan ditentukan oleh kemampuan para penduduknya untuk memahami gagasan-gagasan yang baru dan maju.

Penghambaan pada tradisi menghasilkan kestabilan dan kerjasama, dengan secara sentimental mengkaitkan masa lampau dengan masa sekarang, namun sekaligus hal tersebut mengekang inisiatif dan memperbudak daya cipta dari kepribadian. Seluruh dunia terperangkap di dalam kebuntuan adat istiadat yang terbelenggu-tradisi ketika Kaligastia seratus tiba dan mulai memberitakan injil (kabar baik) baru mengenai inisiatif individual di dalam kelompok-kelompok sosial di masa itu. Namun pemerintahan yang bajik ini begitu cepat terhenti sehingga ras-ras manusia belum pernah dapat sepenuhnya dibebaskan dari perbudakan adat-istiadat; kebiasaan masih terlampau menguasai Urantia.

Kaligastia seratus itu—lulusan dunia-dunia mansion Satania itu—paham sekali seni dan budaya Yerusem, namun pengetahuan tersebut hampir tak bernilai sama sekali di sebuah planet yang barbar dan didiami oleh manusia yang primitif. Sosok-sosok yang bijak ini paham benar agar tidak menggelar transformasi yang mendadak, atau peningkatan secara massal, ras primitif di masa itu. Mereka tahu benar tentang evolusi spesies manusia yang lambat, dan mereka dengan bijaksana menghindar dari semua upaya radikal untuk memodifikasi gaya kehidupan manusia di bumi.

Masing-masing sepuluh komisi keplanetan itu memulai dengan perlahan-lahan dan secara alami untuk memajukan kepentingan-kepentingan yang dipercayakan kepada mereka. Rencana mereka termasuk menarik orang-orang terbaik dari suku-suku di sekitarnya, dan setelah melatih mereka, mengirim mereka kembali ke tengah-tengah rakyat mereka sebagai duta-duta untuk peningkatan sosial.

Duta-duta utusan asing tidak pernah dikirimkan ke sebuah ras kecuali ada permintaan khusus dari bangsa itu. Mereka yang berjerih lelah untuk peningkatan dan pemajuan suatu suku atau ras tertentu selalu penduduk asli dari suku atau ras itu. Kaligastia seratus tidak mau berupaya untuk menerapkan kebiasaan dan adat sekalipun dari kebiasaan suatu ras yang lebih unggul ke atas suku lainnya. Mereka selalu dengan kesabaran bekerja untuk meningkatkan dan memajukan adat tiap ras yang sudah teruji waktu. Rakyat sederhana Urantia membawa adat kebiasaan sosial mereka ke Dalamatia, bukan untuk menggantinya dengan praktek-praktek yang baru dan lebih baik, tetapi agar mereka diangkat melalui kontak dengan budaya yang lebih tinggi dan oleh hubungan dengan pikiran yang lebih unggul. Proses itu lambat namun sangat manjur.

Guru-guru Dalamatia berupaya untuk menambahkan seleksi sosial yang disengaja pada seleksi alami evolusi biologis yang murni. Mereka tidak merusak masyarakat manusia, akan tetapi mereka dengan menyolok mempercepat evolusi normal dan alaminya. Motif mereka adalah kemajuan melalui evolusi dan bukannya revolusi melalui pewahyuan. Ras manusia telah menghabiskan waktu berabad-abad untuk beroleh sedikit agama dan moral yang dimiliki, dan para manusia super itu tahu benar bahwa mereka lebih baik tidak merampas sedikit kemajuan ini, karena kekacauan dan kekecewaan yang akan menjadi akibatnya jika makhluk-makhluk yang dicerahkan dan unggul berupaya meningkatkan ras yang terbelakang dengan terlalu berlebihan mengajar dan terlampau banyak pencerahan.

Ketika para utusan misi Kristen masuk ke dalam jantung Afrika, di mana anak-anak lelaki dan perempuan penduduk asli diharapkan tetap berada di bawah kendali dan arahan para orang tua mereka sepanjang usia para orang tua tersebut, para utusan misi itu membuat kebingungan dan kehancuran semua wewenang ketika mereka berusaha, dalam satu generasi, untuk menggantikan praktek ini dengan mengajarkan bahwa anak-anak ini harus bebas dari semua pengendalian orang tua setelah mereka mencapai usia dua puluh satu tahun.

7. Kehidupan di Dalamatia

Markasnya Pangeran, walaupun luar biasa indah dan dirancang untuk mengundang kekaguman manusia primitif pada masa itu, sebenarnya secara keseluruhan masih sederhana. Bangunan-bangunan tidak dibuat berukuran besar karena menjadi motif para guru yang didatangkan ini untuk mendorong pengembangan pertanian pada akhirnya, melalui pengenalan tentang peternakan. Penyediaan lahan di dalam tembok kota cukup untuk padang rumput dan perkebunan untuk mendukung penduduk sekitar dua puluh ribu orang.

Interior dari tempat ibadah utama dan gedung-gedung dewan untuk sepuluh kelompok manusia super yang memimpin tersebut memang adalah karya seni yang indah. Meskipun bangunan-bangunan pemukiman itu adalah model-model kerapihan dan kebersihan, segala sesuatu sangatlah sederhana dan sama sekali primitif jika dibandingkan dengan perkembangan di kemudian hari. Di markas kebudayaan ini tidak ada metode yang dipakai yang tidak alami berasal dari Urantia.

Staf korporeal Pangeran memimpin kediaman-kediaman percontohan yang sederhana yang mereka rawat sebagai rumah-rumah untuk memberi inspirasi dan kesan baik pada para pengamat siswa yang berkunjung ke markas pusat sosial dan kependidikan dunia tersebut.

Tatanan kehidupan berkeluarga yang jelas dan hidup satu keluarga bersama di satu rumah yang berlokasi relatif menetap itu bermula dari sejak zaman Dalamatia ini dan terutama karena teladan dan ajaran dari staf seratus dan siswa-siswa mereka. Rumah sebagai sebuah unit sosial tidak pernah menjadi keberhasilan hingga para pria dan wanita super Dalamatia itu membimbing umat manusia untuk mencintai dan merencanakan untuk anak cucu dan buyut mereka. Manusia yang belum beradab menyayangi anaknya, namun manusia yang beradab juga mengasihi cucunya.

Para staf Pangeran hidup bersama sebagai para bapak dan ibu. Memang benar, mereka sendiri tidak melahirkan anak, namun lima puluh rumah pola di Dalamatia itu menampung tidak pernah kurang dari lima ratus anak kecil yang diadopsi, yang dikumpulkan dari keluarga-keluarga unggul dari ras-ras Andonik dan Sangik; banyak dari anak-anak ini adalah yatim piatu. Mereka diistimewakan dengan disiplin dan pelatihan dari para orang tua super tersebut; lalu, setelah tiga tahun di sekolah-sekolah Pangeran (mereka dimasukkan dari antara 13 hingga 15 tahun), mereka memenuhi syarat untuk pernikahan dan siap mengemban tugas sebagai duta Pangeran kepada suku-suku yang membutuhkan dari ras mereka masing-masing.

Fad mensponsori rencana pengajaran Dalamatia yang dilaksanakan sebagai suatu sekolah industri di dalam mana para muridnya belajar dengan melakukan, dan melalui hal itu menempuhnya dengan menyelesaikan tugas sehari-hari yang bermanfaat. Rencana pendidikan ini tidak mengabaikan berpikir dan merasakan dalam pengembangan watak; namun memberikan tempat utama bagi pelatihan manual. Pelajaran disampaikan secara individual dan kolektif. Para siswa diajar oleh guru pria maupun wanita atau oleh keduanya bertindak bersama-sama. Separuh dari pelajaran kelompok disampaikan sesuai jenis kelamin: separuh lainnya bersama-sama. Para siswa dilatih kecakapan manual sebagai individu dan disosialisasikan dalam kelompok atau kelas. Mereka dilatih untuk berteman dengan kelompok usia yang lebih muda, kelompok usia lebih tua, dan dengan orang dewasa, demikian pula untuk melakukan kerja kelompok dengan rekan-rekan seusia mereka. Mereka juga dibiasakan dengan hubungan sebagai kelompok keluarga, regu bermain, dan kelas sekolah.

Di antara siswa-siswa berikutnya yang dilatih di Mesopotamia untuk bekerja dengan ras mereka masing-masing ada orang-ornag Andonit dari dataran tinggi India barat, bersama dengan wakil-wakil dari ras merah dan ras biru; kemudian lagi sejumlah kecil dari ras kuning juga diterima.

Hap mengajari ras-ras primitif tersebut dengan suatu hukum moral. Hukum tersebut dikenal sebagai “Jalan Bapa” yang terdiri dari tujuh perintah utama berikut ini:

1. Janganlah kamu gentar atau menyembah pada Tuhan manapun kecuali Bapa segalanya.

2. Janganlah kamu membangkang terhadap Putra-Nya Bapa, pemimpin dunia, atau menunjukkan sikap tidak hormat kepada rekan-rekan manusia supernya.

3. Janganlah kamu berkata bohong ketika dipanggil di hadapan para hakim rakyat.

4. Janganlah kamu membunuh laki-laki, perempuan, atau anak-anak.

5. Janganlah kamu mencuri barang atau ternak milik sesamamu.

6. Janganlah kamu menyentuh istri temanmu.

7. Janganlah kamu menunjukkan sikap tidak hormat kepada orangtuamu atau kepada tua-tua suku.

Inilah hukum Dalamatia selama hampir tiga ratus ribu tahun. Banyak batu yang bertuliskan hukum-hukum ini sekarang terendam di bawah perairan lepas pantai Mesopotamia dan Persia. Sudah menjadi kebiasaan untuk menjaga satu perintah-perintah tersebut dalam ingatan mereka untuk setiap hari dalam satu minggu, memakainya untuk menyampaikan salam dan untuk doa syukur waktu makan.

Pengukuran waktu di masa itu adalah menurut hitungan bulan, periode satu bulan ini dihitung sebagai dua puluh delapan hari. Jadi, selain siang dan malam, itulah satu-satunya perhitungan waktu yang dikenal bangsa mula-mula ini. Minggu yang terdiri dari tujuh hari diperkenalkan oleh para guru Dalamatia dan muncul dari fakta bahwa tujuh adalah seperempat dari dua puluh delapan. Pentingnya angka tujuh dalam alam semesta super tidak diragukan lagi memberikan mereka kesempatan untuk memperkenalkan angka tersebut sebagai pengingat rohani ke dalam perhitungan umum waktu. Namun tidak ada asal-muasal alami untuk periode mingguan.

Desa-desa di sekitar kota Dalamatia cukup tertata dengan baik hingga radius seratus enam puluh kilometer. Langsung di sekeliling kota, ratusan lulusan sekolah-sekolah Pangeran bekerja menggembalakan ternak dan terus melaksanakan petunjuk dari para staf dan banyak asisten manusia mereka. Beberapa terlibat dalam pertanian dan perkebunan.

Umat manusia tidak digadaikan untuk kerja keras pertanian sebagai hukuman atas yang dianggap dosa. “Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu” itu bukanlah kalimat hukuman yang dijatuhkan karena keikutsertaan manusia dalam kebodohan pemberontakan Lucifer di bawah kepemimpinan Kaligastia si pengkhianat itu. Budidaya tanah itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam pembentukan suatu peradaban yang maju di dunia-dunia yang berevolusi, dan perintah ini adalah inti dari segala ajaran Pangeran Planet beserta para stafnya selama tiga ratus ribu tahun, yaitu rentang waktu antara kedatangan mereka di Urantia dan hari-hari tragis ketika Kaligastia memutuskan mendukung Lucifer pemberontak itu. Bekerja mengolah tanah bukanlah suatu kutukan; sebaliknya hal itu adalah berkat terbesar bagi semua orang yang diizinkan untuk menikmati kegiatan yang paling manusiawi dari semua jenis kegiatan manusia.

Pada waktu pecah pemberontakan, Dalamatia memiliki populasi penduduk sekitar enam ribu. Jumlah ini meliputi siswa-siswa reguler, tetapi belum termasuk para pengunjung dan pengamat, yang selalu berjumlah lebih dari seribu. Namun kamu hanya dapat sedikit memahami kemajuan menakjubkan dari di masa-masa lalu nun jauh itu; praktis semua hasil kemajuan manusia yang gemilang di masa itu tersapu bersih akibat kekacauan yang mengerikan dan kekelaman rohani yang menjijikkan, yang menyertai bencana penipuan dan hasutan Kaligastia itu.

8. Kemalangan Kaligastia

Kalau kami melihat kembali karier panjang Kaligastia, maka kami hanya menemukan satu ciri menonjol dari perilakunya yang mungkin menarik perhatian; ia adalah ultraindividualistik. Ia cenderung berpihak kepada hampir setiap kelompok protes, dan ia biasanya bersimpati pada mereka yang bersikap lunak pada kritikan yang tersirat. Kami mendeteksi gejala awal dari kecenderungan untuk resah di bawah otoritas ini, untuk agak membenci segala bentuk pengawasan. Walaupun ia sedikit membenci nasihat dari yang senior dan agak membantah di bawah wewenang yang lebih tinggi, namun ketika ada ujian datang, tetap saja ia selalu terbukti setia pada para penguasa alam semesta dan patuh pada amanat-amanat dari para Bapa Konstelasi. Tidak ada kesalahan nyata yang pernah didapati padanya hingga pada waktu pengkhianatannya yang memalukan itu di Urantia.

Perlu dicatat bahwa Lucifer maupun Kaligastia keduanya telah dengan sabar diajar dan dengan penuh kasih diperingatkan mengenai kecenderungan kritis mereka dan perkembangan halus keangkuhan diri mereka, dan perasaan kepentingan diri berlebihan yang terkait. Namun semua upaya untuk membantu ini telah disalah-artikan sebagai kritik yang tak berdasar dan sebagai campur tangan yang tidak dibenarkan terhadap kebebasan pribadi mereka. Kaligastia dan Lucifer menghakimi para penasihat mereka yang bersahabat itu bahwa mereka digerakkan oleh motif-motif yang amat tercela, yang mulai menguasai pikiran rusak dan rencana keliru mereka sendiri. Mereka menghakimi para penasihat mereka yang tidak egois itu dengan keegoisan mereka sendiri yang semakin berkembang.

Sejak dari kedatangan Pangeran Kaligastia, peradaban planet maju secara cukup normal selama hampir tiga ratus ribu tahun. Selain dari menjadi dunia modifikasi kehidupan sehingga mengalami banyak ketidak-teraturan dan episode-episode pasang surut evolusi yang tidak biasa, Urantia maju dengan sangat memuaskan dalam karier keplanetannya hingga pada masa-masa pemberontakan Lucifer yang berbarengan dengan pengkhianatan Kaligastia itu. Seluruh sejarah berikutnya telah jelas diubah oleh kesalahan besar ini serta oleh kegagalan berikutnya Adam dan Hawa untuk menggenapi misi keplanetan mereka.

Pangeran Urantia itu jatuh ke dalam kegelapan pada waktu pemberontakan Lucifer, sehingga menyebabkan kekacauan yang lama di planet. Ia kemudian dilepaskan dari otoritas berdaulatnya oleh aksi kerjasama dari para penguasa konstelasi dan kekuasaan alam semesta lainnya. Ia berbagi dampak yang tidak dapat dihindari yaitu terisolasinya Urantia hingga masa kunjungan Adam di planet dan ikut menyumbang sesuatu terhadap kegagalan rencana untuk mengangkat ras manusia melalui suntikan darah ras ungu yang baru—keturunan Adam dan Hawa.

Kekuasaan Pangeran yang jatuh itu untuk mengganggu urusan-urusan manusia sangat dibatasi oleh penjelmaan Melkisedek Machiventa dalam wujud manusia pada zaman Abraham; dan kemudian, selama kehidupan Mikhael dalam daging, Pangeran pengkhianat ini akhirnya dipangkas dari segala kekuasaan di Urantia.

Doktrin tentang pribadi iblis di Urantia, walaupun ada sedikit dasarnya yaitu kehadiran si pengkhianat dan pendurhaka Kaligastia, namun tetap secara keseluruhan dapat disebut fiktif dalam ajarannya bahwa “iblis” seperti itu dapat mempengaruhi pikiran manusia yang normal sehingga bertentangan dengan pilihan bebas dan alaminya. Bahkan sebelum penganugerahan diri Mikhael di Urantia, Kaligastia maupun Daligastia sama-sama tidak mampu menindas manusia atau memaksa individu yang normal untuk melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kehendak manusia itu. Kehendak bebas manusia itu paling tinggi dalam urusan-urusan moral; bahkan Pelaras Pikiran yang mendiami tidak bersedia untuk memaksa manusia agar memikirkan satu pikiran atau melakukan satu tindakanpun yang berlawanan dengan pilihan kehendak manusia itu sendiri.

Dan kini pemberontak di alam ini, yang sudah ditanggalkan dari semua kuasa untuk mencelakakan mantan-mantan bawahannya itu, menunggu penghakiman akhir, oleh Yang Purba Harinya Uversa, terhadap semua yang ikut serta dalam pemberontakan Lucifer.

[Disampaikan oleh sesosok Melkisedek dari Nebadon.]

Foundation Info

Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Urantia Foundation, 533 W. Diversey Parkway, Chicago, IL 60614, USA
Tel: +1-773-525-3319; Fax: +1-773-525-7739
© Urantia Foundation. All rights reserved