Makalah 19: Sosok Asal-Trinitas yang Sederajat

   
   Paragraph Numbers: On | Off
Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Buku Urantia

Makalah 19

Sosok Asal-Trinitas yang Sederajat

KELOMPOK Firdaus ini, yang disebut Sosok Asal-Trinitas yang Sederajat itu, mencakup para Putra Guru Trinitas, juga digolongkan di kalangan para Putra Tuhan Firdaus, tiga kelompok administrator tinggi alam semesta super, dan kategori yang agak bukan pribadi yaitu Roh-roh Terinspirasi Trinitas. Bahkan para penduduk asli Havona mungkin pantas dimasukkan dalam klasifikasi kepribadian Trinitas ini bersama dengan banyak kelompok makhluk yang menetap di Firdaus. Sosok-sosok asal-Trinitas itu yang akan dibahas dalam diskusi ini adalah:

1. Putra Guru Trinitas.

2. Penyempurna Hikmat.

3. Konselor Ilahi.

4. Sensor Semesta.

5. Roh Terinspirasi Trinitas.

6. Penduduk Asli Havona.

7. Warga Firdaus.

Kecuali para Putra Guru Trinitas dan kemungkinan Roh Terinspirasi Trinitas, kelompok-kelompok ini berjumlah pasti; penciptaan mereka adalah peristiwa yang sudah selesai dan masa lalu.

Dari semua ordo tinggi kepribadian selestial yang diungkapkan kepadamu, para Putra Guru Trinitas itu sendiri yang bertindak dalam dwi kapasitas. Berdasarkan asalnya yang dari sifat dasar Trinitas, dalam fungsi mereka hampir sepenuhnya dikhususkan untuk layanan-layanan keputraan ilahi. Mereka adalah sosok-sosok penghubung yang menjembatani celah alam semesta antara kepribadian yang asalnya dari Trinitas (tiga-asal) dan yang dari dua-asal.

Meskipun para Putra Stasioner dari Trinitas itu lengkap jumlahnya, namun para Putra Guru terus menerus bertambah. Berapa nantinya jumlah akhir Putra Guru itu aku tidak tahu. Walaupun demikian aku bisa menyatakan bahwa, pada laporan periodik terakhir ke Uversa, catatan Firdaus menunjukkan ada 21.001.624.821 Putra ini dalam tugas.

Sosok-sosok ini adalah satu-satunya kelompok Putra Tuhan yang diungkapkan kepadamu yang asalnya adalah dari Trinitas Firdaus. Mereka menjangkau alam-alam semesta sentral dan super, dan suatu korps yang berjumlah sangat besar ditugaskan pada setiap alam semesta lokal. Mereka juga melayani planet-planet individual seperti halnya dilakukan Putra-putra Tuhan Firdaus yang lainnya. Karena skema dari alam semesta agung itu belum sepenuhnya dikembangkan, sejumlah besar Putra Guru disimpan dalam cadangan di Firdaus, dan mereka secara sukarela melayani untuk tugas darurat dan layanan tidak biasa dalam semua divisi alam semesta agung, di dunia-dunia terpencil angkasa, di alam-alam semesta lokal dan super, dan di dunia-dunia Havona. Mereka juga berfungsi di Firdaus, tetapi akan lebih bermanfaat untuk menunda pembahasan rinci tentang mereka hingga kita sampai pada diskusi tentang para Putra Tuhan Firdaus.

Namun demikian, dalam hubungan ini, dapat dicatat bahwa para Putra Guru itu adalah kepribadian-kepribadian pengkoordinasian tertinggi yang berasal dari Trinitas. Dalam alam-alam semesta raya yang begitu luas selalu ada bahaya besar terjerumus ke dalam kesalahan akibat sudut pandang yang sempit, karena (sifat) jahat yang melekat dalam suatu konsepsi tentang realitas dan keilahian yang disegmentalisir.

Sebagai contoh: Pikiran manusia akan biasanya rindu untuk mendekati filsafat kosmis yang digambarkan dalam pewahyuan-pewahyuan ini dengan berangkat dari yang sederhana dan terbatas menuju yang kompleks dan tak terbatas, dari asal manusia menuju takdir-takdir ilahi. Tetapi jalan itu tidak mengarah kepada hikmat rohani. Prosedur tersebut adalah jalan termudah menuju suatu bentuk tertentu pengetahuan genetik (asal usul), tetapi maksimal cara itu hanya bisa mengungkap asal usulnya manusia; cara itu tidak atau hanya sedikit mengungkapkan tentang takdir (tujuan akhir) ilahinya.

Bahkan dalam studi biologi evolusinya manusia di Urantia, ada keberatan besar untuk pendekatan khusus sejarah terhadap status masa kininya manusia dan permasalahannya saat ini. Perspektif yang benar tentang semua masalah realitas—yang manusiawi atau ilahi, yang hidup di daratan atau kosmis—hanya bisa dimiliki dengan studi dan korelasi yang penuh dan tanpa prasangka pada tiga fase realitas alam semesta: asal, sejarah, dan tujuan akhirnya. Pemahaman yang tepat terhadap ketiga realitas pengalaman ini memberikan dasar untuk taksiran yang bijaksana tentang status saat ini.

Ketika pikiran manusia berupaya untuk mengikuti teknik filosofis dengan memulai dari yang bawah untuk mencapai yang lebih tinggi, apakah itu dalam biologi atau teologi, akan selalu ada bahaya melakukan empat kesalahan pemikiran:

1. Pikiran manusia bisa sama sekali gagal untuk melihat tujuan evolusioner yang akhir dan tuntas untuk pencapaian pribadi ataupun takdir kosmis.

2. Pikiran manusia mungkin melakukan kesalahan filosofis tertinggi dengan terlalu menyederhanakan realitas evolusioner (pengalaman) kosmis, sehingga mengarah ke penyimpangan fakta, pada pemutarbalikan kebenaran, dan kesalahpahaman tentang tujuan-tujuan akhir.

3. Studi tentang sebab-akibat adalah kajian sejarah. Namun pengetahuan tentang bagaimana suatu sosok makhluk itu menjadi ada itu tidak selalu memberikan pemahaman cerdas tentang status sekarang dan karakter sebenarnya sosok tersebut.

4. Sejarah saja tidak memadai untuk mengungkapkan perkembangan masa depan—takdir. Asal mula terbatas itu berguna, tetapi hanya sebab-sebab ilahi yang mengungkapkan hasil-hasil akhir. Akhir-akhir kekal belum diperlihatkan dalam permulaan-permulaan waktu. Masa kini hanya dapat benar-benar ditafsirkan dalam terang masa lalu dihubungkan dengan masa depan.

Oleh karena itu, karena hal ini dan karena alasan-alasan lain lagi, memang kami menggunakan teknik mendekati manusia dan masalah keplanetannya dengan cara berangkat pada perjalanan ruang-waktu, dari Firdaus yang tak terbatas, kekal, dan ilahi, Sumber dan Pusat semua realitas kepribadian dan semua keberadaan kosmis.

Para Penyempurna Hikmat adalah ciptaan dispesialisasikan dari Trinitas Firdaus yang dirancang untuk mempribadikan hikmat keilahian dalam alam-alam semesta super. Dalam keberadaan ada persis tujuh milyar makhluk-makhluk ini, dan satu milyar ditugaskan ke masing-masing tujuh alam semesta super.

Mirip seperti para rekan sederajat mereka, yaitu para Konselor Ilahi dan Sensor Semesta, para Penyempurna Hikmat lulus melewati hikmat Firdaus, dari Havona, dan kecuali Divinington, dari dunia-dunia Firdausnya Bapa. Setelah pengalaman-pengalaman ini para Penyempurna Hikmat secara permanen ditempatkan pada layanan Yang Purba Harinya. Mereka bertugas tidak di Firdaus atau di dunia-dunia sirkuit Havona-Firdaus; mereka sepenuhnya disibukkan oleh administrasi pemerintah-pemerintah alam semesta super.

Di manapun dan kapanpun Penyempurna Hikmat berfungsi, di sana dan saat itu pula hikmat ilahi berfungsi. Ada aktualitas kehadiran dan kesempurnaan manifestasi dalam pengetahuan dan hikmat yang diwakili dalam perbuatan kepribadian-kepribadian yang perkasa dan agung ini. Mereka tidak mencerminkan hikmat Trinitas Firdaus, mereka itulahhikmat itu sendiri. Mereka adalah sumber hikmat bagi semua guru dalam penerapan pengetahuan alam semesta; mereka adalah air mancur diskresi (pemisahan) dan mata air diskriminasi (pembeda-bedaan) bagi lembaga-lembaga pembelajaran dan pemahaman dalam semua alam-alam semesta.

Hikmat itu lipat dua asalnya, yang berasal dari kesempurnaan wawasan ilahi yang melekat dalam sosok-sosok sempurna, dan dari pengalaman pribadi yang diperoleh makhluk-makhluk yang berevolusi. Para Penyempurna Hikmat itulah hikmat ilahi dari kesempurnaan Firdaus dari pengetahuan Deitas. Rekan-rekan administratif mereka di Uversa, Utusan Perkasa, Yang Tanpa Nama dan Bilangan, dan Yang Tinggi dalam Otoritas, ketika bertindak bersama-sama, adalah hikmat alam semesta dari pengalaman. Suatu sosok ilahi dapat memiliki kesempurnaan dari pengetahuan ilahi. Seorang manusia evolusioner suatu waktu dapat mencapai kesempurnaan dari pengetahuan penaik, tetapi tidak bisa satu jenis makhluk ini saja menghabiskan potensi kemungkinan semua hikmat yang mungkin. Oleh karena itu, setiap kali dalam pengelolaan alam semesta super diinginkan untuk mencapai maksimum kebijaksanaan administratif, maka para penyempurna untuk hikmat dari pengetahuan ilahi ini selalu dikerjasamakan dengan kepribadian-kepribadian penaik yang telah naik ke tanggung jawab tinggi kewenangan alam semesta super melalui pengalaman susah payah maju secara evolusi itu.

Para Penyempurna Hikmat akan selalu membutuhkan pelengkap kebijaksanaan pengalaman ini untuk lengkapnya kebijakan administratif mereka. Namun telah didalilkan bahwa tingkatan hikmat yang tinggi dan sampai sekarang belum tercapai itu mungkin dapat dicapai oleh para finaliter Firdaus setelah mereka suatu waktu nanti dilantik masuk ke dalam tahap ketujuh keberadaan roh. Jika kesimpulan ini benar, maka makhluk-makhluk yang disempurnakan dari kenaikan evolusioner ini pastilah menjadi administrator alam semesta yang paling efektif yang pernah dikenal dalam seluruh ciptaan. Aku percaya bahwa demikianlah takdir tinggi para finaliter.

Keserbagunaan Penyempurna Hikmat itu memungkinkan mereka untuk ikut serta dalam hampir semua layanan angkasa para makhluk yang naik. Para Penyempurna Hikmat dan ordo kepribadianku, Konselor Ilahi, bersama dengan para Sensor Semesta, merupakan ordo tertinggi makhluk yang bisa dan memang terlibat dalam pekerjaan mewahyukan kebenaran ke planet-planet dan sistem satu persatu, apakah itu dalam zaman-zaman permulaan atau ketika sudah ditetapkan dalam terang dan hidup. Dari waktu ke waktu kami semua melakukan kontak dengan pelayanan manusia-manusia menaik, dari suatu planet kehidupan-awal ke atas melalui alam semesta lokal dan alam semesta super, khususnya yang belakangan.

Sosok-sosok asal-Trinitas ini adalah nasihat Deitas kepada ranah-ranah tujuh alam semesta super. Mereka bukan cerminan dari nasihat ilahi dari Trinitas; mereka itulah nasihat itu. Ada dua puluh satu milyar Konselor ini dalam pelayanan, dan tiga milyar ditugaskan ke setiap alam semesta super.

Para Konselor Ilahi adalah rekan sekerja dan setara Sensor Semesta dan Penyempurna Hikmat, dari satu sampai tujuh Konselor dikerjasamakan dengan masing-masing kepribadian yang belakangan ini. Semua tiga ordo itu ikut serta dalam pemerintahan Yang Purba Harinya, termasuk sektor-sektor mayor dan minor, dalam alam-alam semesta lokal dan konstelasi, dan dalam dewan-dewan penguasa sistem lokal.

Kami bertindak sebagai individu-individu, seperti yang aku lakukan ketika menyusun tulisan ini, tetapi kami juga berfungsi sebagai sebuah trio kapan saja keadaan memerlukan. Ketika kami bertindak dalam kapasitas eksekutif, selalu ada digabungkan bersama satu Penyempurna Hikmat, satu Sensor Semesta, dan dari satu sampai tujuh Konselor Ilahi.

Satu Penyempurna Hikmat, tujuh Konselor Ilahi, dan satu Sensor Semesta membentuk sebuah mahkamah pengadilan dari keilahian Trinitas, badan penasihat yang mobil (bergerak) yang tertinggi di alam-alam semesta ruang dan waktu. Kelompok sembilan tersebut dikenal sebagai pengadilan penemu-fakta atau sebagai pewahyu-kebenaran, dan ketika mahkamah itu duduk dalam penghakiman atas suatu masalah dan membuat putusan, maka hal itu sama seperti jika Yang Purba Harinya telah mengadili perkara itu, karena dalam seluruh tawarikh sejarah alam semesta super vonis seperti itu belum pernah dibatalkan oleh Yang Purba Harinya.

Ketika tiga Yang Purba Harinya berfungsi, Trinitas Firdaus berfungsi. Ketika mahkamah sembilan itu sampai pada suatu keputusan setelah musyawarah gabungannya, maka untuk semua maksud dan tujuan, Yang Purba Harinya telah bersabda. Dengan cara seperti inilah para Penguasa Firdaus melakukan kontak pribadi, dalam urusan-urusan administratif dan peraturan kepemerintahan, dengan dunia-dunia, sistem-sistem, dan alam-alam semesta satu persatu.

Konselor Ilahi adalah kesempurnaan nasihat ilahi dari Trinitas Firdaus. Kami merupakan, pada kenyataannya adalah, nasihat kesempurnaan itu. Ketika kami ditambahi oleh nasihat pengalaman dari rekan-rekan kami, sosok-sosok yang disempurnakan dan makhluk kenaikan evolusioner yang sudah dirangkul-Trinitas, maka kesimpulan gabungan kami tidak hanya lengkap tetapi penuh. Ketika nasihat bersatu kami telah dihubungkan, diadili, dikonfirmasi, dan diumumkan oleh Sensor Semesta, maka sangat mungkin bahwa nasihat itu mendekati ambang batas totalitas semesta. Vonis seperti itu merupakan pendekatan terdekat yang mungkin pada sikap mutlak Deitas di dalam batas-batas ruang-waktu untuk situasi yang terlibat dan masalah yang bersangkutan.

Tujuh Konselor Ilahi dalam hubungan kerjasama dengan sebuah trio evolusioner yang ditrinitisasi—satu Utusan Perkasa, Yang Tinggi dalam Otoritas, dan Yang Tanpa Nama dan Bilangan—merupakan pendekatan alam semesta super yang terdekat ke penyatuan sudut pandang manusiawi dan sikap ilahi pada tingkat-tingkat yang dekat-firdausi untuk makna-makna rohani dan nilai-nilai realitas. Pendekatan dari sikap kosmis bersatu antara makhluk dan Pencipta tersebut hanya dilampaui dalam diri para Putra anugerah Firdaus, yang adalah, dalam setiap fase pengalaman kepribadian, adalah Tuhan dan manusia.

Ada tepatnya delapan milyar Sensor Semesta dalam keberadaan. Sosok-sosok yang unik inilah penghakiman Deitas. Mereka tidak hanya semata-mata hanya cerminan dari keputusan-keputusan kesempurnaan; mereka itulah penghakiman dari Trinitas Firdaus. Bahkan Yang Purba Harinya pun tidak duduk dalam penghakiman kecuali dalam kerjasama dengan para Sensor Semesta.

Satu Sensor ditugaskan di masing-masing dunia satu milyar alam semesta sentral, digabungkan pada pemerintahan keplanetan Yang Kekal Harinya yang menetap di situ. Baik Penyempurna Hikmat ataupun Konselor Ilahi tidak diperbantukan secara permanen seperti itu pada pemerintahan Havona, demikian pula kami pun sama sekali tidak mengerti mengapa para Sensor Semesta ditempatkan di alam semesta sentral. Kegiatan mereka saat ini hampir tidak menjelaskan perlunya penugasan mereka di Havona, dan karena itu kami menduga bahwa mereka berada di sana untuk mengantisipasi kebutuhan suatu zaman alam semesta masa depan ketika populasi Havona mungkin sebagian berubah.

Satu milyar Sensor ditugaskan ke masing-masing dari tujuh alam semesta super. Baik dalam kapasitas perorangan maupun dalam hubungannya dengan Penyempurna Hikmat dan Konselor Ilahi, mereka beroperasi di seluruh divisi tujuh alam semesta super. Dengan demikian Sensor bertindak pada semua tingkatan alam semesta agung, dari dunia-dunia sempurna Havona hingga ke dewan-dewan para Daulat Sistem, dan mereka adalah bagian organik bagi seluruh penghakiman zaman dispensasi untuk dunia-dunia evolusioner.

Kapanpun dan di manapun Sensor Semesta itu hadir, maka saat itu dan di sana ada penghakiman dari Deitas. Dan karena Sensor selalu menjatuhkan putusan mereka dalam hubungan kerja dengan Penyempurna Hikmat dan Konselor Ilahi, maka keputusan-keputusan tersebut mencakup hikmat, nasihat, dan penghakiman disatukan dari Trinitas Firdaus. Dalam trio yuridis ini Penyempurna Hikmat akan menjadi “aku telah,” Konselor Ilahi “aku akan,” tapi Sensor Semesta selalu “aku adalah.”

Sensor-sensor itu adalah kepribadian penjumlahan (pentotalan) alam semesta. Ketika seribu saksi telah memberikan kesaksian—atau satu juta—ketika suara hikmat telah bersabda dan nasihat keilahian telah direkam, ketika kesaksian dari kesempurnaan penaik telah ditambahkan, maka Sensor berfungsi, dan segera diungkapkan suatu penjumlahan total yang betul dan ilahi terhadap semua yang telah terjadi; dan pengungkapan tersebut merupakan kesimpulan ilahi, jumlah dan hakikat dari keputusan yang final dan sempurna. Karena itu, ketika Sensor telah bersabda, tidak ada pihak lain yang bisa berbicara, karena Sensor telah menggambarkan total yang benar dan tidak keliru terhadap semua yang telah terjadi sebelumnya. Ketika ia bersabda, tidak ada banding.

Aku memahami paling sepenuhnya tentang beroperasinya batin sesosok Penyempurna Hikmat, tetapi aku pasti tidak sepenuhnya memahami bekerjanya batin yang mengadili dari Sensor Semesta. Tampaknya kepadaku bahwa Sensor merumuskan makna-makna baru dan membuat nilai-nilai baru dari hubungan antar fakta, kebenaran, dan temuan yang disajikan kepada mereka dalam proses suatu penyelidikan urusan alam semesta. Tampaknya mungkin bahwa Sensor Semesta mampu menyajikan interpretasi asli dari kombinasi wawasan Pencipta yang sempurna dan pengalaman makhluk yang disempurnakan. Kaitan gabungan dari kesempurnaan Firdaus dan pengalaman alam semesta ini tak diragukan lagi mengakibatkan suatu nilai baru dalam akhir-akhirnya.

Namun ini bukan akhir dari kesulitan kami mengenai bekerjanya batin para Sensor Semesta. Setelah membuat kelonggaran-kelonggaran semestinya untuk semua yang kami ketahui atau duga tentang berfungsinya Sensor dalam suatu situasi alam semesta tertentu, kami menemukan bahwa kami masih tidak mampu memprediksi keputusan-keputusan atau untuk memprakirakan vonis-vonis. Kami dengan sangat akurat menentukan kemungkinan hasil dari hubungan antara sikap Pencipta dan pengalaman makhluk, tetapi kesimpulan-kesimpulan tersebut tidak selalu prakiraan akurat terhadap pengungkapan-pengungkapan (disclosures) dari Sensor. Tampaknya bahwa Sensor dalam cara tertentu ada dalam hubungan kerjasama dengan Absolut Deitas; kalau tidak demikian kami tidak mampu menjelaskan banyak keputusan dan ketetapan mereka.

Penyempurna Hikmat, Konselor Ilahi, dan Sensor Semesta, bersama dengan tujuh ordo Kepribadian Trinitas Tertinggi, membentuk sepuluh kelompok yang kadang-kadang disebut Putra Stasioner dari Trinitas. Bersama-sama mereka menyusun korps agung administrator, penguasa, eksekutif, penasihat, konselor, dan hakim-hakim Trinitas. Jumlah mereka sedikit melebihi tiga puluh tujuh milyar. Dua milyar dan tujuh puluh (juta) ditempatkan di alam semesta sentral dan sedikit lebih dari lima milyar di setiap alam semesta super.

Sangat sulit untuk menggambarkan batas-batas fungsional para Putra Stasioner dari Trinitas itu. Tidaklah tepat untuk menyatakan bahwa tindakan-tindakan mereka adalah terbatas finit, karena ada transaksi-transaksi di catatan alam semesta super yang menunjukkan selain itu. Mereka bertindak pada semua tingkatan administrasi atau penghakiman alam semesta yang mungkin diperlukan oleh kondisi-kondisi ruang-waktu dan yang berkenaan dengan evolusi masa lalu, masa kini, dan masa depan alam semesta master.

Aku hanya akan dapat memberitahu kamu sangat sedikit mengenai Roh Terinspirasi Trinitas, karena mereka adalah salah satu dari sedikit ordo makhluk yang sepenuhnya rahasia dalam keberadaan. Rahasia, tidak diragukan lagi, karena tidak mungkin bagi mereka untuk mengungkapkan sepenuhnya diri mereka sendiri, bahkan kepada kami yang asal-usulnya begitu dekat dengan sumber penciptaan mereka. Mereka menjadi ada oleh tindakan Trinitas Firdaus dan dapat dimanfaatkan oleh salah satu atau dua atau oleh ketiga Deitas itu. Kami tidak tahu apakah Roh-roh ini sudah lengkap atau terus meningkat jumlahnya, tetapi kami cenderung kepada keyakinan bahwa jumlah mereka belum dipastikan.

Kami tidak memahami sepenuhnya tentang kodrat maupun perilaku Roh-roh Terinspirasi itu. Mereka mungkin dapat termasuk dalam kategori roh suprapribadi. Mereka tampaknya beroperasi melalui semua sirkuit yang dikenal dan kelihatannya bertindak nyaris mandiri terhadap ruang dan waktu. Tapi kami hanya tahu sedikit tentang mereka kecuali ketika kami menyimpulkan karakter mereka dari sifat kegiatan mereka, hasil yang secara pasti kami amati di sana-sini di alam semesta.

Dalam kondisi-kondisi tertentu para Roh Terinspirasi ini dapat mengindividualisir diri mereka sendiri secukupnya sehingga bisa dikenali oleh sosok-sosok dari asal Trinitas. Aku telah melihat mereka; tetapi tidak akan pernah mungkin bagi ordo-ordo makhluk angkasa yang lebih rendah untuk mengenali salah satu dari mereka. Keadaan-keadaan tertentu juga muncul dari waktu ke waktu dalam pemerintahan alam semesta yang berevolusi di mana setiap sosok asal Trinitas bisa langsung mempekerjakan Roh-roh ini dalam kelanjutan tugas-tugasnya. Oleh karena itu kami tahu bahwa mereka ada, dan bahwa dalam kondisi tertentu kami boleh menyuruh dan menerima bantuan mereka, kadang-kadang mengenali kehadiran mereka. Tetapi mereka bukan bagian dari organisasi yang mewujud dan terungkap jelas yang dipercayai untuk pemerintahan alam semesta ruang-waktu sebelum ciptaan-ciptaan material tersebut ditetapkan dalam terang dan hidup. Mereka tidak memiliki tempat yang jelas dapat terlihat dalam ekonomi atau administrasi sekarang di tujuh alam semesta super yang berevolusi itu. Mereka adalah suatu rahasia dari Trinitas Firdaus.

Para Melkisedek Nebadon mengajarkan bahwa Roh Terinspirasi Trinitas itu ditakdirkan, suatu saat dalam masa depan kekal, untuk berfungsi menggantikan para Utusan Soliter, yang jumlahnya secara perlahan tapi pasti makin habis karena penugasan mereka sebagai rekan-rekan kerja untuk jenis-jenis tertentu putra ditrinitisasi.

Roh Terinspirasi adalah Roh-roh yang sendirian di alam semesta segala alam-alam semesta. Sebagai Roh mereka sangat mirip dengan Utusan Soliter kecuali bahwa yang belakangan ini adalah kepribadian-kepribadian yang jelas. Kami memperoleh banyak pengetahuan kami tentang Roh Terinspirasi dari Utusan Soliter, yang mendeteksi kedekatan mereka berkat suatu kepekaan melekat terhadap kehadiran Roh Terinspirasi yang berfungsi sama pastinya seperti sebuah magnet jarum menunjuk ke kutub magnet. Ketika sesosok Utusan Soliter berdekatan dengan Roh Terinspirasi Trinitas, dia sadar akan suatu indikasi kualitatif dari kehadiran ilahi tersebut dan juga suatu registrasi kuantitatif yang amat jelas yang memungkinkan dia sesungguhnya untuk mengetahui klasifikasi atau berapa jumlah Roh Terinspirasi yang hadir.

Aku bisa menyampaikan fakta menarik lebih lanjut: Ketika sesosok Utusan Soliter berada di sebuah planet yang penduduknya telah didiami oleh Pelaras Pikiran, seperti di Urantia, ia menyadari suatu eksitasi (lonjakan) kualitatif dalam kepekaan-deteksinya terhadap kehadiran roh. Dalam kasus seperti demikian tidak ada eksitasi kuantitatif, hanya suatu agitasi (gejolak) kualitatif. Ketika ada di sebuah planet yang di situ Pelaras tidak datang, kontak dengan penduduk aslinya tidak menghasilkan reaksi seperti itu. Hal ini menunjukkan bahwa Pelaras Pikiran dalam beberapa cara tertentu terkait dengan, atau terhubung dengan, Roh Terinspirasi dari Trinitas Firdaus itu. Dalam cara tertentu mereka mungkin dapat terkait dalam fase-fase tertentu dari pekerjaan Roh Terinspirasi itu; tetapi kami tidak benar-benar tahu. Mereka berdua berasal dari dekat pusat dan sumber segala sesuatu, tetapi mereka bukan golongan makhluk yang sama. Pelaras Pikiran berasal dari Bapa saja; Roh Terinspirasi adalah keturunan dari Trinitas Firdaus.

Roh-roh Terinspirasi itu tampaknya tidak termasuk pada skema evolusioner planet atau alam-alam semesta satu persatu, namun demikian sepertinya mereka ada di mana-mana. Bahkan saat aku terlibat dalam perumusan tulisan ini, kepekaan pribadi Utusan Soliter yang bekerja bersamaku terhadap kehadiran ordo Roh ini menunjukkan bahwa ada bersama kami pada saat ini juga, tidak lebih dari dua puluh lima kaki (6,7 meter) jauhnya, satu sosok Roh dari ordo Terinspirasi dan dari volume ketiga kehadiran daya. Volume ketiga kehadiran daya itu menunjukkan kepada kami kemungkinan bahwa ada tiga Roh Terinspirasi yang sedang berfungsi dalam kerjasama.

Dari dua belas lebih ordo makhluk yang bekerja bersama dengan aku saat ini, Utusan Soliter adalah satu-satunya yang menyadari akan kehadiran entitas misterius dari Trinitas ini. Dan lebih lanjut, meskipun kami diberitahu tentang dekatnya Roh-roh ilahi ini, namun kami semua sama-sama tidak tahu tentang misi mereka. Kami benar-benar tidak tahu apakah mereka hanya pengamat yang tertarik pada perbuatan kami, atau apakah mereka, dalam beberapa cara yang tidak kami ketahui, benar-benar menyumbang terhadap keberhasilan pekerjaan kami.

Kami tahu bahwa Putra Guru Trinitas itu dikhususkan untuk pencerahan sadar makhluk-makhluk alam semesta. Aku telah sampai pada kesimpulan pasti bahwa Roh Terinspirasi Trinitas, dengan teknik suprasadar, juga berfungsi sebagai guru-guru untuk alam-alam. Aku diyakinkan bahwa ada kumpulan luas pengetahuan rohani pokok, kebenaran yang mutlak diperlukan untuk pencapaian rohani tinggi, yang tidak dapat diterima secara sadar; sebab kesadaran diri akan secara efektif mengganggu kepastian penerimaannya. Jika kami benar dalam konsep ini, dan seluruh makhluk dari ordoku berbagi pendapat itu, maka mungkin misi Roh Terinspirasi ini adalah untuk mengatasi kesulitan ini, untuk menjembatani kesenjangan ini dalam skema semesta untuk pencerahan moral dan pemajuan rohani. Kami berpikir bahwa kedua jenis guru asal-Trinitas ini menghasilkan semacam hubungan kerja dalam kegiatan-kegiatan mereka, namun demikian kami tidak benar-benar tahu.

Di dunia-dunia pelatihan alam semesta super dan di sirkuit-sirkuit kekal Havona, aku telah bersahabat dengan manusia yang menjadi sempurna—jiwa-jiwa yang dispiritualisir dan penaik dari ranah-ranah evolusioner—tetapi tidak pernah mereka menyadari tentang adanya Roh Terinspirasi, meskipun sekali-sekali kemampuan deteksi Utusan Soliter menunjukkan bahwa mereka ada sangat dekat dengan kami. Aku telah dengan bebas berbicara dengan semua ordo Putra-putra Tuhan, yang tinggi dan yang rendah, dan mereka demikian juga tidak menyadari peringatan-peringatan dari Roh Terinspirasi Trinitas. Mereka dapat dan memang melihat kembali dalam pengalaman mereka dan menceritakan lagi kejadian-kejadian yang sulit dijelaskan jika aksi dari Roh tersebut tidak diperhitungkan. Namun dengan perkecualian Utusan Soliter, dan kadang-kadang sosok-sosok asal-Trinitas, tidak ada dari keluarga selestial lainnya yang pernah menyadari tentang kedekatan dengan Roh Terinspirasi.

Aku tidak percaya Roh Terinspirasi Trinitas itu sedang bermain petak umpet dengan aku. Mereka mungkin mencoba sama kerasnya untuk memperlihatkan diri mereka seperti halnya aku hendak berkomunikasi dengan mereka; kesulitan dan keterbatasan kami tentulah timbal baik dan melekat. Aku yakin bahwa tidak ada rahasia yang sembarang di alam semesta; karena itu aku tidak akan pernah berhenti dalam upayaku untuk memecahkan misteri tentang keterasingan Roh-roh ini, yang termasuk golongan ciptaan yang sama dengan aku.

Dari semua ini, kamu manusia fana, yang sekarang baru mengambil langkah pertama kamu pada perjalanan kekal, dapat kamu lihat dengan baik bahwa kamu harus terlebih dahulu maju jauh sekali sebelum kamu akan maju oleh kepastian “penglihatan” dan “materiil.” Kamu akan lama menggunakan iman dan tergantung pada pewahyuan jika kamu berharap untuk maju dengan cepat dan aman.

Penduduk-penduduk asli Havona itu adalah ciptaan langsung dari Trinitas Firdaus, dan jumlah mereka berada di luar konsep pikiranmu yang terbatas. Tidak mungkin pula bagi penduduk Urantia untuk membayangkan tentang kemampuan melekat dari makhluk-makhluk yang sempurna secara ilahi seperti ras-ras asal-Trinitas di alam semesta yang kekal itu. Kamu tidak akan pernah bisa benar-benar menggambarkan dalam pikiranmu tentang makhluk-makhluk yang mulia ini; kamu harus menantikan kedatanganmu di Havona, ketika kamu bisa menyapa mereka sebagai kawan-kawan sesama roh.

Selama kunjungan panjangmu di dunia satu milyar pembinaan budaya Havona itu kamu akan mengembangkan suatu persahabatan abadi dengan makhluk-makhluk luhur ini. Sungguh betapa mendalamnya persahabatan yang tumbuh antara makhluk pribadi terendah dari dunia-dunia ruang dan sosok-sosok pribadi tinggi penduduk asli dari dunia-dunia sempurna di alam semesta sentral ini! Manusia yang menaik, dalam hubungan panjang dan penuh kasih mereka dengan penduduk asli Havona, berguna banyak untuk menutup kemiskinan rohani dari tahap-tahap kemajuan manusia yang lebih awal. Pada saat yang sama, melalui kontak-kontak mereka dengan para musafir yang menaik itu, penduduk Havona memperoleh pengalaman yang tidak sedikit untuk mengatasi hambatan pengalaman karena selalu menjalani hidup dalam kesempurnaan ilahi. Manfaat untuk manusia menaik maupun untuk penduduk asli Havona itu besar dan timbal balik.

Penduduk asli Havona, seperti semua kepribadian asal-Trinitas lainnya, dirancang dalam kesempurnaan ilahi, dan seperti halnya dengan kepribadian asal-Trinitas lainnya, berlalunya waktu bisa menambah ke kumpulan kemampuan pengalaman mereka. Namun tidak seperti para Putra Stasioner dari Trinitas, penduduk Havona dapat berevolusi dalam status, bisa memiliki suatu masa depan takdir-kekekalan yang belum diungkapkan. Hal ini digambarkan oleh penduduk Havona tertentu yang memfaktualisasi-layanan kapasitas untuk peleburan (fusi) dengan suatu pecahan Bapa bukan-Pelaras sehingga memenuhi syarat untuk keanggotaan dalam Korps Fana Finalitas. Ada lagi korps-korps finaliter lain yang terbuka bagi penduduk-penduduk asli alam semesta sentral ini.

Evolusi status penduduk Havona telah menyebabkan banyak spekulasi di Uversa. Karena mereka terus-menerus tersaring masuk ke beberapa Korps Firdaus Finalitas, dan karena tidak ada lagi yang diciptakan, maka jelas bahwa jumlah penduduk asli yang tersisa di Havona itu terus menerus berkurang. Konsekuensi terakhir dari transaksi-transaksi ini belum pernah diungkapkan kepada kami, tetapi kami tidak percaya bahwa Havona akan sepenuhnya kehabisan penduduk aslinya. Kami telah memegang teori bahwa penduduk Havona mungkin akan berhenti masuk kesatuan finaliter pada suatu masa selama zaman penciptaan berturut-turut di level-level angkasa bagian luar. Kami juga telah berpikiran bahwa dalam zaman alam semesta berikutnya ini alam semesta sentral mungkin dihuni oleh suatu kelompok campuran makhluk yang menetap di situ, suatu kewargaan yang terdiri hanya sebagian dari penduduk Havona yang asli. Kami tidak tahu golongan atau jenis makhluk apa yang mungkin ditakdirkan untuk status kependudukan di Havona masa depan, tapi kami telah memikirkan tentang:

1. Univitatia, yang pada saat ini warga permanen di konstelasi-konstelasi alam semesta lokal.

2. Jenis-jenis masa depan manusia yang mungkin lahir di dunia-dunia yang dihuni di alam-alam semesta super dalam berkembangnya zaman-zaman terang dan hidup.

3. Kedatangan bangsawan rohani yang masuk dari alam-alam semesta bagian luar yang berturutan itu.

Kami tahu bahwa Havona di zaman alam semesta sebelumnya itu agak berbeda dari Havona di zaman sekarang. Kami menganggap bahwa cukup masuk akal untuk mengasumsikan bahwa kita sekarang menyaksikan perubahan-perubahan lambat di alam semesta sentral yang merupakan antisipasi terhadap zaman-zaman yang akan datang. Satu hal yang pasti: Alam semesta itu tidak statis; hanya Tuhan yang tak berubah.

Ada tinggal menetap di Firdaus banyak kelompok makhluk yang hebat, yaitu para Warga Firdaus. Mereka tidak secara langsung berurusan dengan skema untuk menyempurnakan makhluk berkehendak yang menaik, dan oleh karena itu tidak sepenuhnya diungkapkan kepada manusia Urantia. Ada lebih dari tiga ribu ordo kecerdasan adikodrati ini, kelompok terakhir telah dipersonalisasi bersamaan dengan mandat dari Trinitas yang memaklumkan rencana kreatif untuk tujuh alam semesta super ruang dan waktu.

Warga Firdaus dan penduduk asli Havona kadang-kadang disebut secara kolektif sebagai kepribadian-kepribadian Havona-Firdaus.

Paparan ini melengkapi kisah tentang makhluk-makhluk yang dijadikan ada oleh Trinitas Firdaus. Tak satu pun dari mereka yang pernah tersesat. Namun demikian, dalam pengertian tertinggi, mereka semua dikaruniai kehendak bebas.

Makhluk-makhluk asal-Trinitas memiliki hak istimewa transit yang membuat mereka tidak tergantung pada kepribadian transportasi, seperti serafim. Kami semua memiliki kemampuan bergerak bebas dan cepat di alam semesta raya. Kecuali Roh Terinspirasi Trinitas, kami tidak dapat mencapai kecepatan Utusan Soliter yang hampir tidak bisa dipercaya itu, tetapi kami mampu memanfaatkan jumlah total dari fasilitas-fasilitas transportasi di ruang angkasa sehingga kami dapat mencapai titik manapun di dalam alam semesta super, dari markas pusatnya, dalam waktu kurang dari satu tahun waktu Urantia. Diperlukan 109 hari waktu kamu bagi aku untuk perjalanan dari Uversa ke Urantia.

Melalui jalur-jalur yang sama kami dimampukan untuk saling berkomunikasi dengan seketika. Ordo ciptaan kami seluruhnya bisa berhubungan dengan setiap individu yang tercakup di dalam setiap divisi anak-anak dari Trinitas Firdaus kecuali Roh Terinspirasi saja.

[Disampaikan oleh sesosok Konselor Ilahi dari Uversa.]

Foundation Info

Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Urantia Foundation, 533 W. Diversey Parkway, Chicago, IL 60614, USA
Tel: +1-773-525-3319; Fax: +1-773-525-7739
© Urantia Foundation. All rights reserved