Makalah 112: Keselamatan Kepribadian

   
   Paragraph Numbers: On | Off
Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Buku Urantia

Makalah 112

Keselamatan Kepribadian

PLANET-PLANET yang berevolusi itu adalah dunia-dunia asal manusia, dunia-dunia awal karier manusia yang menaik. Urantia adalah titik mulaimu; di sini kamu dan Pelaras Pikiran ilahimu digabungkan dalam persatuan sementara. Kamu telah dikaruniai pemandu yang sempurna; oleh karena itu, jika kamu dengan sungguh-sungguh menjalani perlombaan waktu dan meraih sasaran akhir iman itu, maka pahala segala zaman akan menjadi milikmu; kamu akan selamanya disatukan dengan Pelaras yang mendiamimu. Kemudian akan mulailah hidupmu yang sebenarnya, kehidupan menaik, yang mana keadaan fanamu saat ini barulah ruang depannya saja. Kemudian akan mulai misi mulia dan maju kamu sebagai finaliter-finaliter dalam kekekalan yang membentang di depanmu. Sepanjang semua rangkaian berturut-turut era dan tahap pertumbuhan berevolusi ini, ada satu bagian dari kamu yang masih secara mutlak tidak berubah, dan itu adalah kepribadian—permanensi di hadapan perubahan.

Meskipun gegabah untuk mencoba mendefinisikan kepribadian, mungkin akan terbukti bermanfaat untuk menceritakan beberapa hal yang diketahui tentang kepribadian:

1. Kepribadian adalah kualitas dalam realitas itu yang dianugerahkan oleh Bapa Semesta sendiri atau oleh Pelaku Bersama, yang bertindak atas nama Bapa.

2. Kepribadian itu dapat diberikan ke atas semua sistem energi hidup yang mencakup batin atau roh.

3. Kepribadian itu tidak sepenuhnya tunduk pada batasan-batasan adanya sebab akibat yang mendahului. Secara relatif kepribadian ini kreatif atau kokreatif.

4. Ketika dianugerahkan ke atas makhluk material yang berevolusi, kepribadian itu menyebabkan roh untuk berjuang demi penguasaan materi-energi melalui perantaraan batin.

5. Kepribadian, meskipun tanpa identitas, dapat menyatukan identitas dari setiap sistem energi hidup.

6. Kepribadian itu mengungkapkan hanya respon kualitatif pada sirkuit kepribadian, berbeda dari tiga energi yang menunjukkan respon baik kualitatif maupun kuantitatif pada gravitasi.

7. Kepribadian itu tak berubah menghadapi perubahan.

8. Kepribadian itu dapat memberi persembahan kepada Tuhan—yaitu pengabdian dari kehendak bebas untuk melakukan kehendak Tuhan.

9. Kepribadian ini dicirikan oleh moralitas—kesadaran akan relativitas hubungan dengan pribadi-pribadi lain. Kepribadian ini melihat tingkatan perilaku dan secara memilih bisa membeda-bedakan antara hal-hal itu.

10. Kepribadian itu unik, secara mutlak unik: unik dalam ruang dan waktu; unik dalam kekekalan dan di Firdaus; kepribadian itu unik ketika dianugerahkan—tidak ada salinan (duplikat); kepribadian itu unik selama setiap momen keberadaan; kepribadian itu unik dalam hubungannya pada Tuhan—Ia tidak pilih kasih, namun Ia juga tidak menjumlahkan mereka bersama-sama, karena kepribadian tidak bisa ditambahkan—kepribadian dapat dihubung-hubungkan tetapi tidak dapat ditotalkan.

11. Kepribadian menanggapi langsung pada kehadiran kepribadian yang lain.

12. Kepribadian adalah salah satu hal yang dapat ditambahkan kepada roh, dengan demikian menggambarkan keperdanaan Bapa dalam hubungannya dengan Putra. (Batin tidak harus ditambahkan kepada roh).

13. Kepribadian dapat selamat melewati kematian fana dengan identitas dalam jiwa yang bertahan hidup itu. Pelaras dan kepribadian itu tak berubah; hubungan antara mereka (dalam jiwa itu) tidak lain hanyalah perubahan, evolusi berkelanjutan; dan jika perubahan (pertumbuhan) ini dihentikan, jiwa akan berhenti.

14. Kepribadian itu secara khas sadar akan waktu, dan hal ini adalah sesuatu yang lain dari persepsi waktunya batin atau roh.

1. Kepribadian dan Realitas

Kepribadian itu dianugerahkan oleh Bapa Semesta ke atas para makhluk-Nya sebagai kemampuan yang berpotensi kekal. Pemberian ilahi tersebut dirancang untuk berfungsi pada berbagai tingkat dan dalam situasi-situasi alam semesta berturut-turut mulai dari yang terbatas rendahan hingga ke yang melampaui-terbatas yang paling tinggi, bahkan hingga ke batas-batas dari yang absolut. Dengan demikian kepribadian bekerja pada tiga tataran kosmis atau dalam tiga fase alam semesta:

1. Status posisi. Kepribadian berfungsi sama efisiennya dalam alam semesta lokal, dalam alam semesta super, dan dalam alam semesta sentral.

2. Status makna. Kepribadian berkinerja secara efektif pada tingkat-tingkat finit atau terbatas, absonit atau melampaui terbatas, dan bahkan menyinggung terhadap yang absolut.

3. Status nilai. Kepribadian dapat secara pengalaman direalisir dalam alam-alam progresif dari yang material, morontial, dan spiritual.

Kepribadian memiliki rentang kinerja dimensional kosmis yang disempurnakan. Dimensi dari kepribadian terbatas itu ada tiga, dan mereka kira-kira berfungsi sebagai berikut:

1. Panjang merupakan arah dan keadaan kemajuan itu—pergerakan melalui ruang dan sesuai dengan waktu—yaitu evolusi.

2. Kedalaman vertikal mencakup dorongan dan sikap organisme, berbagai tingkat realisasi diri dan fenomena umum reaksi terhadap lingkungan.

3. Lebar mencakup wilayah koordinasi, asosiasi, dan penataan diri.

Jenis kepribadian yang dianugerahkan kepada manusia Urantia memiliki potensi tujuh dimensi ekspresi-diri atau realisasi-pribadi. Fenomena dimensional ini dapat direalisasikan sebagai tiga di tingkat terbatas, tiga di tingkat absonit, dan satu di tingkat absolut. Di tingkat-tingkat subabsolut dimensi yang ketujuh atau totalitas ini dapat dialami sebagai fakta kepribadian itu. Dimensi tertinggi ini adalah suatu absolut yang bisa diasosiasikan (dikaitkan) dan, meskipun tidak tanpa batas, namun secara dimensional berpotensi untuk penetrasi subinfinit terhadap yang absolut.

Dimensi terbatasnya kepribadian itu berhubungan dengan panjang, kedalaman, dan lebar kosmis. Panjang menunjukkan makna; kedalaman menandakan nilai; lebar mencakup wawasan (insight)—yaitu kapasitas untuk mengalami kesadaran yang tak dapat dibantah akan realitas kosmis.

Pada tingkat morontia semua dimensi-dimensi terbatas dari tingkat material ini sangat diperluas, dan nilai-nilai dimensional baru tertentu dapat direalisasikan. Semua pengalaman dimensional yang diperluas di tingkat morontia ini secara mengagumkan disambungkan dengan dimensi tertinggi atau dimensi kepribadian melalui pengaruh mota dan juga karena sumbangan dari matematika morontia.

Banyak kesulitan yang dialami oleh manusia dalam studi mereka tentang kepribadian manusia bisa dihindari jika makhluk yang terbatas itu mau mengingat bahwa tingkatan dimensional dan tingkatan spiritual itu tidak dikoordinasikan dalam realisasi kepribadian pengalaman.

Hidup itu sebenarnya sebuah proses yang berlangsung antara organisme (diri) dan lingkungannya. Kepribadian menanamkan nilai identitas dan makna kontinuitas pada hubungan organisme-lingkungan ini. Dengan demikian akan dikenali bahwa fenomena stimulus-respon itu bukanlah semata-mata proses mekanis karena kepribadian berfungsi sebagai suatu faktor dalam situasi total. Adalah selalu benar bahwa mekanisme itu secara bawaannya adalah pasif; tetapi organisme, secara melekat di dalamnya adalah aktif.

Kehidupan fisik adalah proses yang berlangsung tidak terlalu banyak di dalam organisme tetapi lebih antara organisme dan lingkungan. Setiap proses tersebut cenderung menciptakan dan membentuk pola-pola reaksi organisme itu terhadap lingkungan tersebut. Dan semua pola direktif (pengarah) tersebut sangat berpengaruh dalam memilih sasaran.

Melalui perantaraan batin itulah diri dan lingkungan menjalin kontak yang bermakna. Kemampuan dan kemauan organisme untuk membuat kontak yang berarti tersebut dengan lingkungan (respon terhadap suatu dorongan) merupakan sikap dari kepribadian itu seluruhnya.

Kepribadian tidak bisa bekerja baik dalam keterasingan. Secara bawaan manusia adalah makhluk sosial; ia dikuasai oleh keinginan untuk termasuk pada sesuatu. Secara harfiah benar, “tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri.”

Tetapi konsep kepribadian sebagai makna mengenai keseluruhan makhluk yang hidup dan berfungsi itu mengandung arti jauh lebih dari integrasi hubungan-hubungan; kepribadian itu menandakan penyatuan semua faktor realitas serta juga koordinasi hubungan-hubungan. Relasi-relasi ada antara dua objek, tetapi tiga atau lebih objek mengakibatkan adanya sebuah sistem, dan sistem seperti itu jauh lebih dari sekedar relasi yang diperluas atau kompleks. Pembedaan ini sangat penting, karena dalam sebuah sistem kosmis para anggota individual tidak terhubung satu sama lain kecuali dalam relasi dengan keseluruhan dan melalui individualitas keseluruhan.

Dalam organisme manusia, penjumlahan dari bagian-bagiannya membentuk diri—individualitas—tetapi proses tersebut tidak ada hubungannya apapun dengan kepribadian, yang merupakan pemersatu dari semua faktor ini yang terkait pada realitas-realitas kosmis.

Dalam agregasi, bagian-bagian itu ditambahkan; dalam sistem bagian-bagian itu disusun. Sistem itu penting karena pengorganisasian, yaitu nilai-nilai yang berkaitan dengan posisi. Dalam sistem yang baik semua faktor berada dalam posisi kosmis. Dalam sistem yang buruk ada sesuatu yang hilang atau tidak pada tempatnya—kacau. Dalam sistem manusia, kepribadian itulah yang menyatukan semua kegiatan dan pada gilirannya memberikan kualitas-kualitas untuk identitas dan kreativitas.

2. Diri

Akan sangat membantu dalam studi tentang diri itu untuk mengingat:

1. Bahwa sistem fisik adalah subordinat atau posisinya di bawah.

2. Bahwa sistem intelektual adalah koordinat atau sederajat.

3. Bahwa kepribadian itu adalah supraordinat atau di atas.

4. Bahwa kuasa rohani yang mendiami itu berpotensi untuk mengarahkan.

Dalam semua konsep tentang diri itu perlu disadari bahwa fakta kehidupan itu adalah yang didahulukan pertama, evaluasi atau penafsirannya adalah yang kemudian. Anak manusia pertama-tama hidup dulu dan kemudian berpikir tentang hidupnya. Dalam ekonomi kosmis, wawasan mendahului pandangan ke depan.

Fakta alam semesta tentang Tuhan yang menjadi manusia itu telah selamanya mengubah semua makna dan mengganti semua nilai-nilai kepribadian manusia. Dalam arti sebenarnya dari kata tersebut, kasih mengandung arti perhatian timbal-balik dari kepribadian-kepribadian seutuhnya, apakah itu manusiawi atau ilahi, atau manusiawi dan ilahi. Bagian-bagian dari diri bisa berfungsi dalam berbagai cara—berpikir, merasakan, mengharapkan—tetapi hanya atribut-atribut terkoordinasi dari kepribadian seutuhnya itu yang difokuskan dalam tindakan cerdas; dan semua kekuatan ini dikaitkan dengan karunia kemampuan rohani dari batin fana ketika seorang manusia dengan tulus dan tanpa pamrih mengasihi sosok lain, manusiawi atau ilahi.

Semua konsep manusia tentang realitas itu didasarkan pada asumsi tentang aktualitas kepribadian manusia; semua konsep realitas supramanusia itu didasarkan pada pengalaman dari kepribadian manusia dengan dan dalam realitas-realitas kosmis dari entitas rohani dan kepribadian ilahi tertentu yang berkaitan. Semuanya yang bukan rohani dalam pengalaman manusia, kecuali kepribadian, merupakan suatu sarana untuk suatu tujuan. Setiap hubungan sejati manusia fana dengan pribadi-pribadi lain—yang manusiawi atau yang ilahi—adalah suatu tujuan di dalamnya sendiri. Persekutuan dengan kepribadian Deitas tersebut adalah tujuan kekal dari kenaikan alam semesta.

Kepemilikan kepribadian mengidentifikasikan manusia sebagai sosok rohani karena kesatuan kedirian dan kesadaran diri kepribadian itu merupakan karunia kemampuan dari alam supermaterial. Kenyataan bahwa seorang pengikut materialis dapat menyangkal adanya realitas supermaterial itu dalam dan dari hal itu sendiri memperagakan hadirnya, dan menunjukkan bekerjanya, sintesis roh dan kesadaran kosmis dalam batin manusiawinya.

Terdapat jurang kosmis yang besar antara materi dan pikiran, dan jurang ini jauh lebih besar lagi tak terukur antara batin material dan kasih spiritual. Kesadaran, apalagi kesadaran diri, tidak dapat dijelaskan oleh semua teori hubungan elektronik mekanistik atau fenomena energi materialistik.

Ketika pikiran mengejar realitas sampai analisis terakhirnya, materi itu lenyap bagi indra-indra material tetapi mungkin masih tetap nyata pada batin. Ketika wawasan rohani mengejar realitas yang tetap ada tersebut setelah hilangnya materi dan mengejarnya sampai analisis terakhir, realitas itu lenyap bagi batin, tapi wawasan roh itu masih tetap dapat melihat realitas-realitas kosmis dan nilai-nilai tertinggi yang bersifat rohani. Dengan demikian sains tunduk pada filsafat, sedangkan filsafat harus menyerah pada kesimpulan-kesimpulan yang melekat dalam pengalaman rohani yang asli. Pemikiran menyerah kepada hikmat, dan hikmat kalah pada penyembahan yang diterangi dan reflektif.

Dalam ilmu pengetahuan, diri manusia mengamati dunia material; filsafat adalah pengamatan terhadap pengamatan dunia material ini; sedangkan agama, pengalaman rohani yang sejati, adalah kesadaran pengalaman tentang realitas kosmis tentang pengamatan terhadap pengamatan semua sintesis relatif dari material-material energi dari ruang dan waktu ini. Membangun sebuah filosofi tentang alam semesta atas dasar materialisme eksklusif adalah mengabaikan fakta bahwa semua hal yang material itu pada awalnya dipahami sebagai nyata dalam pengalaman kesadaran manusia. Pengamat tidak dapat menjadi benda yang diamati; evaluasi menuntut suatu taraf transendensi tertentu dari benda yang dievaluasi.

Dalam waktu, pemikiran mengarah pada hikmat dan hikmat mengarah pada penyembahan; dalam kekekalan, penyembahan mengarah pada hikmat, dan hikmat mengakibatkan adanya finalitas pikiran.

Kemungkinan tentang penyatuan diri yang berkembang itu melekat dalam kualitas-kualitas dari faktor-faktor penyusunnya: energi-energi dasar, jaringan-jaringan induk, pengendalian kimiawi dasar, ide-ide tertinggi, motif-motif tertinggi, tujuan-tujuan tertinggi, dan roh ilahi dari anugerah Firdaus—rahasia tentang kesadaran diri dari kodrat rohaninya manusia.

Maksud evolusi kosmis adalah untuk mencapai kesatuan kepribadian melalui meningkatnya dominasi roh, respon kehendak bebas pada pengajaran dan pimpinan dari Pelaras Pikiran. Kepribadian, baik manusia maupun supramanusia, adalah dicirikan oleh kualitas kosmis melekat yang bisa disebut “evolusi dominasi,” perluasan pengendalian terhadap dirinya sendiri maupun lingkungannya.

Suatu kepribadian yang dulunya adalah manusia menaik melewati dua fase besar meningkatnya dominasi kehendak bebas atas diri sendiri dan dalam alam semesta:

1. Pengalaman prafinaliter atau mencari-Tuhan untuk meningkatkan realisasi diri melalui teknik perluasan dan aktualisasi identitas, bersama dengan pemecahan masalah kosmis dan penguasaan alam semesta yang mengikutinya.

2. Pengalaman pascafinaliter atau mewahyukan-Tuhan untuk perluasan kreatif realisasi diri dengan cara mengungkapkan Sang Mahatinggi dari pengalaman itu kepada kecerdasan-kecerdasan yang mencari-Tuhan yang belum mencapai pernah tingkatan ilahi keserupaan seperti Tuhan.

Kepribadian-kepribadian yang menurun mencapai pengalaman-pengalaman serupa melalui berbagai petualangan alam semesta mereka selagi mereka berusaha untuk perluasan kapasitas untuk menegaskan dan melaksanakan kehendak ilahi dari Deitas-deitas Mahatinggi, Mahaakhir, dan Absolut.

Diri material itu, entitas-ego dari identitas manusia, adalah tergantung selama kehidupan fisik pada berlanjutnya fungsi kendaraan kehidupan material (tubuh jasmani), pada berlanjutnya keberadaan kesetimbangan yang tidak seimbang antara energi-energi dan kecerdasan, yang di Urantia telah diberi nama kehidupan. Tetapi diri yang bernilai selamat, diri yang dapat selamat melampaui pengalaman kematian itu, adalah hanya dikembangkan dengan membentuk suatu perpindahan potensial terhadap kedudukan identitas kepribadian berkembang itu dari kendaraan kehidupan sementara—tubuh jasmani itu—ke sifat jiwa morontia yang lebih kekal dan baka, lalu terus lagi melewatinya menuju ke tingkat-tingkat dimana jiwa itu diresapi dengan, dan pada akhirnya mencapai status, realitas roh. Perpindahan nyata dari hubungan jasmani kepada identifikasi morontia ini disebabkan oleh ketulusan, ketekunan, dan kemantapan keputusan-keputusan si makhluk manusia itu untuk mencari Tuhan.

3. Fenomena Kematian

Orang Urantia umumnya mengenal hanya satu jenis kematian, penghentian secara fisik energi-energi hidup; tetapi mengenai keselamatan kepribadian, sesungguhnya ada tiga jenis:

1. Kematian rohani (jiwa). Jika dan ketika manusia fana pada akhirnya telah menolak keselamatan, ketika ia telah dinyatakan pailit secara rohani, secara morontial sudah bangkrut, dalam pendapat bersama dari Pelaras dan serafim yang bertahan hidup, ketika saran koordinasi tersebut telah dicatat di Uversa, dan setelah para Sensor dan rekan-rekan reflektif mereka memeriksa temuan ini, maka penguasa Orvonton memerintahkan pembebasan segera Monitor yang mendiaminya. Namun pelepasan Pelaras ini sama sekali tidak mempengaruhi tugas-tugas serafim pribadi atau kelompok yang berkaitan dengan individu yang ditinggalkan Pelarasnya tersebut. Jenis kematian ini adalah final dalam arti pentingnya, terlepas dari kelanjutan sementara energi-energi hidup dari mekanisme fisik dan batin. Dari sudut pandang kosmis, manusia ini sudah mati; hidupnya yang masih berlanjut itu hanyalah menunjukkan masih adanya momentum material dari energi-energi kosmis.

2. Kematian intelektual (batin). Ketika sirkuit-sirkuit vital dari pelayanan ajudan yang lebih tinggi itu terhenti oleh kelainan intelek atau karena kerusakan sebagian terhadap mekanisme otak, dan jika kondisi-kondisi ini melewati titik kritis tertentu yang tidak bisa diperbaiki, maka Pelaras yang mendiaminya segera dilepaskan untuk berangkat ke Divinington. Pada catatan-catatan alam semesta suatu kepribadian fana dianggap telah menjumpai kematian kapan saja sirkuit batin pokok untuk aksi-kehendak manusia itu telah hancur. Dan sekali lagi, ini adalah kematian, terlepas dari berlanjutnya fungsi mekanisme hidup dari tubuh fisik. Tubuh tanpa batin yang berkehendak bebas itu bukan lagi manusia, tetapi sesuai pilihan sebelumnya dari kehendak manusia, jiwa dari orang tersebut bisa selamat.

3. Kematian fisik (tubuh dan batin). Ketika kematian menimpa seorang manusia, Pelaras tetap tinggal dalam pusat batin sampai batin itu berhenti berfungsi sebagai mekanisme cerdas, sekitar waktu ketika energi otak yang bisa diukur menghentikan denyutan vital ritmis mereka. Setelah pemutusan ini Pelaras pamit meninggalkan batin yang sedang lenyap itu, begitu saja sama seperti ketika masuk bertahun-tahun sebelumnya, dan pergi ke Divinington melalui Uversa.

Setelah kematian tubuh jasmani kembali ke dunia unsur alam dari mana tubuh itu berasal, tetapi ada dua faktor nonmaterial dari kepribadian yang selamat itu yang masih bertahan: Pelaras Pikiran yang telah ada sebelumnya, membawa transkrip memori dari karier manusia itu, pergi ke Divinington; dan masih tetap ada pula, dalam simpanan malaikat penjaga takdir, jiwa morontia baka dari mendiang manusia itu. Fase-fase dan bentuk-bentuk dari jiwa ini, rumus-rumus identitas yang dulunya kinetis tetapi sekarang statis ini, adalah hal pokok untuk personalisasi ulang di dunia-dunia morontia; dan reuni antara Pelaras dan jiwa itulah yang merakit ulang kepribadian yang selamat, yang membuat kamu sadar lagi pada saat kebangkitan morontia.

Bagi mereka yang tidak memiliki penjaga serafik pribadi, para penjaga kelompok dengan setia dan efisien melakukan layanan penyimpanan identitas dan kebangkitan kepribadian yang sama. Serafim itu amat diperlukan untuk perakitan ulang kepribadian.

Setelah kematian, Pelaras Pikiran untuk sementara kehilangan kepribadian, tetapi tidak kehilangan identitas; subjek manusianya sementara kehilangan identitas, tetapi tidak kehilangan kepribadian; di dunia mansion atau rumah besar itu keduanya bersatu kembali dalam manifestasi kekal. Tidak pernah Pelaras Pikiran yang pergi itu kembali ke bumi seperti halnya sosok mantan berdiamnya; tidak pernah kepribadian dimanifestasikan tanpa kehendak manusia; dan tidak pernah sosok manusia yang ditinggal-Pelaras setelah kematian itu menunjukkan identitas aktif atau dengan cara apapun menjalin komunikasi dengan makhluk hidup di bumi. Jiwa yang ditinggal-Pelaras tersebut sepenuhnya dan secara mutlak tidak sadar selama tidur kematian yang lama atau sebentar. Tidak ada pertunjukan jenis apapun dari kepribadian atau kemampuan untuk terlibat dalam komunikasi dengan kepribadian lain sebelum selesainya keselamatan. Mereka yang pergi ke dunia mansion tidak diizinkan untuk mengirim pesan kembali ke orang-orang yang mereka cintai. Merupakan kebijakan di seluruh alam-alam semesta untuk melarang komunikasi seperti itu selama periode dispensasi saat ini.

4. Pelaras setelah Kematian

Ketika kematian yang bersifat material, intelektual, atau spiritual terjadi, Pelaras berpamitan kepada tuan rumah fananya dan berangkat ke Divinington. Dari markas alam semesta lokal dan semesta super dibuat kontak reflektif dengan para supervisor dari kedua pemerintahan, dan sang Monitor itu dikeluarkan dari daftar dengan nomor yang sama ketika tercatat masuk ke wilayah waktu.

Dalam suatu cara yang tidak sepenuhnya dipahami, para Sensor Semesta dapat memiliki suatu ringkasan kehidupan manusia yang tercakup dalam transkripsi duplikat Pelaras mengenai nilai-nilai rohani dan makna-makna morontia dari batin yang didiami. Para Sensor mampu memperoleh versinya Pelaras mengenai karakter keselamatan dan kualitas-kualitas rohani mendiang manusia itu, dan semua data ini, bersama dengan catatan serafik, tersedia untuk presentasi pada saat penghakiman terhadap individu yang bersangkutan. Informasi ini juga digunakan untuk mengkonfirmasi perintah-perintah dari alam semesta super yang memungkinkan para penaik tertentu untuk bisa segera memulai karier morontia mereka, setelah kematian fana untuk bisa langsung melanjutkan ke dunia mansion sebelum penutupan resmi suatu zaman dispensasi planet.

Setelah kematian fisik, kecuali dalam individu-individu yang ditranslasikan dari antara yang hidup, Pelaras yang dilepaskan itu pergi langsung ke dunia rumahnya di Divinington. Rincian dari apa yang terjadi di dunia itu selama waktu menunggu kemunculan kembali secara nyata manusia yang selamat itu tergantung terutama pada apakah si manusia itu naik ke dunia-dunia rumah besar karena hak individualnya sendiri atau menunggu suatu panggilan dispensasional (akhir zaman) terhadap para peselamat tidur dari suatu zaman keplanetan.

Jika rekan manusianya termasuk dalam kelompok yang akan dipersonalisasi ulang pada akhir masa dispensasi, maka Pelaras tidak akan segera kembali ke dunia rumah besar di sistem tugasnya sebelumnya tetapi akan, sesuai pilihan, masuk pada salah satu dari penugasan sementara sebagai berikut:

1. Dikerahkan masuk ke dalam jajaran Monitor yang menghilang untuk layanan yang dirahasiakan.

2. Ditugaskan untuk satu periode pengamatan untuk pemerintahan Firdaus.

3. Didaftarkan dalam salah satu dari banyak sekolah pelatihan Divinington.

4. Ditempatkan untuk suatu waktu sebagai mahasiswa pengamat di salah satu dari enam dunia sakral lainnya yang membentuk sirkuit dunia-dunia Firdaus-Nya Bapa.

5. Ditugaskan ke layanan utusan para Pelaras Dipersonalisasi.

6. Menjadi rekan instruktur dalam sekolah-sekolah Divinington yang dikhususkan untuk pelatihan para Monitor yang termasuk kelompok perawan.

7. Ditugaskan untuk memilih sekelompok dunia yang mungkin untuk melayani dalam kejadian bahwa ada alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa mitra manusianya itu mungkin telah menolak keselamatan.

Jika, ketika kematian menimpamu, kamu telah mencapai lingkaran ketiga atau tingkatan yang lebih tinggi dan karena itu telah ditugaskan kepadamu malaikat penjaga takdir pribadi, dan jika transkrip akhir dari ringkasan karakter selamat yang diajukan oleh Pelaras itu tanpa syarat dinyatakan benar oleh penjaga takdir—jika serafim dan Pelaras keduanya pada intinya setuju terhadap setiap butir dari catatan dan rekomendasi kehidupan mereka—jika sensor Semesta dan rekan-rekan reflektif mereka di Uversa mengkonfirmasi data ini dan melakukan hal ini tanpa dalih atau keberatan, dalam peristiwa itu Yang Purba Harinya mengirimkan amanat berkedudukan tinggi melalui sirkuit komunikasi ke Salvington, dan, setelah dirilis seperti demikian, pengadilan-pengadilan dari Daulat Nebadon akan menitahkan kelulusan langsung jiwa yang selamat itu ke ruang-ruang kebangkitan di dunia mansion (dunia rumah besar.)

Jika individu manusia itu selamat tanpa penundaan, maka Pelaras, seperti itulah aku diajari, mendaftar di Divinington, pergi ke hadirat Firdaus dari Bapa Semesta, kembali segera dan dirangkul oleh Pelaras Dipersonalisasi dari alam semesta super dan lokal penugasannya, menerima pengakuan dari kepala Monitor Dipersonalisasi Divinington, dan kemudian, seketika, masuk ke dalam “realisasi transisi identitas,” dipanggil dari sana pada periode ketiga, dan di dunia rumah besar dalam wujud kepribadian sebenarnya, disiapkan untuk penerimaan jiwa selamat dari manusia bumi itu sebagaimana bentuk itu telah diproyeksikan oleh penjaga takdir.

5. Keselamatan Diri Manusia

Diriitu adalah realitas kosmis apakah diri itu material, morontial, atau spiritual. Aktualitas dari yang pribadi itu adalah anugerah dari Bapa Semesta yang bertindak dalam dan dari diri-Nya sendiri atau melalui beraneka ragam agen-agen semesta-Nya. Mengatakan bahwa suatu sosok itu berpribadi adalah mengenali peng-individuasi-an relatif sosok tersebut di dalam organisme kosmis. Kosmos yang hidup itu adalah kumpulan semua unit-unit nyata tetapi yang terintegrasi tak terhingga, yang semuanya relatif tunduk pada takdir dari seluruhnya. Namun bagi mereka yang berpribadi telah dilengkapi dengan pilihan nyata untuk penerimaan takdir atau untuk penolakan takdir.

Apa yang datang dari Bapa adalah seperti Bapa kekal, dan hal ini juga benar tentang kepribadian, yang Tuhan berikan oleh pilihan kehendak bebas-Nya sendiri, seperti mengenai Pelaras Pikiran yang ilahi itu, suatu pecahan sebenarnya dari Tuhan. Kepribadiannya manusia itu kekal, tetapi perihal identitas adalah realitas kekal yang disesuaikan. Setelah muncul sebagai tanggapan pada kehendak Bapa, kepribadian akan mencapai takdir (tujuan akhir) Deitas, tetapi manusia harus memilih apakah dia mau berada atau tidak pada pencapaian takdir tersebut. Dalam hal kegagalan pemilihan seperti itu, maka kepribadian itu secara langsung mencapai Deitas pengalaman, menjadi bagian dari Sang Mahatinggi. Siklus ini telah ditahbiskan sebelumnya, tetapi partisipasi manusia di dalamnya adalah bersifat pilihan, pribadi, dan pengalaman.

Identitas manusia fana itu adalah kondisi kehidupan-waktu sementara dalam alam semesta; identitas itu nyata hanya sejauh jika kepribadian itu memilih untuk menjadi fenomena alam semesta yang berkelanjutan. Ini adalah perbedaan pokok antara manusia dan suatu sistem energi: Sistem energi harus terus berlanjut, tanpa memiliki pilihan; tetapi manusia memiliki segala yang berhubungan dengan penentuan tujuan akhir atau takdirnya sendiri. Pelaras itu benar-benar jalan menuju Firdaus, tetapi manusia itu sendiri harus mengikuti jalan itu dengan memutuskannya sendiri, memilih dengan kehendak bebasnya.

Manusia memiliki identitas hanya dalam pengertian material. Kualitas-kualitas dari diri tersebut diekspresikan oleh batin material selagi berfungsi dalam sistem energi dari intelek. Ketika dikatakan bahwa manusia memiliki identitas, artinya diakui bahwa ia memiliki sebuah sirkuit batin yang telah ditempatkan untuk tunduk pada tindakan dan pemilihan dari kehendak dari kepribadian manusia. Namun hal ini adalah manifestasi yang material dan sepenuhnya sementara, sama seperti embrio manusia adalah suatu tahap parasitis sementara dari kehidupan manusia. Makhluk manusia, dari suatu perspektif kosmis, adalah lahir, hidup, dan mati dalam waktu yang relatif seketika; mereka tidak bertahan lama. Tetapi kepribadian manusia fana, melalui pemilihannya sendiri, memiliki kuasa untuk memindahkan kedudukan identitasnya dari sistem intelek-material yang sementara itu menuju ke sistem jiwa-morontia yang lebih tinggi, yang dalam hubungannya dengan Pelaras Pikiran, diciptakan sebagai wahana (kendaraan) baru untuk manifestasi kepribadian.

Maka kekuatan pilihan inilah, lencana alam semesta dari golongan makhluk yang berkehendak-bebas, yang merupakan peluang terbesarnya manusia dan tanggung jawab kosmis tertingginya. Pada integritas dari kemauan bebas manusia itulah tergantung takdir kekal untuk finaliter masa depan itu; pada ketulusan dari kehendak bebas manusia itulah Pelaras ilahi bersandar untuk mendapat kepribadian kekal; pada kesetiaan dari pilihan manusia itulah, Bapa Semesta bersandar untuk realisasi seorang anak yang menaik yang baru; pada keteguhan dan kebijaksanaan dari aksi-keputusan itulah Sang Mahatinggi bergantung untuk aktualitas evolusi pengalaman.

Meskipun lingkaran-lingkaran kosmis dari pertumbuhan kepribadian itu pada akhirnya harus dicapai, namun jika bukan karena kesalahanmu sendiri, terjadi kecelakaan waktu dan kendala keberadaan jasmani yang mencegahmu menguasai tingkat-tingkat ini di planet asalmu, tetapi jika niat dan keinginanmu bernilai selamat, maka akan dikeluarkan keputusan untuk perpanjangan masa percobaan. Kamu akan diberikan tambahan waktu untuk membuktikan dirimu sendiri.

Jika pernah ada keraguan mengenai kelayakan untuk memajukan suatu identitas manusia ke dunia rumah besar, pemerintah alam semesta selalu memutuskan sesuai kepentingan pribadi dari individu itu; mereka tanpa ragu-ragu memajukan jiwa tersebut ke status makhluk peralihan, sementara mereka meneruskan pengamatan mereka tentang kebangkitan niat morontia dan maksud rohani. Dengan demikian keadilan ilahi itu pasti tercapainya, dan rahmat ilahi itu diberikan kesempatan lebih lanjut untuk memperpanjang pelayanannya.

Pemerintahan Orvonton dan Nebadon tidak mengklaim kesempurnaan mutlak untuk rincian bekerjanya rencana universal untuk personalisasi ulang manusia fana, tetapi mereka mengklaim, dan benar-benar memang, menunjukkan kesabaran, toleransi, pengertian, dan simpati penuh belas kasihan. Kami lebih baik menanggung risiko pemberontakan sistem daripada mengundang bahaya merampas hak satu manusia yang berjuang dari semua dunia evolusi sehingga tidak memperoleh sukacita abadi mengejar karier menaik.

Tidak berarti bahwa manusia akan menikmati kesempatan kedua menghadapi penolakan yang pertama, tidak sama sekali. Namun hal itu memang menandakan bahwa semua makhluk yang berkehendak akan mengalami satu kesempatan sesungguhnya untuk membuat satu pilihan yang tak diragukan, sadar diri, dan final. Para Hakim berdaulat dari alam-alam semesta tidak akan mencabut kesempatan satupun makhluk yang berstatus kepribadian yang belum pada akhirnya dan sepenuhnya membuat pilihan yang kekal; jiwa manusia itu harus dan akan diberikan kesempatan penuh dan berlimpah untuk mengungkapkan maksud sebenarnya dan tujuan sesungguhnya.

Ketika manusia yang lebih maju secara rohani dan kosmis meninggal, mereka pergi langsung ke dunia rumah besar; secara umum, ketentuan ini berlaku pada mereka yang kepada mereka telah ditugaskan malaikat penjaga serafik pribadi. Manusia yang lain mungkin ditahan sampai masa ketika penghakiman urusan-urusan mereka telah diselesaikan, setelah itu mereka bisa pergi ke dunia-dunia rumah besar, atau mereka mungkin dimasukkan pada jajaran peselamat tidur yang akan dipersonalisasi ulang secara massal pada akhir zaman dispensasi planet yang sekarang.

Ada dua kesulitan yang menghambat upayaku untuk menjelaskan tepatnya apa yang terjadi kepada kamu dalam kematian, kamu yang selamat itu yang berbeda dari Pelaras yang pergi itu. Salah satunya terdiri dari ketidak-mungkinan menyampaikan pada tingkat pemahamanmu suatu penjelasan yang memadai tentang suatu transaksi di perbatasan alam fisik dan morontia. Yang lainnya disebabkan oleh pembatasan yang ditempatkan pada tugasku sebagai pewahyu kebenaran oleh otoritas pemerintahan selestial Urantia. Ada banyak detail menarik yang bisa disampaikan, tetapi aku menahannya atas saran dari para supervisor langsung planetmu. Namun di dalam batas-batas izin yang diberikan padaku, aku bisa mengatakan sebanyak ini:

Ada sesuatu yang nyata, sesuatu yang dari evolusi manusia, sesuatu selain dari Monitor Misteri, yang selamat (bertahan melewati) kematian. Entitas yang baru muncul ini adalah jiwa, dan jiwa itu selamat melewati kematian tubuh fisik maupun batin jasmanimu. Entitas ini adalah anak bersama dari kehidupan dan upaya-upaya gabungan antara kamu yang manusia dalam kerjasama dengan kamu yang ilahi, yaitu Pelaras. Anak keturunan dari manusia dan ilahi ini merupakan elemen yang berasal dari permukaan bumi yang selamat; itulah diri morontia, jiwa yang baka atau tidak mati itu.

Anak dengan makna yang masih bertahan dan nilai yang selamat ini sepenuhnya tidak sadar selama periode dari kematian sampai personalisasi ulang dan berada dalam simpanan malaikat penjaga takdir di sepanjang masa menunggu ini. Kamu tidak akan berfungsi sebagai sosok yang sadar, setelah kematian, sampai kamu mencapai kesadaran morontia yang baru di dunia-dunia mansion Satania.

Pada saat kematian, identitas fungsional yang terkait dengan kepribadian manusia itu terputus melalui berhentinya gerakan vital. Kepribadian manusia, meskipun melampaui bagian-bagian penyusunnya, adalah bergantung pada bagian-bagian itu untuk identitas fungsionalnya. Penghentian kehidupan menghancurkan pola otak fisik untuk kemampuan batin, dan berhentinya batin mengakhiri kesadaran fana. Kesadaran dari makhluk itu tidak bisa kemudian muncul kembali sampai suatu situasi kosmis telah ditata sedemikian sehingga akan memungkinkan kepribadian manusia yang sama itu berfungsi lagi dalam hubungan dengan energi yang hidup.

Selama transit manusia yang selamat itu dari dunia asalnya ke dunia rumah besar, apakah mereka mengalami perakitan ulang kepribadian pada periode ketiga atau naik pada saat kebangkitan kelompok, rekaman tentang susunan kepribadian dengan baik disimpan oleh para penghulu-malaikat di dunia-dunia kegiatan khusus mereka. Sosok-sosok ini bukanlah penyimpan kepribadian (seperti serafim penjaga terhadap jiwa), namun demikian benar bahwa setiap faktor kepribadian yang dapat diidentifikasi secara efektif diamankan dalam simpanan para wali keselamatan manusia yang bisa dipercaya ini. Mengenai keberadaan pastinya dimana kepribadian manusia selama selang waktu antara kematian dan keselamatan itu, kami tidak tahu.

Situasi yang membuat personalisasi ulang itu mungkin dibuat dalam ruang-ruang kebangkitan di planet-planet penerimaan morontia alam semesta lokal. Di sini, di kamar-kamar perakitan kehidupan ini pihak-pihak berwenang yang mengawasi menyediakan hubungan energi alam semesta itu—morontial, mental, dan spiritual—yang memungkinkan penyadaran kembali para peselamat yang tidur itu. Perakitan ulang bagian-bagian penyusun dari apa yang tadinya kepribadian material itu meliputi:

1. Pembikinan suatu bentuk yang sesuai, suatu pola energi morontia, yang di dalamnya peselamat baru itu bisa melakukan kontak dengan realitas bukan rohani, dan di dalamnya varian morontia dari batin kosmis itu dapat disirkuitkan.

2. Kembalinya Pelaras kepada makhluk morontia yang menunggu. Pelaras adalah penyimpan kekal untuk identitas menaikmu; Monitormu itu adalah jaminan mutlak bahwa kamu sendiri dan bukan orang lain yang akan menempati bentuk morontia yang diciptakan untuk kebangkitan kepribadianmu. Pelaras akan hadir pada waktu perakitan ulang kepribadianmu untuk sekali lagi mengambil peran sebagai pemandu Firdaus untuk dirimu yang selamat.

3. Ketika prasyarat-prasyarat untuk personalisasi ulang ini telah dirakit, penjaga serafik untuk potensi-potensi dari jiwa baka yang tidur itu, dengan dukungan dari berbagai kepribadian kosmis, melimpahkan entitas morontia ini ke atas dan dalam bentuk tubuh-batin morontia yang menunggu itu sambil menyerahkan anak evolusioner dari Yang Mahatinggi ini kepada ikatan kekal dengan Pelaras yang menunggu. Hal ini menyelesaikan personalisasi ulang, perakitan ulang memori, wawasan, dan kesadaran—yaitu identitas.

Fakta tentang personalisasi ulang itu terdiri dalam penangkapan fase morontia yang disirkuitkan dari batin kosmis yang baru dipisahkan itu oleh diri manusia yang bangkit. Fenomena kepribadian itu tergantung pada persistensi identitas dari reaksi diri itu terhadap lingkungan alam semesta; dan hal ini hanya bisa dilakukan melalui perantaraan batin. Kedirian berlanjut meskipun terjadi perubahan terus-menerus dalam semua komponen faktor diri; dalam kehidupan fisik perubahan itu bertahap; pada saat kematian dan pada personalisasi ulang perubahan itu mendadak. Realitas sebenarnya dari semua diri (kepribadian) itu dapat berfungsi secara responsif terhadap kondisi alam semesta berkat adanya perubahan tak henti-hentinya dari bagian-bagian penyusunnya; kemandegan (stagnasi) berakhir dalam kematian yang tak terelakkan. Kehidupan manusia adalah suatu perubahan faktor-faktor kehidupan yang tak ada hentinya, disatukan oleh stabilitas kepribadian yang tak berubah.

Ketika kamu terbangun di dunia rumah besar Yerusem, kamu akan sangat diubahkan, transformasi rohani itu akan begitu besar sehingga, kalau bukan karena Pelaras Pikiran dan penjaga takdir, yang begitu sepenuhnya menghubungkan hidup barumu di dunia baru dengan kehidupan lamamu di dunia pertama, kamu akan pada awalnya mendapat kesulitan dalam menghubungkan kesadaran morontia baru dengan memori yang dihidupkan lagi dari identitasmu sebelumnya. Meskipun ada kelanjutan diri pribadi, namun sebagian besar kehidupan manusia fana (sebelumnya) itu pada awalnya akan tampak menjadi mimpi yang samar-samar dan kabur. Namun waktu yang akan memperjelas banyak hubungan-hubungan fana.

Pelaras Pikiran akan mengingatkan dan melatih kamu hanya kenangan dan pengalaman yang merupakan bagian dari, dan yang sangat penting untuk, karier alam semestamu. Jika Pelaras telah menjadi mitra dalam evolusi apapun dalam batin manusia, maka pengalaman-pengalaman yang bernilai ini akan bertahan dalam kesadaran kekal Pelaras. Tetapi banyak dari kehidupan masa lalumu dan kenangan-kenangannya, karena tidak memiliki makna rohani ataupun nilai morontia, akan lenyap bersama dengan otak jasmani; banyak dari pengalaman jasmani akan berlalu seperti perancah, yang setelah menjembatani kamu lewat ke tingkat morontia, tidak lagi ada manfaatnya dalam alam semesta. Tetapi kepribadian dan hubungan-hubungan antar kepribadian-kepribadian itu bukan perancah; memori fana tentang hubungan antar kepribadian memiliki nilai kosmis dan akan bertahan. Di dunia-dunia rumah besar kamu akan mengenal dan dikenal, dan lebih lagi, kamu akan mengingat, dan diingat, oleh mantan rekan-rekanmu dalam kehidupan yang singkat tetapi menarik minat di Urantia.

6. Diri Morontia

Sama seperti kupu-kupu muncul dari tahap ulat, demikian pula kepribadian sejati sosok manusia akan muncul di dunia-dunia rumah besar, untuk pertama kalinya diwujudkan terpisah dari mantan busana penutup mereka dalam daging badani. Karier morontia dalam alam semesta lokal berkaitan dengan pengangkatan lanjutan terhadap mekanisme kepribadian dari tingkat keberadaan jiwa morontia yang awal, naik sampai ke tingkat spiritualitas progresif morontia yang terakhir.

Sulit untuk mengajari kamu mengenai bentuk-bentuk kepribadian morontiamu untuk karier semesta lokal. Kamu akan dilengkapi dengan pola-pola morontia untuk perwujudan kepribadian, dan ini adalah busana-busana yang, yang dalam analisis terakhirnya, berada di luar pemahamanmu. Bentuk-bentuk tersebut, walaupun sepenuhnya nyata, adalah bukan pola-pola energi dari golongan material yang sekarang kamu pahami. Namun demikian, bentuk-bentuk itu memang melayani tujuan yang sama di dunia-dunia alam semesta lokal seperti halnya badan material (jasmani)mu di planet-planet asal manusia.

Sampai taraf tertentu, penampilan bentuk-tubuh material itu responsif terhadap karakter dari identitas kepribadian; tubuh fisik memang, sampai taraf terbatas, mencerminkan sesuatu mengenai sifat melekat dari kepribadian. Bentuk morontia masih lebih lagi. Dalam kehidupan badani, manusia mungkin tampak luarnya cantik meskipun dalam hatinya tidak indah; dalam kehidupan morontia, dan semakin pada tingkatan yang lebih tinggi, bentuk kepribadian akan berubah-ubah secara langsung sesuai dengan keadaan dari pribadi bagian dalamnya. Pada tingkat rohani, bentuk luar dan keadaan dalam mulai mendekati kesamaan penuh, yang berkembang makin dan makin sempurna pada tingkatan roh yang makin dan makin tinggi.

Dalam keadaan morontia, manusia menaik itu dikaruniai dengan modifikasi Nebadon terhadap karunia batin-kosmis dari Roh Master Orvonton. Intelek fana, dengan demikian, telah lenyap, telah berhenti untuk eksis sebagai entitas semesta yang difokuskan terpisah dari sirkuit-sirkuit batin yang tak dibedakan dari Roh Kreatif. Tetapi makna-makna dan nilai-nilai dari batin fana itu belum musnah. Fase-fase tertentu dari batin itu terus berlanjut dalam jiwa yang selamat; nilai-nilai pengalaman tertentu dari batin manusia sebelumnya itu disimpan oleh Pelaras; dan masih ada di alam semesta lokal rekaman-rekaman kehidupan manusia saat dihidupi dalam daging, bersama-sama dengan catatan-catatan hidup tertentu dalam banyak pihak yang berurusan dengan evaluasi akhir untuk manusia yang naik itu, pihak-pihak itu mencakup mulai dari serafim sampai ke Sensor Semesta dan mungkin lanjut hingga sampai ke Yang Mahatinggi.

Kehendak makhluk tidak bisa ada tanpa batin, tetapi kehendak itu tetap bertahan meskipun hilangnya intelek material. Selama masa-masa yang setelah selamat, kepribadian yang menaik itu dalam takaran yang besar dipandu oleh pola-pola karakter yang diwarisi dari kehidupan manusia dan oleh aksi mota morontia yang baru muncul. Pemandu-pemandu untuk perilaku mansonia ini berfungsi secara memuaskan dalam tahap-tahap awal kehidupan morontia dan sebelum munculnya kehendak morontia sebagai ekspresi daya kemauan yang penuh dari kepribadian yang menaik itu.

Tidak ada pengaruh dalam karier alam semesta lokal yang bisa dibandingkan dengan tujuh ajudan roh-batin dari keberadaan manusia. Batin morontia harus berkembang melalui kontak langsung dengan batin kosmis, karena batin kosmis ini telah diubahkan dan ditafsirkan oleh sumber kreatif kecerdasan alam semesta lokal—yaitu Penatalayan Ilahi.

Batin manusia, sebelum kematian, secara sadar diri adalah independen terhadap kehadiran Pelaras; batin ajudan hanya membutuhkan pola energi-material yang bersangkutan untuk memungkinkannya beroperasi. Namun jiwa morontia, karena di atas ajudan, tidak mempertahankan kesadaran diri tanpa Pelaras ketika kehilangan mekanisme batin-material. Namun demikian, jiwa yang berkembang ini memiliki karakter berkelanjutan yang berasal dari keputusan-keputusan batin ajudannya yang terkait sebelumnya, dan karakter ini menjadi memori aktif ketika pola-polanya diberi energi oleh Pelaras yang kembali.

Tetap bertahannya memori adalah bukti adanya retensi terhadap identitas diri yang asli; hal itu pokok untuk melengkapi kesadaran diri dari kontinuitas dan ekspansi kepribadian. Manusia-manusia yang naik tanpa Pelaras itu tergantung pada instruksi dari rekan-rekan serafik untuk rekonstruksi memori manusia; dalam hal yang lain jiwa-jiwa morontia dari manusia yang dilebur-Roh itu tidak dibatasi. Pola memori itu tetap ada dalam jiwa, tetapi pola ini membutuhkan kehadiran mantan Pelarasnya agar segera bisa disadari diri sebagai memori berkelanjutan. Tanpa Pelaras, diperlukan banyak waktu bagi peselamat fana itu untuk menyelidiki lagi dan belajar kembali, untuk menangkap kembali, kesadaran memori dari makna-makna dan nilai-nilai dari kehidupan sebelumnya.

Jiwa yang bernilai selamat itu dengan tepat mencerminkan aksi dan motivasi kualitatif maupun kuantitatif dari intelek material, tempat kedudukan identitas kedirian yang sebelumnya. Dalam pemilihan kebenaran, keindahan, dan kebaikan, batin manusia itu memasuki karier alam semesta pramorontianya di bawah asuhan dari tujuh ajudan roh-batin yang disatukan di bawah pimpinan roh hikmat. Selanjutnya, pada saat selesainya tujuh lingkaran pencapaian pramorontia, penumpangan karunia-kemampuan batin morontia ke atas batin ajudan itu memulai karier prarohani atau morontia untuk kemajuan alam semesta lokal.

Ketika sesosok makhluk meninggalkan planet asalnya, ia meninggalkan pelayanan ajudan di belakangnya dan menjadi semata-mata tergantung pada intelek (kecerdasan) morontia. Ketika seorang penaik meninggalkan alam semesta lokal, ia telah mencapai tingkat keberadaan rohani, setelah lulus melampaui tingkat morontia. Entitas roh yang baru muncul ini kemudian menjadi diselaraskan padapelayanan langsung dari batin kosmis Orvonton.

7. Peleburan Pelaras

Peleburan Pelaras Pikiran memberikan aktualitas kekal pada kepribadian yang sebelumnya hanya potensial. Dari antara karunia-karunia kemampuan baru itu dapat disebutkan antara lain: pemastian kualitas keilahian, pengalaman dan memori kekekalan-masa-lalu, kebakaan, dan suatu fase dari kemutlakan potensial yang bersyarat.

Ketika perjalanan duniawi kamu dalam bentuk sementara itu telah selesai dijalani, kamu akan terbangun di permukaan sebuah dunia yang lebih baik, dan pada akhirnya kamu akan disatukan dengan Pelaras setiamu dalam suatu rangkulan kekal. Dan peleburan ini merupakan misteri dari membuat Tuhan dan manusia menjadi satu, misteri dari evolusi makhluk terbatas, tapi hal itu selamanya benar. Fusi (peleburan) itu adalah rahasia dari dunia sakral Ascendington, dan tidak ada makhluk, kecuali mereka yang telah mengalami peleburan dengan roh Deitas, yang bisa memahami makna sebenarnya dari nilai-nilai nyata yang digabungkan bersama ketika identitas dari sesosok makhluk dari waktu menjadi satu secara kekal dengan roh dari Deitas Firdaus.

Peleburan dengan Pelaras itu biasanya dilakukan sementara si penaik tinggal di dalam sistem lokalnya. Hal ini bisa terjadi di planet asal sebagai transendensi kematian alami; hal itu mungkin juga terjadi di salah satu dunia rumah besar atau di markas pusat sistem; bahkan mungkin tertunda sampai saat kunjungan di konstelasi; atau, dalam kasus-kasus khusus, mungkin tidak akan terwujud sampai si penaik itu berada di ibukota alam semesta lokal.

Ketika peleburan dengan Pelaras telah dilakukan, tidak mungkin ada bahaya masa depan pada karier kekalnya kepribadian tersebut. Makhluk-makhluk selestial itu diuji melalui seluruh pengalaman yang panjang, tetapi manusia fana melewati pengujian yang relatif singkat dan intensif di dunia-dunia evolusi dan morontia.

Fusi dengan Pelaras tidak pernah terjadi sampai amanat-amanat dari alam semesta super telah menyatakan bahwa kodrat manusia itu telah membuat pilihan final dan tidak dapat dibatalkan lagi untuk karier yang kekal. Ini adalah otorisasi terhadap-penyatuan, yang ketika dikeluarkan, merupakan wewenang izin untuk kepribadian yang dilebur itu pada akhirnya untuk meninggalkan batas-batas alam semesta lokal untuk nantinya pergi ke markas alam semesta super, dari titik itu si musafir waktu itu, dalam masa depan yang jauh, akan disekonafimkan untuk penerbangan panjang ke alam semesta sentral Havona dan petualangan Deitas.

Di dunia-dunia evolusi, diri itu bersifat material; diri itu adalah sesuatu benda di alam semesta dan dengan demikian tunduk pada hukum-hukum keberadaan material. Diri itu adalah fakta dalam waktu dan responsif terhadap perubahan-perubahan keberadaan material tersebut. Keputusan-keputusan untuk selamat haruslah di sini dirumuskan. Dalam keadaan morontia, diri telah menjadi realitas alam semesta yang baru dan lebih langgeng, dan pertumbuhannya yang berkelanjutan itu didasarkan pada meningkatnya Pelarasan pada sirkuit-sirkuit batin dan roh dari alam-alam semesta. Keputusan untuk selamat itu sekarang ditegaskan. Ketika diri mencapai tingkat rohani, diri itu telah menjadi nilai yang aman dalam alam semesta, dan nilai baru ini didasarkan di atas fakta bahwa keputusan untuk selamat telah dibuat, yang faktanya telah disaksikan oleh peleburan kekal dengan Pelaras Pikiran. Dan setelah mencapai status suatu nilai alam semesta yang sejati, makhluk itu menjadi dibebaskan dalam potensialnya untuk mencari nilai alam semesta yang paling tinggi—yaitu Tuhan.

Sosok-sosok yang dilebur tersebut adalah lipat dua dalam reaksi-reaksi alam semesta mereka: Mereka adalah individu-individu morontia jelas yang tidak sama sekali berbeda dari serafim, dan mereka juga sosok yang berpotensi pada golongannya finaliter Firdaus.

Tetapi individu yang dilebur itu benar-benar satu kepribadian, satu sosok, yang kesatuannya membantah semua upaya analisis oleh semua kecerdasan dari alam-alam semesta. Maka, setelah melewati sidang-sidang pengadilan alam semesta lokal dari yang terendah sampai yang tertinggi, dan tidak ada yang mampu mengenalinya sebagai manusia atau Pelaras, yang satu terpisah dari yang lain, maka kamu akan akhirnya dibawa ke hadapan Daulat Nebadon, Bapa alam semesta lokalmu. Dan di sanalah, di tangan Tokoh tersebut yang oleh karya kebapaannya di alam semesta waktu ini telah memungkinkan adanya kenyataan hidupmu, kamu akan dikaruniai ijazah-ijazah yang menggelari kamu pada akhirnya agar bisa melanjutkan karier semesta supermu dalam pencarian akan Bapa Semesta.

Sudahkah Pelaras yang berkemenangan itu berhasil memenangi kepribadian dengan layanan yang luar biasa kepada kemanusiaan, atau sudahkah manusia yang gagah berani itu memperoleh hidup kekal melalui upaya tulus untuk mencapai keserupaan-Pelaras? Dua-duanya tidak; tetapi mereka bersama-sama telah mencapai evolusi untuk satu anggota dari satu ordo kepribadian-kepribadian menaik Yang Mahatinggi yang unik, seorang yang akan selalu ditemukan berguna, setia, dan efisien, seorang calon untuk pertumbuhan dan pengembangan lebih lanjut, selalu menjangkau ke atas dan tidak pernah menghentikan kenaikan adiluhung sampai tujuh sirkuit Havona telah dilalui dan mantan jiwa dari asal duniawi itu berdiri dalam pengakuan penuh pemujaan terhadap kepribadian sesungguhnya Bapa di Firdaus.

Sepanjang semua kenaikan yang agung ini Pelaras Pikiran adalah janji ilahi untuk masa depan dan stabilisasi rohani penuh untuk manusia yang menaik itu. Sementara itu kehadiran kehendak bebas manusia menyediakan Pelaras suatu saluran kekal untuk pembebasan kodrat ilahi dan tanpa batasnya. Sekarang kedua identitas ini telah menjadi satu; tidak ada peristiwa dari waktu atau dari kekekalan yang bisa memisahkan manusia dan Pelaras, mereka tidak dapat dipisahkan, secara kekal telah dilebur.

Di dunia-dunia peleburan-Pelaras, takdir atau tujuan akhir Monitor Misteri itu sama persis dengan tujuan akhir manusia menaik—yaitu Korps Firdaus Finalitas. Baik Pelaras ataupun manusia tidak dapat mencapai tujuan yang unik itu tanpa kerjasama penuh dan bantuan setia dari pihak satunya. Kemitraan yang luar biasa ini adalah salah satu yang paling memikat dan menakjubkan dari semua fenomena kosmis dari zaman alam semesta ini.

Dari waktu peleburan Pelaras, status penaik adalah berstatus makhluk evolusioner. Manusia anggotanya itu adalah yang pertama menikmati kepribadian dan, oleh karena itu, mengungguli para Pelaras dalam semua urusan yang berkenaan dengan pengenalan kepribadian. Markas Firdaus untuk sosok leburan ini adalah Ascendington, bukan Divinington, dan kombinasi unik dari Tuhan dan manusia ini dimasukkan jajaran sebagai fana menaik sepanjang jalan naik sampai ke Korps Finalitas.

Ketika sekali sesosok Pelaras melebur dengan seorang manusia yang menaik, nomor Pelaras itu dicoret dari catatan-catatan alam semesta super. Apa yang terjadi pada catatan di Divinington, aku tidak tahu, tetapi aku menduga bahwa registrinya Pelaras itu dipindahkan ke lingkaran-lingkaran rahasia dari istana bagian dalamnya Fanda Agung, pejabat kepala Korps Finalitas.

Dengan peleburan Pelaras, Bapa Semesta telah menepati janji-Nya akan pemberian diri-Nya sendiri kepada makhluk-makhluk material-Nya; Ia telah memenuhi janji, dan menyempurnakan rencana, tentang anugerah kekal keilahian ke atas kemanusiaan. Sekarang dimulailah upaya manusia untuk merealisasikan dan mengaktualisasikan kemungkinan tak terbatas yang melekat dalam kemitraan luhur dengan Tuhan yang telah dinyatakan tersebut.

Takdir yang sekarang diketahui untuk manusia yang selamat adalah Korps Firdaus Finalitas; ini juga merupakan tujuan takdir bagi semua Pelaras Pikiran yang menjadi tergabung dalam serikat abadi dengan sahabat manusia mereka. Saat ini para finaliter Firdaus sedang bekerja di seluruh alam semesta agung dalam banyak pekerjaan, tetapi kami semua menduga bahwa mereka akan memiliki tugas-tugas lain yang bahkan lebih luhur untuk dilaksanakan pada masa depan yang jauh setelah tujuh alam semesta super telah menjadi dimapankan dalam terang dan hidup, dan hingga sang Tuhan terbatas itu akhirnya muncul dari misteri yang sekarang menyelubungi Deitas Mahatinggi ini.

Kamu telah diajar sampai batas tertentu tentang organisasi dan personil alam semesta sentral, alam semesta super, dan alam semesta lokal; kamu telah diberitahu beberapa tentang karakter dan asal dari beberapa dari banyak kepribadian yang sekarang memerintah ciptaan-ciptaan yang sangat luas ini. Kamu juga telah diberitahu bahwa ada dalam proses penataan galaksi-galaksi luas alam semesta yang jauh di luar pinggiran alam semesta agung, dalam tingkat ruang angkasa bagian luar pertama. Telah dibahas dalam kisah-kisah ini bahwa Sosok Mahatinggi akan membukakan fungsi tersiernya yang belum terungkap dalam wilayah-wilayah yang sekarang belum dipetakan di angkasa bagian luar ini; dan kamu juga telah diberitahu bahwa para finaliter dari kesatuan-kesatuan Firdaus adalah anak-anak pengalaman dari Yang Mahatinggi.

Kami percaya bahwa manusia-manusia dari peleburan Pelaras, bersama-sama dengan rekan-rekan finaliter mereka, akan ditujukan untuk berfungsi dalam cara tertentu dalam administrasi alam-alam semesta dari tingkat ruang angkasa bagian luar pertama. Kami tidak punya keraguan sedikitpun bahwa pada waktunya galaksi-galaksi raksasa ini akan menjadi alam-alam semesta yang dihuni. Dan kami sama-sama yakin juga bahwa di antara para administratornya akan dijumpai para finaliter Firdaus yang kodratnya adalah akibat kosmis dari perpaduan antara ciptaan dan Pencipta.

Sungguh sebuah petualangan! Sungguh suatu kisah asmara! Sebuah ciptaan raksasa yang akan dikelola oleh anak-anak Yang Mahatinggi, para Pelaras yang dipribadikan dan dimanusiakan, manusia yang di-Pelaraskan dan dikekalkan ini, kombinasi misterius dan ikatan kekal dari antara manifestasi tertinggi yang dikenal dari esensi dari Sumber dan Pusat Pertama dan bentuk terendah kehidupan cerdas yang mampu memahami dan mencapai Bapa Semesta ini. Kami memahami bahwa sosok-sosok campuran tersebut, kemitraan Pencipta dan ciptaan tersebut, akan menjadi penguasa-penguasa yang unggul, administrator-administrator yang tak tertandingi, dan pemimpin-pemimpin yang mengerti dan simpatik terhadap setiap dan semua bentuk kehidupan cerdas yang mungkin akan lahir ke dalam keberadaan di seluruh alam semesta masa depan di tingkat ruang angkasa luar pertama ini.

Benarlah, kamu manusia fana itu berasal dari bumi, dari hewan; rangka kamu memang debu. Namun jika kamu benar-benar mau, jika kamu benar-benar ingin, pastilah warisan dari segala zaman menjadi milikmu, dan kamu akan suatu hari nanti melayani di seluruh alam-alam semesta dalam karakter sejatimu—sebagai anak-anak dari Tuhan Mahatinggi yang berpengalaman dan putra-putra ilahi dari Bapa Firdaus segala kepribadian.

[Disampaikan oleh sesosok Utusan Soliter dari Orvonton.]

Foundation Info

Versi printer-friendlyVersi printer-friendly

Urantia Foundation, 533 W. Diversey Parkway, Chicago, IL 60614, USA
Tel: +1-773-525-3319; Fax: +1-773-525-7739
© Urantia Foundation. All rights reserved