Apa Arti Buku Urantia Bagi Saya - Michael Hill

Versi ramah-printerVersi ramah-printer
Michael Hill

Suatu pengakuan iman yang dibagikan seorang teman dengan saya berbunyi seperti ini: Saya adalah anak Tuhan yang diciptakan secara ilahi, dikasihi tanpa batas, didiami secara rohani, bertumbuh-kembang, dan berkehendak bebas. Dan saya percaya — beriman — bahwa setiap hal itu benar...


Oleh Michael Hill, Oregon, Amerika Serikat

Catatan Editor: Artikel ini awalnya diterbitkan di kolom "Interfaith Voices (Suara Antar Agama)" pada tanggal 30 Mei 2020 di Corvallis (OR) Gazette-Times, dengan judul "A Slice of My Faith Pie (Sepotong Kue Iman Saya)".

Saya diajari bahwa kepercayaan mencapai ke tingkatan iman “ketika kepercayaan itu memotivasi kehidupan dan membentuk gaya hidup” 101: 8.1 (1114.5) Iman saya pada Tuhan yang penuh kasih, sumber dari semua ciptaan, semua kebenaran, keindahan, dan kebaikan, menginspirasi saya untuk mengasihi Dia sebagai balasannya melalui pelayanan.

Suatu pengakuan iman yang dibagikan seorang teman dengan saya berbunyi seperti ini: Saya adalah anak Tuhan yang diciptakan secara ilahi, dikasihi tanpa batas, didiami secara rohani, bertumbuh-kembang, dan berkehendak bebas. Dan saya percaya — beriman — bahwa setiap hal itu benar.

Saya juga percaya bahwa Tuhan ingin saya menjadi seperti dia — menjadi sempurna seperti dia. Jadi saya berusaha untuk menjalani hidup saya untuk mencerminkan pemahaman terbaik saya tentang dia yang dapat dihidupi sebagai pribadi di dunia ini. Saya berusaha keras untuk menunjukkan buah-buah roh dalam hidup saya — kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri.

Saya juga diajari bahwa iman yang benar adalah “didasarkan pada perenungan yang mendalam, kritik diri yang jujur, dan kesadaran moral yang tidak berkompromi.” 132: 3.5 (1459.5) Saya mengartikan hal ini sebagai refleksi kehidupan — pada interaksi saya dengan keluarga, teman, dan orang asing, diikuti dengan evaluasi yang jujur ​​atas apa yang saya lihat — memungkinkan saya untuk memutuskan apakah tindakan saya sesuai dengan keyakinan saya, iman saya — apakah saya “menjalankan apa yang saya katakan.” Saya berusaha untuk bermoral, beretika, selalu tulus hati, dan selalu menempuh jalan yang luhur.

Saya percaya ada fragmen (roh pecahan) Tuhan dalam diri saya yang selamanya “menunjukkan jalan.” Dan pengalaman saya telah menunjukkan kepada saya bahwa ini benar. Jadi, pada saat-saat refleksi atau pemecahan masalah dengan ibadah saya “mendengarkan dengan telinga roh” untuk suara roh itu.

Kadang-kadang situasi dalam hidup saya muncul — biasanya konflik dengan orang lain — yang mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi saya untuk mengetahui cara terbaik berurusan dengan seseorang dengan cara yang saya rasa Tuhan akan berkenan.

Iman saya telah mengajari saya nilai pengendalian diri, untuk menguasai lidah dan emosi saya sendiri. Saya telah belajar bahwa sementara sebagai mamalia saya memiliki perasaan marah, iman saya memberi saya kekuatan untuk mencegah hal-hal itu dilampiaskan, dan setelah bertahun-tahun mengetahui kapan harus tutup mulut, kebutuhan untuk mengingatkan diri saya tentang hal itu telah sangat berkurang, seperti halnya kebutuhan untuk mengingatkan.

Iman saya telah mengajari saya untuk belajar berusaha menjadi ramah dalam interaksi saya dengan orang lain — bersikap baik, ramah, hormat, bijaksana, dan perhatian — menjadi murah hati dalam mengungkapkan penghargaan saya atas upaya dan usaha orang lain.

Saya dibesarkan dalam keluarga Kristen, yang lebih banyak perkataan daripada perbuatan, dan ketika di usia menentukan nasib sendiri, saya mulai mencari jawaban di tempat lain untuk pertanyaan besar tentang kehidupan — mengapa saya di sini, mengapa ada sesuatu di sini, apa yang terjadi pada saya ketika tubuh saya mati, apakah ada Tuhan? Pertanyaan yang kita semua kenal.

Saya menghabiskan akhir masa remaja saya dengan membaca buku-buku misterius, melempar koin I Ching (“perseverance furthers”, dà zhuàng, hexagram 34), membaca Tarot, Papan Ouija, pergi ke pertemuan dengan medium dan semacamnya. Kemudian, ketika saya mengunjungi tetangga saya yang sedang bersiap untuk pergi ke pertemuan rohani, dia membawa sebuah buku biru besar di bawah lengannya; dia membiarkan saya melihatnya. Sekitar sebulan kemudian saya membelinya. Itu adalah Buku Urantia. Itu terjadi lebih dari 50 tahun yang lalu. Ajaran dan kebenarannya, seperti yang telah saya bagikan di artikel ini, terus menjadi dasar kehidupan saya.

Foundation Info

Versi ramah-printerVersi ramah-printer

Urantia Foundation, 533 W. Diversey Parkway, Chicago, IL 60614, USA
Tel: +1-773-525-3319; Fax: +1-773-525-7739
© Urantia Foundation. All rights reserved